
Keduanya sama-sama menikmati sore ini di loby sekolah dan tentu saja kebanyakan dari teman teman Karina sudah pada pulang tinggal Karina dan juga Sintia saja yang masih duduk sembari menikmati sentuhan angin sepoi Sepoi yang menerpa rambut mereka.
Dan dari lobi sudah terlihat guru-guru keluar dari ruang rapat tentu saja di sana sudah ada Devano yang juga keluar dari sana.
Ada rasa senang dan juga jengkel tetapi senang ketika melihat suaminya yang tampan dan juga gagah meskipun siang tetapi pesona Devano tidak terkalahkan lagi.
Ya walaupun Karina tidak mengakui ketampanan Devano jin juga masih belum jatuh cinta 100% kepada suaminya tetapi entahlah setiap pilihan yang selalu bersikap diingat terhadap perempuan yang lainnya membuat hati Karina seakan-akan luluh dan karena merasa seakan-akan dirinya memang benar-benar dicintai oleh suaminya.
"Nah sekarang senyum-senyum sendiri seperti orang gila, gue balik ya Rin tuh pak Devano sudah jalan menuju ke sini."
Tentu saja sedari tadi Sintia memperhatikan ekspresi wajah sahabatnya itu di mana setelah melihat Pak Devano, Karina tersenyum ya walaupun karena melihat suaminya itu dari jarak yang agak jauh tetapi sudah nampak pesona dari suami karena itu.
Dan juga Sintia berdiri lalu merapikan pakaian ada tentu saja setelah menemani Karina beberapa jam di sini gadis cantik itu juga harus segera pulang ke rumahnya dan pastinya setelah memastikan jika karena sudah bertemu dengan Devano tentunya.
"Iya hati-hati atau enggak menunggu Om Devano saja sekalian nanti kita anterin lo pulang."
__ADS_1
"Jangan mendadak jadi oon Karin,.hanya karena lo habis makan coklat yang panjang dan juga banyak seperti itu gue bawa mobil dan pastinya rumah gue dengan rumah Pak Devano itu berlawanan arah bagaimana mungkin kalian berdua akan mengantarkan gue."
"Hahaha lucu lo, jangan jangan lo yang oon,.bisa saja kali lagian juga nggak masa lo bawa mobil sendiri pak Devano pakai mobil dia sendiri yang jelas kita nanti akan ikutin lo dari belakang supaya lo aman lagi pula untuk masalah jarak tidak masalah atau juga yang menyetir bukan gue."
"Sudah gue duga lo licik Bukan main, enggak enggak gue bukan anak kecil ... Lagian jalannnya masih Ramai dan tentu saja rumah gue bukan di pelosok yang harus melewati hutan dan mendaki gunung melewati lembah, jadi nggak perlu anter atau apapun di belakang mobil gue, cukup lo di sini nungguin suami lo dan jangan berantem lagi dan ingat kata-kata gue tadi supaya lo sedikit demi sedikit karena kalau nggak lo nanti akan menyesal jika sampai ada perempuan lain yang dicintai oleh Pak Devano nanti."
Karina hanya menganggukkan kepalanya, entah apa yang diucapkan oleh Sinta itu nanti dipakai atau tidak yang jelas membiarkan dulu sahabat nya itu pergi dari sini daripada nanti mengoceh, seperti halnya dengan Jimmy tadinya.
Melihat suaminya yang hampir mendekatinya Karina buru-buru untuk segera menuju ke parkiran dan tentu saja ia menyusul Sintia yang sudah terlebih dulu di parkiran, Karina bukan tidak mau berjalan dengan Devano tetapi ia takut dan malu saja jika guru-guru mengetahuinya padahal kepala sekolah dan sebagian guru sudah ada yang tahu tentang pernikahan karena dengan Devano.
"Kenapa lagi? bukannya Lo tadi nungguin suami lo di lobby, kenapa juga ikut-ikutan gue ke parkiran atau jangan-jangan lo mau bilang mau nebeng sama gue nggak nggak gue udah capek udah hampir malam dan pastinya gue mau pulang nggak mau nganterin elu pulang dulu..."
"Hahaha kenapa lo jadi malu seperti itu dan pastinya gue yakin jika guru-guru di sekolahan ini sudah tahu hubungan lo dengan Pak Devano, hanya saja mereka memang sengaja tutup mulut biar semua tidak heboh seperti yang lainnya, terlebih lagi jika teman-teman kita banyak yang tahu tentang Lo yang sudah dinikahi oleh Pak Devano pastinya semua orang akan iri bahkan ada yang mencibir lo."
"Nah itu masalahnya, makanya gue nggak mau terlihat berdua dengan Pak Devano, cukup lo saja yang tahu dan mulutnya jangan ember, dah gue masuk dulu sebelum ada guru yang lihat gue masuk ke dalam mobil Pak Devano."
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban atau tanggapan dari Sintia, Karina segera masuk ke dalam mobil Devano tentu saja ia tidak mau jika guru-guru nanti tahu kalau ia sengaja menemui Devano dan masuk ke mobilnya yang pastinya meskipun guru-guru ada yang sudah tahu tetapi karena ingin merahasiakannya nanti biar setelah lulus sekolah Karina baru mengumumkannya toh juga ini hati karena yang masih bimbang antara menerima pernikahan ini atau meminta berpisah dengan Devano setelah lulus sekolah nantinya.
Sedangkan Devano yang sedari tadi ia sudah memandang istrinya, laki-laki itu tersenyum menatap ke arah wajah cantik Karina yang setia menunggunya, ya meskipun terlihat Karina yang jutek karena mungkin kesal sudah menunggu dirinya lama tetapi pesona Karina memang tidak bisa terkalahkan perempuan cantik itu benar-benar sangat mempesona yang membuat Devano tidak tahan untuk segera membawa Karina pulang ke dalam rumahnya.
Tentu saja ia tidak memaksa Karina untuk menunggunya di lobby karena Devano tahu pastinya istrinya itu masih malu jika semua orang mengetahui bunganya dengan Karina padahal seperti yang Sintia bilang tadi sebagian guru-guru sudah tahu tetapi mereka memilih diam karena ini merupakan kepentingan pribadi dan juga mereka semua melihat bahwa tidak ada interaksi yang khusus antara Karina dengan Devano di sekolah yang masih dalam tahap wajar sewajarnya antara murid dengan guru.
Ceklek...
Devano akhirnya masuk ke mobil menyusul istrinya, ia memang sengaja tidak mengunci pintu mobilnya supaya Karina bisa suatu saat waktu masuk ke dalam mobil mungkin saja Karina ingin ngadem saat istirahat atau bagaimana yang entahlah tetapi memang pintu mobil tidak dikunci sama sekali oleh Devano.
"Maaf sayank, aku tadi lama habisnya banyak banget yang perlu dibahas..."
Tentu saja Devano dengan memakai sabuk pengamannya karena ia sudah melihat Karina yang sudah siap dengan sabuk pengamannya itu dan pastinya Devano juga tidak akan lama-lama untuk melajukan mobilnya keluar dari sekolahan ini.
"Iya lama banget kalau gitu tadi aku pulang duluan sama Sintia saja ke mall."
__ADS_1
"Pulang sama Sintia? bukannya Sintia juga ikut menemani kamu di sini?"
Ya Devano tahu jika istrinya hanya pura-pura saja padahal sedari tadi Devano juga sudah melihat Sintia yang masih setia bersama dengan istrinya maka dari itu Devano sedikit tenang dengan rapat yang berjalan sangat lama.