
Entah sejak kapan Devano sudah membawa Karina ke atas ranjang, laki-laki itu juga tidak melepaskan pagutan bibir nya dari bibir Karina dan terus menyesapnya dan membiarkan Karina lagi dan lagi tidak bisa berbuat apa-apa.
Begitu juga dengan Karina, ia membalas setiap apa yang dilakukan oleh Devano meskipun ciumannya masih sangat payah tetapi Karina berusaha mengimbangi ciuman panas dari Devano itu dan membalasnya, serta ikut *****@* setiap bibir Devano melakukan gerakan apik di lidahnya.
Bukan hanya sekedar ciuman saja yang diberikan oleh Devano,laki-laki itu menggunakan tangan nya yang terampil untuk membuka satu persatu pakaian yang ada di tubuh Karina, malam ini ia tidak sanggup lagi untuk menahan sesuatu yang sudah ditahan nya sejak lama bahkan sejak melihat Karina di dalam klub malam tadi ingin rasanya Devano langsung memangsa istrinya itu tetapi ia mencoba waras ia mencoba menahan diri supaya tidak menerkam Karina, namun apalah daya, Devano adalah laki-laki normal terlebih lagi Karina adalah istrinya dan ia ingin mendapatkan Karina seutuhnya supaya Karina tidak bisa berpaling lagi dengannya dan itu adalah hal yang wajar, hingga akhirnya Devano setelah mempertimbangkan matang matang dengan perbuatannya, Devano memilih untuk segera memaksa Karina dan menjadikan Karina seutuhnya malam ini.
Awalnya Devano ragu karena ia tidak mungkin melakukan sesuatu di saat Karina tidak sadarkan diri tetapi dengan cara apalagi ia bisa memiliki Karina seutuhnya terlebih lagi Karina yang masih marah dengannya.
Hingga akhirnya Devano mantap dan tidak ragu lagi untuk melakukan sesuatu malam ini ia bahkan tidak peduli jika Karina marah, nantinya semua akan diselesaikan dengan baik terlebih lagi itu adalah hak Devano untuk memiliki Karina untuk membuat Karina menjadi istri yang sesungguhnya.
Tangan Devano sudah membuka semua pakaian yang menutupi tubuh Karina begitu juga dengan bagian bawahnya, rok pendek di atas lutut sudah ia buka.. hanya menyisakan segitiga berenda yang masih menatap di sana.
Devano menelan ludahnya, ia menggelengkan kepalanya pelan rasanya ia sudah lama tidak melihat bentuk tubuh Karina dalam keadaan polos seperti ini, terakhir kali seminggu yang lalu di mana Devano melakukan sebuah kesalahan yang membawa Karina untuk masuk ke dalam kamar hotel dan juga melucuti semua pakaian Karina dan sedikit menikmati tubuh Karina tetapi sayang sekali tiba-tiba tidak jadi karena Devano keburu pingsan malam itu.
Namun kali ini sudah dipastikan Devano tidak akan melakukan kesalahan dua kalinya ia akan melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya hingga tuntas bahkan mungkin tidak hanya satu atau dua kali saja bahkan sampai berkali-kali, tentu saja tujuan nya supaya membuat Karina menjadi miliknya dan supaya Karina nanti hamil anaknya.
"Kamu begitu seksi sayang dan tubuhmu tidak ada tandingannya, bukan tubuh mu saja yang membuat aku trroanana, tetapi semua nya...apalagi warna kulitnya benar-benar putih bersih, tentunya tidak ada yang berubah dari satu minggu yang lalu di mana Aku sudah merasakan betapa enaknya mencicipi tubuh kamu."
Malam ini Devano menjadi laki-laki yang sebenarnya, laki-laki itu yang kalem dan apa adanya dan tidak neko-neko akan berubah menjadi laki-laki yang buas yang akan menerkam Karina, tentu Devano lakukan dengan pelan-pelan meskipun sudah benar benar tidak tahan tetapi ia tidak akan menyakiti Karina, karena ini adalah pengalaman pertama baik dirinya maupun Karina.
__ADS_1
Karina masih memejamkan mata entah karena ia nyaman mendapatkan sentuhan sentuhan dari Devano yang membuat Karina rasanya enggan untuk sekedar membuka matanya atau apalah tetapi saat ini Devano benar menikmatinya , melakukan semuanya dengan pelan-pelan, tidak grusa grusu untuk menyatukan miliknya dengan milik Karina.
