
Kesal tentu saja bayangan Karina akan memakan coklat batang seenak dan sepanjang itu akhirnya musnah sudah,.bukan dari siapa pemberian coklat itu tetapi memang karena paling senang dengan namanya coklat siapapun yang memberikannya pasti karena akan menerimanya.
Kalau soal makanan terlebih lagi makanan yang manis-manis, yang nanti nya akan membuat tubuhnya mekar atau tidak, bagi Karina itu tidak masalah.
Bahkan tidak ada pantangannya sama sekali , perempuan cantik itu selalu saja menikmati berbagai macam makanan yang manis itu dengan berbagai gayanya tetapi pagi ini moodnya tiba-tiba berubah menjadi kesal manakala ia harus membuang coklat batang yang berukuran panjang dan besar itu ke tong sampah.
"Kenapa lagi mukanya? pagi-pagi sudah ditekuk begitu?"
Dirga, laki-laki itu juga pagi-pagi sudah sampai di kelas tentu saja Dirga sendiri tidak melihat adegan tadi di mana Devano dengan Karina yang pas menarik tangan Karina menuju ke ruangan pribadinya, karena Dirga baru saja memarkirkan mobilnya hingga laki-laki itu tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Tau ah, pagi-pagi sudah bikin gue kesel aja."
"Siapa? suami lo yang gak berguna itu?"
Ucap Dirga dengan nada kesalnya. Tapi Dirga tidak bisa memungkiri jika Karina sudah menjadi istri orang, meskipun begitu Dirga masih berharap jika suatu saat ia bisa bersama dengan Karina, entah bagaimana itu caranya, apa mungkin ia akan merebut Karina dari Devano atau berdoa supaya Karina berpisah dengan Devano.
Karina tidak menjawab perempuan cantik itu lebih memilih untuk menelusup kan wajahnya ke atas meja yang pastinya selain kesel, Karina juga ngantuk dan juga lelah, bisa-bisanya semalam ia juga habis dimangsa oleh suaminya tetapi pagi-pagi malahan Devano membuatnya jengkel.
"Kalau tidak kuat lepaskan saja, bukankah kamu tidak mencintai dia dan ada aku yang siap untuk menampung kamu."
__ADS_1
Dirga yang sudah menaruh tasnya di belakang langsung saja duduk di samping karena ia tahu jika Karina kesal dan tidak baik-baik saja.
Tangan laki-laki itu juga terulur untuk mengusap rambut Karina yang entahlah selain rasa cintanya yang begitu besar dengan Karina, Dirga juga seakan-akan sudah terbiasa dengan Karina, laki-laki itu sudah berteman baik dengan karena sejak kecil jadi pemandangan seperti ini sebenarnya sudah tidak asing lagi mereka sama-sama sering melakukannya dulu ketika masih kecil menenangkan jika ada salah satu yang bersedih dan tertawa jika mereka senang.
"Emang gue sampah apa pakai ditampung segala lagi pula kenapa lo nggak cari pacar aja sih Dir, dan berhenti gangguin gue!!"
Karina mendongakkan kepalanya kemudian menepis tangan Dirga pelan, bukannya ia tidak mau tetapi memang saat ini posisinya yang tidak tepat.
Ya meskipun Karina tidak mencintai Devano tetapi pernikahannya dengan Devano itu bukan malah main-main karena sadar betul jika pernikahan itu bukanlah sebuah mainan terutama pernikahan yang sudah sah dimata hukum dan agama mau tidak mau suka atau tidak suka Karina harus mengakui Devano sebagai suaminya terlebih lagi ini di sekolahan meskipun tidak ada orang yang teruji ke dirinya adalah istri dari Devano tetapi perlakuan manis Dirga itu bisa membuat orang lain salah paham mereka pasti mengira jika Dirga adalah penyebab kandasnya hubungannya dengan nama padahal tidak seperti itu bahkan mereka juga jika di berikan penjelasan kalau Karina dan juga sudah atau sejak kecil pastinya juga tidak menyangka.
