
"Kalau begitu tadi aku pulang bersama Dirga atau nggak Rama saja."
Mendengar ucapan dari Karina, Devano tiba-tiba langsung saja menghentikan laju mobilnya padahal ia baru saja keluar dari gerbang dan pastinya di mana tidak suka jika Karina menyebutkan nama laki-laki lain terlebih laki-laki itu adalah mantan pacar Karina yang mungkin saja sampai saat ini karena masih mencintainya.
"Aduh mengapa berhenti Pak Devano, Aku sudah lelah dan juga capek lapar lagi sebaiknya cepat ajukan mobilnya supaya sampai ke rumah aku ingin tidur ngantuk banget... Lagi pula kenapa jadi laki-laki baperan cemburuan dan marah-marah aku kan cuma ngomong saja dan itu seandainya toh juga aku tidak benar-benar pergi dengan mereka, dan bapak tau sendiri kan aku setia menunggu bapak dari tadi hingga aku jamuran lumutan dan...."
Cup
Karina langsung saja terdiam ketika bibirnya dibungkang oleh Devano kemas sekali Devano melihat karena sendiri tadi ngoceh tiada henti padahal Devano hanya tidak suka mendengar nama laki-laki yang disebutkan oleh Karina tadinya pastinya cemburu tidak ingin ada nama laki-laki lain sering dirinya di dalam hati dan pikiranmu tetapi istrinya itu seakan-akan memang memancing suasana yang membuat dia tumbuh cemburu dan juga Karina tidak mengingat jika apa yang sudah dibuat kesempatan ini harus memanggil dia kalau dengan sebutan Mas lagi memanggil dengan sebutan Pak, Devano paling tidak suka itu.
Bukan hanya sekedar ciuman saja tetapi Devano juga *****@* bibir Karina yang membuat Karina memejamkan matanya tetapi sedikit kemudian perempuan cantik itu juga ikut membalas Apa yang dilakukan oleh Devano dengan tangan Karina yang melingkar di leher Devano.
Yang pastinya ciuman mereka tidak berlangsung lama karena Devano yang sadar dengan apa yang dilakukannya terlebih lagi mereka masih berada di depan sekolahan dan tentunya meskipun kaca mobil Devano tidak nampak dari luar tetapi rasa-rasanya itu tidak baik jika nanti ada orang yang memergoginya karena memang benar mobil Devano tiba-tiba saja berhenti di depan sekolah.
"Dasar mesum tidak tahu tempat!!"
Devano terkekeh kemudian mengusap rambut bibir karena yang basah itu dengan ibu jarinya lalu menarik tubuh Karina dan meletakkan tubuh Karina itu ke dalam permukaannya tentu saja dipanum rasa nyaman dan juga bahagia ketika Karina membalas Apa yang ia lakukan.
"Mesum dengan istri sendiri itu wajar sekali sayang yang pasti supaya kamu ingat jika berdua denganku jangan pernah memanggil namaku dengan sebutan selain kata Mas pastinya kamu nanti akan mendapatkan hukuman dari aku."
__ADS_1
OMG aku lupa jika ini adalah sebuah hukuman darinya tetapi kenapa aku merasa sangat candu sekali dengan semuanya ini...
Karina tentunya menganggukkan kepalanya pelan kemudian ia memalingkan wajahnya ke samping , tetapi sedari tadi Devano masih terus menatapnya saat ini hingga karena malu kenapa ia dengan terang-terangan membalas ciuman yang diberikan oleh Devano dan Karina juga menikmatinya.
"Seperti itu Kamu masih bilang tidak mencintai Aku? jangan munafik Karina sayang aku tahu jika kamu sudah ada rasa sama aku tetapi kamu malu untuk mengakuinya so tidak masalah Kita bisa mulai semuanya ini dengan pelan-pelan dan pastinya aku akan menunggu sama kamu jatuh cinta sama aku dan pastinya aku juga tidak akan pernah melepaskan kamu karena aku sudah memilikimu seutuhnya."
