Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Mengingat


__ADS_3

Alex menganggukka kepalanya, rupanya memang ucapan dari asisten pribadinya itu memanglah benar, iya yang ingin mendapatkan hati Karina tidak boleh grusa grusu, terlebih lagi ia baru menengal Karina, begitu juga sebaliknya. Tidak ingin nantinya Karina menolaknya, maka dari itu Alex akan melakukan cara yang biasanya abege abege lakukan pada umumnya,  pendekatan dulu dengan Karina dan sebagainya, sebisa mungkin Alex akan memberikan perhatian lebih kepada gadis cantik itu supaya nanti saat dirinya melamar akan langsung diterima oleh Karina.


Sedangkan Deri, asisten pribadi dari Alex itu hanya menggelengkan kepalanya, ia baru kali ini melihat Bos nya tersenyum membayangkan wajah perempuan, padahal setiap harinya Alex selalu dikelilingi oleh perempuan terlebih lagi perempuan itu selalu menghangatkan ranjang Alex, tetapi tidak melihat ekspresi wajah Alex yang begitu senang seperti kali ini.


Semoga Bos bisa tobat setelah menemukan tambatan hati...


Iya, Deri sudah lama ikut bersama dengan Alex, dan sudah tahu bagaimana sepak terjang dari bosnya itu bagaimana bosnya itu mencampakkan setiap perempuan yang sudah pernah ditidurinya bahkan Alex tidak segan-segan untuk memperlakukan perempuan itu secara kasar, tetapi malam ini ada sedikit perubahan dari diri Alex yang mana ketika mengingat tentang gadis cantik yang semalam ditemui di kelab.


Sedangkan Karina, perempuan cantik itu saat ini sudah mengikuti pelajaran di kelas dan tentu saja jam pelajaran pertama adalah matematika dan gurunya sendiri adalah suami tampan nya yang sudah berada di depan kelas.


Seperti biasanya Devano jika mengajar, auranya sangat tajam, dingin dan juga menyeramkan, hingga membuat murid-muridnya tidak ada yang berani menatap tajam ke arah Devano, begitu juga dengan Karina saat ini, bukan karena takut menghadapi Devano tetapi memang Karina masih jengkel dengan suami nya hingga sedari tadi ia hanya menundukkan kepalanya.


"Kerjakan soal-soal di depan dan tiga puluh menit lagi kalian harus mengumpulkannya."


Setelah menerangkan tentang pelajaran hari ini Devano memberikan soal-soal tentunya itu juga harus dikerjakan oleh seluruh siswanya tidak terkecuali dengan Karina.


Melihat semua muridnya tidak ada yang protes, Devano berkeliling untuk melihat ke arah muridnya, apakah bisa mengerjakan atau tidak, selain itu juga Devano ingin mendekati Karina yang sedari tadi hanya menundukkan kepala tanpa berani memandang wajahnya.

__ADS_1


"Nggak bisa ngerjain kan? makanya kalau diterangkan itu memperhatikan, bukannya malah menunduk?"


Sedikit berbisik, yang mendengar hanya Sintia saja yang saat ini berada di samping Karina, tetapi Sintia juga tidak akan berkata apa-apa lagi meskipun ia penasaran dengan apa yang terjadi antara Karina semalam, namun nanti saja Sintia akan menanyakan kepada sahabatnya itu.


Mendengar ucapan dari Devano, Karina langsung mendongakkan wajahnya, ia menatap tajam wajah Devano sembari memanyunkan bibirnya, sungguh pemandangan ini membuat Devano gemas dengan istrinya dan ingin sekali menarik tangan istrinya untuk keluar dari kelas lalu memangsanya, tetapi Devano masih ingat dengan posisinya saat ini yang berada di dalam kelas.


Karina langsung saja menarik tangan kemudian mengangkat tangannya itu dan berekspresi mencakar wajah Devano, tentu jengkel karena suaminya itu kenapa tiba-tiba mengucapkan seperti itu, tidak tahu saja semua ini karena ulahnya yang sudah membuat dirinya tidak berdaya hingga membuat Karina tidak berani untuk menatap wajah Devano, saking jengkelnya dengan suaminya.


