
"Kakak ... kali ini saja, Aku ingin merasakan minuman itu karena selama ini aku belum pernah meminum minuman yang terlihat menyegarkan."
Ya setelah Karina penasaran dengan tempat klub malam ini sepertinya Karina juga ingin mencoba minuman beralkohol, sepertinya memang minuman itu sangat menyegarkan.. terlihat dari bentuknya dan juga dari orang-orang yang enak sekali meminumnya tanpa tahu bagaimana efek samping dari minuman itu bagaimana.
"Jangan Karin! bukannya apa-apa, aku tahu jika kamu sanggup membayarnya, tapi jangan berpikir yang tidak-tidak dengan penolakan aku tadi, tetapi aku takut jika kamu nanti mabuk."
Dari tadi Alex berusaha untuk menahan Karina untuk tidak memesan minuman beralkohol, tetapi selalu saja jawaban Karina yang sama.. jangan!! dilarang! jangan! dilarang ! dan itu yang selalu diucapkan bahkan Karina juga tidak segan segan mengatakan jika ia akan membayar minuman itu sendiri dan itu membuat Alex garam sekaligus gemas dengan gadis cantik yang ada di sampingnya, bukan karena ingin menyinggung Karina yang tidak mampu membayar ini, Alex pun tau kalau Karina juga sanggup untuk membeli kelab malam ini, karena dari penampilan Karina, Alex yakin jika Karina itu berasal dari keluarga yang kaya raya.
Tetapi bukan itu yang dimaksud oleh Alex, Alex malahan senang sekali jika Karina nanti meminum itu dan mabuk, terlebih lagi Alex bisa melakukan sesuatu yang biasanya dilakukan dengan perempuan-perempuan bayarannya, tetapi Alex tidak mau buru-buru, ia yang memang sudah menginginkan Karina sejak pandangan pertama, bukan hanya menginginkan tubuh Karina saja tetapi Alex juga ingin serius dengan Karina, karena hanya Karina lah perempuan satu-satunya yang bisa meluluhkan hati Alex dan Alex juga yakin jika Karina itu bukan perempuan sembarangan.
Maka dari itu Alex mati-matian untuk mencegah Karina supaya tidak memesan minuman beralkohol apalagi nanti jika meminumnya. Alex juga ingin dicap sebagai laki-laki yang baik-baik, menemani Karina berada di sini, melindunginya bahkan nanti akan mengantarkan Karina pulang, dengan begitu ia akan lebih dekat dengan Karina terlebih lagi dengan keluarganya.
"Mabuk jika minumnya banyak, aku hanya mencicipinya saja, dan itu tidak banyak .. aku juga penasaran bagaimana rasanya.."
Itulah Karina, gadis cantik itu selalu saja ngeles dengan apa yang diucapkan oleh orang lain. Ya, meskipun tidak salah dengan apa yang diucapkannya, mabuk itu jika meminum minuman beralkohol dengan jumlah yang banyak, tetapi sama saja.. terlebih lagi Karina yang baru pertama kali mencoba minuman ini yang pastinya akan sulit terkendali, kalau tidak kuat ya itu nanti Karina bisa-bisa malah kecanduan dan ingin lagi dan lagi.
"Astaga anak ini kalau aku tidak benar-benar terletak padanya sudah aku makan dia dari tadi jangankan memberi minuman beralkohol bahkan memberi obat per@ngsang saja aku bisa lakukan!!"
__ADS_1
Ujar Alex daru dalam hati, Alex sendiri gemas dengan kelakuan Karina, tetapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena ia dan Karina juga baru mengenal. Alex juga tidak mau dicap sebagai laki-laki yang suka mengekang apa yang diinginkan oleh perempuan.
"Sama saja Karin, terlebih lagi besok kamu harus sekolah dan pastinya kamu tidak boleh mabuk atau menyentuh minuman itu itu sangat berbahaya!!"
"Aku hanya mencicipinya saja kak dan tentu saja kakak tidak perlu khawatir, besok sekolah ya sekolah lagi pula aku juga tidak mau mabuk."
