Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Tidak Mungkin


__ADS_3

"Menikah? tidak mungkin?"


Rama yang mendengar ucapan dari Devano langsung saja menggelengkan kepalanya, bagaimana mungkin Karina yang statusnya adalah kekasihnya itu menikah dengan laki-laki lain dan laki-laki itu sendiri adalah guru matematika di sekolahnya, terlebih lagi sejak kapan Karina mempunyai hubungan dengan Pak Devano yang jelas Karina sendiri belum lama mengenal Devano.


Bukan hanya menggelengkan kepalanya, tetapi Rama juga tertawa, ia bahkan sudah membuka telinga yang lebar-lebar dan berharap dengan apa yang diucapkan oleh Devano barusan itu hanya lelucon belakang dan sepertinya memang Rama tidak mempercayai dengan semuanya ini, ini adalah lelucon.. lelucon atau iseng dari Devano saja.


"Bapak jangan bercanda, lagi pula ulang tahunku masih lama dan tidak lucu juga membuat kejutan seperti ini."


Tentu saja Rama berpikir jika Devano menge-prank dirinya di mana Rama adalah murid teladan di sekolah itu dan mempunyai kekasih yang sangat cantik dan idola di sekolahnya juga dan sepertinya Devano hanya ingin menguji sebatas mana kesetiaan Rama dengan Karina dengan mengatakan kalau Devano sendiri sudah menikahi Karina.


"Mungkin bagi kamu ini adalah lelucon atau kamu menganggap saya gila atau hanya membohongimu atau seperti apa yang kamu ucapkan, saya hanya menge-prank kamu tetapi ini adalah sebuah kenyataan jika saya dan Karina sudah menikah beberapa hari yang lalu."


Devano paham jika Rama tidak mempercayai ucapannya bahkan mungkin seperti apa yang sudah Devano katakan jika Rama menganggap jika Devano gila atau mungkin malah tergila-gila dengan Karina hingga sampai mengatakan jika sudah menikahi Karina, padahal jelas-jelas Karina masih berstatus sebagai kekasih Rama.


Namun sejenak Rama mengalihkan pandangan matanya ke arah Karina, di mana gadis cantik itu hanya menundukkan wajahnya. Karina sendiri tidak berani untuk menatap ke arah Rama maupun Devano, sepertinya memang ada sesuatu yang disembunyikan oleh Karina.


"Sayank apa benar yang dikatakan oleh Pak Devano?


Tentu saja Pak Devano hanya bercanda kan dan itu tidak benar? mana mungkin kamu menikah dengan laki-laki lain sementara aku adalah kekasihmu dan kita berdua sudah merencanakan impian yang indah, meskipun mungkin tidak sekarang tetapi untuk nanti."


Bagaimanapun kediaman Karina membuat Rama semakin bertanya-tanya, apakah memang benar jika Karina dan Devano sudah menikah, lalu kalau memang iya atas dasar apa Karina menikah dengan Devano atau karena paksaan atau karena perjodohan? sepertinya tidak mungkin karena Rama tahu betul bagaimana latar belakang keluarga Karina. Di mana orang tua Karina meminta putrinya untuk menamatkan pendidikannya terlebih dahulu baru memikirkan tentang asmara dan pernikahan.

__ADS_1


Karina sendiri tidak menjawab, ia bingung dengan jawaban yang diberikannya nanti kepada Rama, ia takut jika akan menyakiti hati Rama karena memang kenyataannya dirinya sudah menikah dengan Devano.


Karina juga di dalam hati mengumpat kesal kepada suaminya di mana tidak ada hujan dan tidak ada angin tiba-tiba Devano mempertemukan dirinya dengan Rama dan mengatakan tentang kebenaran yang sesungguhnya jika memang dirinya dan Devano sudah menikah, namun konsepnya tidak seperti ini. Karina memang akan mengatakan kepada Rama tetapi tidak sekarang dan tentunya dengan waktu dan keadaan yang sudah pas bukan mendadak seperti ini.


"Kalau kamu tidak percaya, saya bisa menunjukkan bukti bahwa kami sudah menikah."


Bukan jawaban dari Karina tetapi Devano yang mengatakan itu ia tahu jika Karina enggan untuk membuka suaranya apalagi mengatakan tentang pernikahannya.


