Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Rasanya Enak


__ADS_3

"Dan dan sebaiknya bapak pergi dari sini, kita berpencar untuk mencari Karina, bahaya sekali jika Karina sampai tidak ditemukan apalagi malam begini."


Akhirnya mau tidak mau Rama mengusir Devano,  ia tidak mau berbicara panjang lebar lagi dengan Devano karena pikirannya saat ini tertuju kepada Karina, malam-malam begini di mana Karina berada? yang pastinya sangat berbahaya sekali jika sendirian.


Devano pun tidak mengucapkan sepatah kata lagi kepada Rama, laki-laki itu segera berbalik badan dan mencari Karina. Memang benar apa yang dikatakan oleh Rama sebaiknya ia pergi dari rumahnya Rama dan segera mencari Karina, karena sudah malam dan tentunya sangat bahaya bagi Karina jika malam-malam berada di jalanan terlebih lagi Devano tau jika Karina pergi dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


"Dan awas saja kalau sampai Karina kenapa-napa. Saya tidak akan segan-segan untuk merebut kembali Karina dari tangan bapak, saya tidak peduli meskipun bapak adalah suaminya!!"


Ucap Rama ketika ia melihat ke arah Devano yang sudah membalikkan badan, sedikit Rama memang mengancam Devano karena dari awal ketika ia tau kalau Karina sudah menikah dengan Devano, Rama sudah memperingatkan jika Karina disakiti olehnya ataupun Karina tidak bahagia dengan Devano, siap-siap saja Rama akan mengambil Karina lagi.


"Tidak akan!! saya tidak akan pernah melepaskan Karina, terlebih lagi saya sudah mencintai Karina dan tentu saja saya juga tidak mungkin mencelakakan Karina, Karina adalah istri saya .. istri yang sangat saya cintai.."


Mendengar ucapan dari Rama, Devano pun membalik badannya.. ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, meskipun sebenarnya Devano ingin memberikan hukuman di wajah tampan Rama tetapi ia urungkan, bukannya memecahkan suatu masalah tetapi malah menambah masalah apalagi Karina belum diketahui di mana keberadaannya.


Lagi dan lagi tatapan keduanya sangat tajam, keduanya sama-sama menabuh genderang permusuhan saat ini, di mana memang Rama malam ini benar-benar kecewa dengan Devano karena Karina yang pergi entah ke mana, begitu juga dengan Devano .. ia merasakan cemburu karena lagi dan lagi pernikahannya dengan Karina diusik, belum lagi urusan Dirga selesai kini Rama yang ikut-ikutan mengancamnya.


Tidak ingin berlarut-larut, namun Devano segera membalikkan badannya kembali, ia tidak mau berurusan dengan Rama dan segera melajukan motornya untuk mencari keberadaan Karina.

__ADS_1


Begitu juga dengan Rama, ia bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengambil kunci motornya, malam ini harus menemukan keberadaan Karina meskipun Rama sendiri tidak yakin jika Karina sedang berada di suatu tempat, tetapi Rama berharap jika memang Karina berada di sana.


Laki-laki itu bergegas untuk melajukan motornya ke sebuah tempat, tempat di mana Karina dan dirinya selalu mengunjungi tempat itu jika sedang galau, meskipun sebenarnya Rama ragu, apakah memang benar jika Karina berada di sana? terlebih lagi jarak tempuh rumahnya dengan tempat itu sangatlah jauh.


Tetapi Rama tidak menyerah, ia harus mencoba untuk mencari Karina, terlebih lagi ponsel Karina yang tidak diangkat yang membuat Rama sendiri bingung, dimana keberadaan perempuan yang masih dicintainya itu.


Sebelum menuju ke suatu tempat, Rama menyempatkan diri untuk ke rumah Sintia, berharap jika sahabat dari Karina itu tahu di mana keberadaan Karina meskipun tadi dari ucapan Devano, jika Sintia tidak bersama dengan Karina tetapi siapa tahu Sintia memang berbohong untuk menutupi semuanya.


