Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Jangan Samakan


__ADS_3

Mendengar ucapan dari jimmy, tentu saja membuat Karina bahagia tetapi ia tidak mungkin melompat-lompat ataupun mengutarakan kebahagiaannya itu secara berlebihan cukup tersenyum saja di dalam hati itu sudah cukup ia nyatanya memang Karina benar-benar merasa sebagai seorang perempuan yang entahlah yang bahagia karena mendapatkan lagi-lagi yang pertama kali mengenal cinta yaitu dengan dirinya.


Terlebih lagi memang Devano bukan laki laki yang Playboy, yang suka bermain dengan perempuan dan itu berarti memang Karina lah perempuan pertama kali yang disentuh oleh Devano.


"Jadi kamu harus bangga karena pertama kali dicintai oleh Devano dan juga pertama kali ditiduri oleh Devano."


Ucapan terakhir dari Jimmy membuat Karina melototkan matanya berarti secara tidak langsung di sana sudah mengatakan semuanya kepada sahabat yaitu betapa malunya Karina saat ini ia meskipun dirinya dengan Devano itu sudah sah menjadi suami istri tetapi ia malu jika sampai urusannya begitu kan orang lain harus tahu terlebih lagi juga mengatakan dengan senyum-senyum seperti meledek ke arahnya.


"Sudah sudah jangan berpikir untuk membenci Devano, karena semua ini kami yang memaksa Devano untuk bercerita dan pastinya kamu ketagihan kan dengan ular piton Devano yang begitu panjang dan juga besar itu."


Plakk


"Ngawur!!  ucapan Om bener-bener ngawur! otak Om sudah ngeres, sudah sana sana pulang daripada nanti di sini kelamaan nanti aku siram Om pakai air comberan."


Jelas saja tidak mau jika Jimmy terus-menerus menggodanya terlebih lagi ada Sintia disampingnya yang pastinya nanti bukan hanya Jimmy saja ya akan menggodanya tetapi juga dengan Sintia, terlebih lagi apalagi ini urusan ranjang yang pastinya Sintia tidak boleh mendengar hal yang begituan.

__ADS_1


"Aww galak banget sekarang, nanti aku aduin sama Devano, biar nanti malam kamu digempur terus dan tidak bisa bangun paginya..."


Goda Jimmy dengan sedikit mengancam, dan itu  membuat Karina langsung saja melangkahkan kakinya untuk mengambil sapu yang kebetulan terletak di samping tentu saja ia ingin memulai terlebih lagi mulutnya biar di filter sedikit tidak asal bicara.


"Hahaha ketahuan kan jika kamu malu kalau aku mengatakan nya dengan Devano, ya udah ya Rin aku pamit pulang dulu jangan lupa itu coklatnya dimakan dan jangan diemin Devano karena dia nanti akan menjadi ganas jika kamu tidak memaafkannya."


Jimmy tertawa kemudian meninggalkan Karina sementara karena mengepalkan tangannya gemas sekali dengan ucapan Jimmy itu terlebih lagi ini di sekolahan. Untung saja tidak ada orang yang mendengarkan ucapan dari Jimmy. Kalau tidak pastinya mereka semua akan berpikir jika Karina adalah perempuan yang suka keluar masuk klub dan sudah berhubungan dengan banyak laki-laki.


Bukan hanya Jimmy saja yang tertawa tetapi Sintia rupanya dia memperhatikan interaksi Karina dengan Jimmy yang tentunya Sintia juga ikut-ikutan tertawa bahkan  gadis cantik itu menganggukkan kepalanya pelan ketika mengingat ucapan-ucapan dari Jimmy barusan.


"Cie cie yang merupakan pertama untuk pak Devano apa gue bilang Rin, gue sudah yakin jika Pak Devano itu bukan Playboy meskipun kumpulannya sama Om Jimmy yang gue yakin dia sudah berulang kali keluar masuk lubang tetapi gue percaya jika Pak Devano itu bukan laki-laki seperti itu."


"Pastinya gue percayalah Om Jimmy sendiri tadi mengatakan tanpa bohong sama sekali dan gue bisa lihat dari mata om Jimmy yang benar-benar mengatakan seperti itu terlebih lagi ini menyangkut tentang kehidupan pribadi lo dengan Pak Devano yang pastinya dia tidak akan main-main. Dan lo pastinya tidak percaya?"