Devano menarik tangannya dan juga tangan Karina di mana kedua jari manis mereka sama-sama tersemat cincin pernikahan dengan bentuk dan juga motif yang sama.


"Kamu lihat ini kan? di jari manis kita sudah tersemat cincin pernikahan bentuk dan motifnya juga sama pasti kamu sendiri juga tahu jika memang kedua cincin ini adalah sama hanya berbeda ukurannya saja. Dan pastinya Saya tidak perlu menjelaskan lagi apa makna dari semuanya ini, kamu pintar pasti kamu bisa mencernanya dan mengetahui lebih lanjut."


Dada Rama terasa sesak yang seperti dihantam batu berukuran besar dari ketinggian yang tinggi setelah kemarin sempat dipuja puja memiliki kekasih yang cantik tetapi sekarang langsung saja dihempaskan dan entah mengapa rasanya lebih sakit daripada ia sendiri menggoreskan pisau di tangannya.


Rama bukanlah laki-laki yang bodoh meskipun ada banyak kemungkinan jika cincin itu adalah palsu dan sebagai bentuk untuk usaha Devano memisahkan dirinya dengan Karina atau mungkin memang benar yang dipikiran Rama tadi masih seputar jika Devano hanya iseng kepada dirinya hingga sempat-sempatnya membeli cincin yang sama dan dipakaikan di jari manisnya dan juga jari manis Karina.


"Aku tidak percaya, bisa saja Pak Devano menipuku dan membeli cincin itu lalu dipasangkan ke jari bapak dan juga Karina."


Devano menghela nafas kasar bagaimana caranya lagi supaya meyakinkan jika memang dirinya sudah menikah dengan Karina, sepertinya Rama memang tidak bodoh mengenai ini.


Devano menarik tangannya, ia yang sadari tadi masih menggenggam erat tangan Karina sekarang mengambil ponselnya beruntung sekali jika pernikahan mereka yang dilakukan dadakan kemarin Devano mendokumentasikannya, meskipun hanya lewat ponselnya saja tetapi semua dokumen ada di sana, bukan hanya  yang sekedar foto pernikahannya tetapi juga ada foto buku nikah berikut dengan video dokumentasi ijab kabul dirinya dengan Karina, semua terkemas rapi di dalam ponsel itu.

__ADS_1


Devano bahkan tidak kepikiran tentang hal ini ia hanya ingin menyimpan kenangan pernikahannya bersama dengan Karina yang mana memang kemarin Karina tidak menginginkan adanya seorang fotografer ataupun sejenisnya hingga Devano berinisiatif sendiri untuk mengabadikan semua lewat ponselnya saja dan beruntung sekali kali ini ia memanfaatkan sesuatu yang sudah ada di dalam sana untuk membuat Rama percaya jika memang pernikahannya itu benar adanya bukan hanya bohong ataupun iseng untuk mengerjai Rama.


"Kamu bisa melihat ini semua dan setelah itu kamu bisa memutuskan apakah itu palsu atau tidak, apakah saya hanya iseng sama kamu atau tidak?"


Devano menyerahkan ponselnya kepada Rama dan dengan cepat Rama mengambilnya. Rama juga penasaran apa yang ingin ditunjukkan oleh Devano di dalam ponselnya itu.


Jedarrr


Sekali lagi hati Rama terasa sakit ketika ia melihat video ijab kabul Karina dengan Devano yang nyata terdengar jelas di telinga Rama, bahkan wajah Karina dan juga Devano terpampang nyata di sana, bukan sampai di situ saja buku pernikahan mereka berdua juga tak luput dari pandangan mata Rama di mana Rama melihat secara teliti nama Karina juga Devano di sana.


"Ini tidak mungkin!! bapak pasti merekayasa semuanya..."


Brakk


Tangan Rama bergetar hingga akhirnya ponsel Devano itu jatuh ke bawah tetapi beruntung sekali tidak sampai hancur lebur.


"Tidak ada yang tidak mungkin semua sudah jelas di mata kamu bahwa kami sudah menikah."


"Tidak!!"


Berat rasanya untuk Rama menyakini dirinya sendiri jika memang kekasihnya sudah menikah dengan laki-laki lain terlebih Karina sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan yang membenarkan atau tidak menolak semuanya ini.

__ADS_1


__ADS_2