Ucap Devano yang begitu manis sekali kemudian laki-laki itu dengan segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah cafe di mana sepertinya istrinya itu tadi mengatakan jika lapar.
Karina tentu saja tidak menjawab, ia masih memalukan wajahnya dan mereka pemandangan di samping nya saja dan merasa heran mengapa kita malah tidak langsung pulang ke rumah, tetapi malah suaminya itu membawa Karina ke mana ya entah karena sendiri tidak tahu karena tadi depannya juga tidak mengatakan jika ingin mengajak karina ke mana dulu.
"Loh Mas kita mau ke mana?"
"Cari makan Dek, katanya kamu tadi lapar."
"Enggak, aku sudah kenyang lebih baik pulang saja Aku ngantuk Mas gak mau makan atau ke mana dulu Aku lelah capek dan sebagainya."
Devano semakin gemes melihat tingkah istrinya itu ia juga tidak akan berdebat lagi dengan istrinya, karena tidak mau semakin bertambah buruk saja, mungkin Karina saat ini memang tidak lapar yang mana Karina sudah bersikap baik tidak seperti tadi pagi yang sangat jutek kepadanya.
Hingga akhirnya Devano membelokkan lagi mobilnya dan saat ini menuju kediaman Hardiansyah tentu saja ia tidak ingin mencari restoran atau cafe manapun juga sesuai dengan perintah istrinya menuju ke rumahnya tanpa mampir-mampir dulu.
__ADS_1
Karena perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit Karina yang sudah mengantuk dan lelah akhirnya memejamkan matanya perempuan cantik itu tidak tahan dengan rasa ngantuk yang menyelimuti dirinya hingga akhirnya tanpa sadar Karina pun tertidur pulas meskipun di depan lo masih melajukan mobilnya.
Tidak mendengar suara ocehan dari istrinya membuat Devano melirik segera ke samping dompet nyata Karina sudah tidur dan pastinya laki-laki Tampan itu hanya tersenyum tidak ingin mengganggu istrinya yang masih teladan nanti saja jika sudah sampai maka dia baru akan membangunkan Karina.
Hingga akhirnya 20 menit kemudian mobil yang dilajukan oleh Devano sudah sampai di kediaman Hardiansyah laki-laki itu segera memarkirkan mobilnya dia lemah rumah kemudian membuka sabuk pengamannya.
Rasanya tidak tega untuk membawakan Karina hingga Devano keluar dari mobil lalu membuka pintu mobil dengan pelan kemudian membuka satu pengalaman Karina dan menggendongnya.
Karina yang nampak kelelahan tidak berkutik sama sekali saat tubuhnya digendong oleh Devano yang pastinya perempuan cantik itu masih terlelap dengan dosa yang begitu manis yang menjadi warna tidak tahan untuk mencium kening dan juga pipi karena.
Cup
"I love u sayank...."
Pelan-pelan Devano merebahkan tubuh karena di atas ranjang laki-laki itu langsung saja mencium kening Karina dan menyelimuti tubuh Karina kemudian Devano bergegas untuk menuju ke kamar mandi untuk mandi dan juga berganti baju.
Setelah keluar dari kamar mandi Devano yang masih melihatkan Karina terlelap kemudian laki-laki itu membuka selimut Karina lalu membuka seragam Karina berniat untuk menggantikan seragam Karina supaya nanti istrinya tidak merasa gerah dan juga tidak kepanasan dengan apa yang dipakainya.
Tetapi sayang sekali bukannya menggantikan pakaian Karina namun Devano berniat lebih dari itu karena sesuatu yang dari tadi tertidur dan tidak bangun tiba-tiba melihat keindahan tubuh Karina membuat Devano tidak tahan lagi dan langsung saja mengeksekusi karena sore ini tentu saja dengan memberikan jalan-jalan lembut di seluruh wajah Karina hingga berakhir ke bawah yang membuat perempuan cantik itu langsung saja membuka matanya.
__ADS_1