Karina mengedikkan bahunya kemudian perempuan cantik itu duduk di lobi sembari membuka bungkusan yang berisi coklat yang sangat besar dan juga panjang tentu saja sembari menunggu suaminya karena memakan sedikit demi sedikit coklat itu.

__ADS_1


"Wis bagi donk, enak saja lo makan sendiri."


Dengan cepat Sintia merebut satu batang coklat yang sudah ada di tangan Karina yang membuat Karina hanya bisa terdiam karena tidak mengapa memang keduanya sudah seperti itu sejak dulu lagi pula juga coklat pemberian dari desa ini sangatlah banyak Dan juga panjang pastinya Karina tidak habis.


"Makanlah nanti kalau kurang nanti gue mintain lagi kepada Pak Devano."


"Lo mau minta lagi sama Pak Devano, Lo berani?"


Sepertinya ini akan menjadi momen yang seru di mana Karina berani minta-minta sesuatu kepada Devano meskipun itu hanya sebuah makanan saja tetapi setiap tahu jika sahabat yang itu gengsinya terlalu tinggi untuk sekedar meminta hal sekecil itu kepada orang lain terlebih lagi dengan Devano meskipun adalah suami Karina sendiri tetapi Sintia yakin pastinya Karina tidak mau dicap sebagai perempuan yang matre padahal sama sekali tidak benar bahkan itu adalah hak Karina untuk meminta kepada suaminya.


"Nggak lah, lo nanti yang gue ajukan untuk minta lagi sama Pak Devano."


"Hahaha jadi geli sendiri gue mendengarnya lagi pula kenapa sih Rin, lo nggak mencoba berdamai saja dengan Pak Devano, Pak Devano itu sebenarnya tulus dan sangat mencintai lo terlebih lagi ia berusaha untuk memperhatikan love ya seperti tadi Om Jimmy bilang jika Pak Devano itu orangnya yang kaku karena baru pertama kali jatuh cinta dengan perempuan pastinya dia tidak tahu bagaimana caranya menyenangkan seorang perempuan itu bagaimana caranya merebut perhatian perempuan apalagi bisa meluluhkan hati perempuan terlebih lagi perempuan itu adalah kamu kamu yang dari awal memang tidak suka dengan Pak Devano dan juga hatimu yang terlalu keras jika berada pada laki-laki lain pastinya akan sulit sekali bagi Pak Devano untuk melakukan semuanya. Tapi gue percaya jika lama-kelamaan Pak Devano memberikan perhatian dan kasih sayang tulus kepada lo tentunya kan dulu juga jangankan nanti atau ke depannya sekarang saja kulihat jika elo juga sedikit demi sedikit sudah bisa menerima pernikahan loh."


Sintia mengatakan itu panjang dan lebar dan pastinya didengarkan oleh Karina meskipun Karina sepertinya acuh tak acuh dan sembari makan namun tidak masalah, Karina memang terkadang itu sahabat juga sangat dibutuhkan di saat seperti ini dan cinta berharap jika Karina bisa membuka hatinya dengan Devano dan melupakan semua masa lalunya dia walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan tetapi semuanya sudah terjadi itu juga antara Karina dengan Rama saat ini baik-baik saja tidak ada permusuhan ataupun saling membenci.

__ADS_1


"Omonganmu sudah seperti ustadzah, enak bicara saja tetapi nggak ngelakuinnya coba sono lo pacaran dan mempunyai kisah sama gue pasti lo sendiri juga berat untuk melangkah."


"Jangan samain gue sama lo tentunya juga beda, lagi pula juga gue berada di posisi lo gue akan terima semuanya ini tuh juga Pak Devano itu orangnya tampan, kaya raya dan perhatian apalagi yang gue cari dari laki-laki lain dan tentu saja sekarang gue dan dia sudah sah menjadi sepasang suami istri dan pastinya tubuh gue juga sudah dinikmati oleh suami gue dan itu adalah kunci satu-satunya mengapa gue tidak menyerahkan seluruh hati dan cintaku sama dia."


__ADS_2