"Lo adalah orang kedua yang menanyakan di mana keberadaan Karina, gue jadi bingung ... sebenarnya itu Karina kemana? dan kenapa Karina malam-malam begini sampai pergi dari rumah? apa lo dan Pak Devano ada masalah hingga Karina memutuskan untuk pergi?"


"Gue nggak ada masalah dengan Pak Devano, sebelum tahu jika Karina pergi malam ini. Tetapi setelah gue tahu jika Karina hilang tanpa kabar, mulai malam ini gue yang bermasalah dengan Pak Devano. Lo bener-bener nggak tahu di mana keberadaan Karina, Sin? atau jangan-jangan lo diminta Karina untuk berbohong malam ini dan menyembunyikan Karina?"


"Sejak kapan gue bohong sama lo? gue tahu lo dan Karina itu sama-sama saling mencintai meskipun pada akhirnya lo harus mengalah karena Karina yang dinikahkan paksa oleh kedua orang tuanya, tapi kali ini gue nggak tahu keberadaan Karina. Gue juga sudah menghubungi ponselnya, aktif tetapi tidak diangkat ... oh ya coba lo cek saja ke ponsel Karina, di mana keberadaan Karina saat ini..."


Rama menepuk keningnya sendiri, ia bahkan melupakan untuk mengecek di mana keberadaan Karina, ia akan tau di mana Karina saat ini dari ponsel Karina, untung saja ponsel Karina aktif hingga Rama bisa melacaknya.


"Ponsel Karina ditinggal di rumah Pak Devano dan yang pasti Karina sudah merencanakan untuk pergi malam ini!?"

__ADS_1


"Astaga .. kalau begitu lo harus mencari Karina, gue temenin ya? gue juga khawatir dengan Karina..."


Sepertinya bukan hanya Rama dengan Devano saja yang khawatir dengan Karina, Sintia juga hingga Sintia memutuskan untuk ikut mencari Karina meskipun malam-malam begini.


"Tidak perlu, biar gue saja. Lo lebih baik istirahat dan menunggu kabar dari Karina, siapa tahu Karina menghubungi lo meskipun tidak memakai ponselnya sendiri atau mungkin saja Karina akan datang ke sini."


Bukan karena apa-apa bukan pula karena Rama tidak ingin mengajak Sintia, tetapi ini malam hari dan pastinya tidak baik buat anak perempuan keluar malam-malam begini apalagi angin malam yang juga tidak baik untuk kesehatan dan juga memang ramah meminta hasilkan siapa tahu memang beberapa menit lagi Karina datang ke sini.


"Oke kalau begitu lo hati-hati kabari gue jika terjadi sesuatu dan kabari gue jika Karina sudah ditemukan, begitu juga dengan gue, gue akan standby di sini.. biasanya Karina jika punya masalah selalu datang ke sini."


Rama menganggukkan kepalanya kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah Sintia, ia saat ini menuju ke suatu tempat dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi berharap memang Karina ada di sana.


Sementara di tempat lain, Karina yang sudah menghabiskan satu gelas minuman beralkohol merasa kepalanya sangat pusing, gadis cantik itu bahkan meracau dengan sendirinya, sesekali juga tertawa mertawakan tentang keadaan dirinya saat ini.


Beruntung sekali tidak ada laki-laki yang mendekati Karina, karena sedari tadi Karina dalam pengawasan oleh laki-laki yang berbadan kekar, bukan orang suruhan Devano maupun orangnya Alex .. tetapi memang laki-laki itu bertugas untuk menjaga siapapun yang ada di klub malam ini terlebih lagi jika ada seorang gadis yang masih labil yang masuk di kelab ini, menjaga saja supaya tidak terjadi sesuatu hal yang diinginkan dan itu juga semua untuk menjaga nama baik kelab malam ini.


"Hahaha ternyata rasanya seenak ini minumannya, kenapa gue jadi bodoh? kenapa gue nggak ke sini dulu dan menikmati minuman yang begitu segar....."

__ADS_1


__ADS_2