Iya Karina sendiri tadi sudah banyak bercerita tentang dirinya, tentang ia yang masih sekolah tetapi Karina tidak mengatakan jika ia sudah menikah dan sedang mempunyai masalah hingga akhirnya Karina berada di sini, bahkan Karina juga tidak menyebutkan siapa dirinya sebenarnya yang pastinya kalau ia mengatakan itu sudah pasti Alex tahu siapa kedua orang tua Karina.
Bukannya Karina curiga dengan Alex yang merasa tertarik padamu, tetapi Karina takut jika Alex nanti akan mengatakan ini semua kepada Papahnya yang mana pastinya Papahnya akan marah-marah padanya dan meminta Devano untuk memperketat penjagaannya supaya Karina tidak keluyuran malam-malam apalagi malah sampai masuk ke dalam klub malam.
"Tapi Karin itu sa....."
Ucapan dari alex terpotong karena ponselnya tiba-tiba berdering padahal Alex ingin mengatakan kepada Karina panjang dan lebar bahkan Alex juga ingin mengajak Karina keluar dari klub malam ini karena akan semakin berbahaya jika Karina berlama lama di sini, mungkin saja Alex ingin mengajak Karina untuk ke cafe saja atau jalan-jalan di taman kota, yang mana ia dan Karina bisa bercerita satu sama lain hingga Alex bisa jauh lebih dekat dengan Karina.
Tetapi sayang sekali, ia yang mendengar dan merasa jika ponselnya bergetar.. Alex langsung saja mengambil ponsel yang ada di saku celananya, yang mana Alex sendiri melihat siapa yang menelponnya, tentu saja ia buru-buru mengangkat telepon itu karena yang menelponnya adalah asisten pribadinya yang pasti berurusan dengan urusan bisnis, tidak main-main dan Alex harus segera mengangkatnya.
"Maaf Karin, aku harus mengangkat telepon dari asistenku ... sebentar..."
__ADS_1
Dengan terpaksa harus meninggalkan Karina karena tidak mungkin ia mengangkat telepon di sini di samping ini adalah urusan yang sangat penting, Alex juga tidak akan mendengar suara dari asistennya itu.
Karina mengganggukan kepalanya, kemudian gadis cantik itu tersenyum, ini adalah kesempatan emas tentunya untuk Karina, apalagi ia melihat minuman itu sangat segar, meskipun sedari tadi Karina juga ingin meminumnya tetapi sayang sekali Alex yang tetap kekeh untuk menahannya dan berusaha membuat Karina tidak memesan minuman itu.
"Mas, minumanku dong!!"
Tentu saja pelayan klub malam itu langsung saja memberikan minuman beralkohol meskipun sedikit ragu dengan apa yang diminta oleh Karina namun apalah daya, Karina yang sudah mengeluarkan beberapa lembar uang merah membuat pelayan itu menganggukan kepalanya, karena tidak munafik juga jika semua orang yang ada di sini pasti gelap mata jika sudah berhubungan dengan uang.
Karina dengan cepat mengambil minuman yang sudah ada di depannya itu kemudian meminum sedikit demi sedikit.
"Huekk... Minuman apa ini? rasanya benar-benar seperti ini."
Baru saja Karina meminum sedikit minuman itu tetapi ia sudah memuntahkan nya kembali, yang mana rasanya benar-benar tidak enak, tidak seperti yang ia bayangkan.
"Kenapa orang-orang pada suka dengan minuman ini? aku sendiri tidak tahan dengan baunya apalagi rasanya yang tidak enak tetapi..."
Sepertinya Karina memang tipe gadis yang tidak mudah menyerah meskipun ia sudah mencoba dan tidak enak bahkan memuntahkannya, namun lagi dan lagi rasa penasaran Karina masih menyelubung di dalam dadanya, ia berulang kali melihat sekeliling nya dan melihat orang-orang yang meminum minuman itu dengan sangat enak, hingga akhirnya mengambil lagi gelas yang sudah ia letakkan di atas meja dan meminum kembali minuman beralkohol itu.
__ADS_1
Karina yang tertarik dengan melihat orang-orang yang meminum minuman alkohol itu, pada akhirnya Karina meminum kembali minuman itu dan semakin lama yang dirasakan Karina adalah enak hingga akhirnya satu gelas minuman beralkohol itu sudah habis diminumnya.