Setelah puas memandangi tubuh polos Karina, laki-laki itu mencium kembali bibir Karina dengan sangat ganasnya, begitu juga dengan Karina yang membalas ciuman dari Devano hingga ciuman yang begitu panas itu perlahan turun ke bawah, ke leher Karina dan memberikan tanda cinta di sana.
Belum puas memberikan tanda cinta di leher Karina, bibir Devano saat ini turun ke bawah menikmati dua benda kenyal yang saat ini menantang dan meminta untuk segera Devano terkam.
"Euhh...."
Lenguhan kecil keluar dari bibir Karina, di mana Devano saat ini sudah memainkan dua benda kenyal yang berwarna pink itu, yang begitu sangat menggoda dan juga sangat menantang dan membuatnya keenakan.
Devano seperti bayi, ia memainkan benda kenyal itu dengan satu tangannya dan satu benda kenyang lagi ia his@p, ia minum seperti bayi yang baru lahir yang sedang menikmati ASI dari ibunya.
Jangan tanyakan lagi bagaimana ekspresi wajah Karina saat ini sudah merah padam, bahkan Karina sudah meremas sprei dengan kedua tangannya dengan menikmati sentuhan sentuhan yangdiberikan oleh Devano dan dengan bibir yang terbuka lebar, mendes@h dan memberikan teriakan-teriakan kecil dari sana.
"Aku sudah tidak tahan lagi sayank dan maafkan aku jika aku memilikimu dengan cara seperti ini.."
Sudah tahan terlebih lagi Joni yang sudah berdiri tegak dan minta untuk dilepaskan, Devano mengubah posisi nya, laki-laki itu menurunkan wajahnya ke bawah dan membuka segitiga berendra yang masih menutup area inti Karina.
Glekk
__ADS_1
Lagi dan lagi Devano menggeleng ketika melihat sesuatu yang ada di depannya, sungguh ini benar-benar membuat laki-laki itu untuk menyentuh milik Karina yang menggoda, meminta untuk segera dinikmati dan disentuh. Yang pastinya Devano juga sudah tidak sabar untuk melakukan sesuatu yang membuatnya gila.
"Pak...sssttt...."
Karina mengeluarkan suara-suara merdunya saat ia merasakan sentuhan di area itunya itu bukan karena gesekan dari benda keras dan berurat tetapi karena sebuah jari jemari Devano dan juga lidah Devano yang sudah bermain apik di sana.
"Begitu menggoda sayank, aku sudah tidak tahan lagi dan terus lah berteriak memanggil namaku karena kamu sebenarnya lagi akan aku buat melayang."
Devano tidak ingin buru-buru meskipun ia sudah tidak tahan lagi tetapi ia akan menikmati semuanya dengan pelan-pelan, ia masih melakukan tugasnya di bawah dengan apik, menggerakkan jari jarinya dan juga bibirnya, membuat Karina semakin lama semakin bernyanyi dengan merdunya.
Hingga akhir nya setelah dirasa sudah cukup melakukan pemanasan Devano membuka seluruh pakaiannya, ia saat ini akan berperang melawan semuanya dan akan menjadikan karena seutuhnya malam ini.
Cup
"Maafkan Aku, aku memang salah tetapi ini yang aku inginkan aku tidak ingin kamu dimiliki oleh laki-laki lain karena kamu adalah istriku dan aku tidak akan melepaskan kamu karena kamu adalah milikku seutuhnya."
Sebelum melakukan malam yang panjang Devano mengecup kening Karina kemudian turun ke bibirnya dan membisikkan sesuatu di telinga Karina meskipun ia lakukan itu adalah salah tetapi tidak masalah, Karina adalah miliknya, ia sudah sah menjadi suami Karina dan berhak atas sesuatu yang ada di dalam tubuh Karina.
Karina yang sepertinya sadar karena Devano akan melakukan sesuatu, ia pun menggelengkan kepalanya rasanya bibirnya ingin mengucapkan tidak, tidak untuk melakukan sesuatu ini tetapi rasanya bibir Karina tidak bisa berucap dan hanya pasrah menerima apapun yang akan dilakukan oleh Devano.
__ADS_1
"Jangan khawatir, aku tidak akan menyakiti mu...tahan sedikit mungkin ini akan sakit."