"Kamu bukannya sampah Karin, tetapi memang apapun kondisi kamu bagaimanapun kamu Aku siap berada di depan kamu, jika sampai kamu berpisah dengan Pak Devano Aku siap untuk menerima kamu bahkan untuk menikahimu. Lagipula lo tau sendiri kan bagaimana aku, aku itu bukan tipe laki-laki yang mudah jatuh cinta, berteman saja tidak ada, temen aku yang perempuan hanya kamu teman aku satu-satunya yang aku miliki di sini yang pastinya kamu tahu sendiri bagaimana sifat aku itu."
Tidak ada jawaban dari Karina perempuan itu lebih memilih untuk mengambil buku pelajaran hari ini bukan untuk belajar tetapi entahlah mencoret-coret di atas kertas rupanya menjadi favorit Karina saat ini daripada ia terus memikirkan Devano yang membuatmu menyakiti atau memikirkan Dirga yang memang masih berada di sampingnya dan masih terus menatapnya.
Brakk
"Weh bini orang..... Pagi-pagi sudah nempel melulu, oh ya Rin, gue denger-denger tadi katanya elo dikasih bunga sama coklat, mana barangnya? Gue mau lihat..."
Sintia yang baru saja masuk ke dalam kelas langsung saja menggebrak meja Karina ketika ia melihat Dirga yang menetap ke arah Karina dengan tatapan mesranya dan juga tangan Dirga yang memainkan rambut karirnya.
__ADS_1
Bukan karena Sintia cemburu atau bagaimana tetapi ia tahu sahabatnya itu sudah mempunyai suami dan tidak baik jika terlalu berdekatan dengan laki-laki lain terlebih lagi laki-laki itu ada rasa dengan Karina yang pastinya itu salah besar.
Sintia juga mendengar berita heboh yang dari tadi membuat telinganya panas bukan karena gosip murahan tetapi gosip tentang sahabatnya yang diberi bunga dan coklat oleh seorang laki-laki yang sangat tampan yang pastinya berita itu sudah tersebar di sekolah ini.
"Bunga? coklat dari mana?"
Sepertinya memang Dirga tidak tahu menahu pasalnya tadi sewaktu ia datang keadaan sekolah belum begitu ramai dan juga Dirga buru-buru masuk ke dalam kelas untuk bertemu dengan Karina, karena Dirga sudah melihat mobil Devano berada di sini dan tidak adanya mobil Karina.
"Kepo!! bukannya Lo sudah datang dari tadi? kenapa malah nggak dengar sesuatu. Oh ya Rin mana tuh coklatnya kenapa lo makan sendiri? nggak lo bagi-bagi sama gue, tega ya lo?"
Setelah menatap tajam ke arah Dirga, Sintia melirik ke arah Karina dan melihat pemberian dari seseorang itu yang pastinya Sintia tidak melihat apapun di atas meja dan setiap berpikir jika Karina sudah memakannya dan menyimpan bunga mawar itu.
"Ambil aja di tong sampah!!"
Ucap Karina dengan ada yang kesal pastinya jika mengingat tentang dua benda itu karena mood-nya kembali lagi berubah, ia benar-benar jengkel dengan sikap suaminya yang tidak dewasa yang cemburuan yang terlalu posesif.
"Maksud lo bagaimana?"
Penasaran kenapa sahabatnya berkata seperti itu sehingga dengan cepat menggeser tempat duduk Dirga dan membuat laki-laki itu pindah ke belakang yang pastinya Sintia ingin tahu bagaimana ceritanya dan dari siapa barang-barang itu karena tadi ia hanya mendengar jika Karina mendapatkan coklat dan juga bunga dari seorang laki-laki tetapi tidak sempat mendengar siapa yang memberikan barang-barang itu kepada Karina.
__ADS_1
"Tanya aja sama guru idola lo!!"