"Kamu lucu sekali sayank, ingin rasanya memangsa kamu.. apa saja nanti setelah pulang sekolah?"


Tentu saja selain Devano gemas, Devano juga Menginginkan lagi kejadian semalam.. di mana hanya melihat wajah Karina saja sesuatu di bawah sana sudah terasa sesak sepertinya memang si Joni benar-benar tidak bisa dikondisikan lagi hanya menatap wajah cantik Karina.


Bel pelajaran berbunyi, berarti itu tandanya pelajaran matematika sudah selesai dan semua murid ke depan untuk mengumpulkan jawaban yang sudah ditulis di buku mereka masing-masing.


Tentu saja kali ini Devano tidak memerintahkan Karina karena ia ingin sesuatu yang lebih dari ini nantinya setelah temannya mengumpulkan tugas ini di ruangannya.


Sadar dengan kepergian Devano, Karina menghela nafasnya berat perempuan cantik itu juga lega karena Devano tidak diminta untuk membawa tumpukan buku itu ke kantor dan itu berarti ia bisa sedikit bernafas lega dengan tidak bertemu dengan suami mesumnya.

__ADS_1


Sedangkan Sintia, ia masih melihat ekspresi wajah Karina dengan Devano sepertinya ada sesuatu diantara keduanya meskipun Sintia sedikit tahu jika Karina masih jengkel atau marah dengan Devano namun sepertinya kali ini bukan hanya masalah Devano yang sudah mengatakan semuanya kepada Rama tentang hubungannya namun bisa jadi lebih.


"Rin, Lo nggak cerita sama gue semalam ke mana? tahu nggak Rama khawatir sama Lo, begitu juga dengan gue. Rama mencari lo sampai tengah malam bahkan ia tidak henti-hentinya nelponin gue dan menanyakan tentang lo."


Setelah Karina masuk tadi pagi, Karina juga tidak bercerita banyak kepada Sintia hanya mengatakan kalau dirinya baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu semalam tetapi Sintia juga tidak percaya penuh dengan sahabatnya itu yang mana melihat ekspresi dari wajah Karina yang sangat meragukan dan juga tampak wajah pucat, Karina sepertinya kurang tidur.


"Gue semalam ke kelab dan mabuk."


Ucap Karina dengan nada suara yang pelan, pastinya tidak ada lagi yang mendengar suara dari Karina itu selain Sintia, sementara Dirga ... laki-laki itu sudah lebih dulu ke kantin bersama dengan teman laki-lakinya karena sejak tadi mengajak Karina ke kantin Karina sama sekali tidak mau.


"Gila gila.. bisa-bisanya lo ngelakuin itu, gimana juga Pak Devano? Lo pastinya dimarahin besar sama lo?"


"Memang dia tahu, dia juga yang membawa pulang gue dari kelab, entahlah pikiran gue semrawut bukan hanya karena Rama saja tetapi semalam Dirga juga menemui Devano dan keduanya saling memperebutkan gue, heran dengan mereka.. Apa sih yang membuat mereka seperti itu? gue memang cantik, menarik tetapi apa tidak ada perempuan lain lagi selain gue?" Ucap Karina dengan pedenya, tentu nya itu sekedar untuk menghibur dirinya sendiri.


"Berarti Dirga sudah tahu kalau lo dan Pak Devano itu sudah menikah?"


Karina menganggukkan kepalanya, maka dari itu Dirga malam-malam menemui dia dan mengatakan sesuatu hingga akhirnya gue curiga dan gue buntutin eh nyata-nyatanya mereka malah membicarakan gue, gue yang masih marah, jengkel dan sebagainya entahlah bingung sendiri mau kemana hingga akhirnya gue berada di depan klub dan tentu saja gue penasaran dengan bagaimana dalam klub itu."

__ADS_1


"Lo memang gila Karin, nekat juga lo datang ke sana, terus terus Pak Devano marah besar sama lo semalam?"


Tentu saja untuk pertanyaan Sintia saat ini Karina belum bisa menjawabnya, ia bahkan memejamkan matanya tentu mengingat tentang kejadian semalam bersama dengan Devano.


__ADS_2