
Dirasa ada sesuatu yang tidak bisa dikendalikan lagi Devano dengan cepat menghentikan ciuman bibirnya yang terasa semakin panas, ia tidak mau jika melakukan sesuatu di dalam sini tentu saja ia ingin membuat momen yang indah dan pertama kalinya untuk dirinya dan juga Karina di tempat yang lain bukan di sekolah bahkan dengan fasilitas yang apa adanya.
Devano mengusap lembut bibir Karina, ia juga menatap tajam mata Karina saat ini yang masih menundukkan kepalanya sepertinya Karina malu untuk mengakui semuanya bahkan dengan Karina yang ikut membalas ciuman dan lum@tan bibirnya, Devano sendiri paham jika Karina sebenarnya mempunyai rasa untuknya.
"Aku tahu jika kamu juga sudah mulai menyukaiku dan aku akan pastikan itu semuanya."
Karina masih menundukkan kepalanya ia masih malu dan tidak bisa menjawab apapun pertanyaan dari Devano bahkan menanggapi yang barusan diucapkan saja Karina tidak mampu.
Gadis cantik itu hanya bisa merutuki dirinya sendiri kenapa ia bisa-bisanya terlena dan terbuai dengan apa yang diberikan oleh Devano bahkan ia juga menikmati sekaligus membalas ciuman dari Devano yang membuat Devano berpikir jika dirinya sudah menyukai Devano meskipun sebenarnya itu adalah iya.
"Nanti siang pulang bareng aku."
Devano mengeluarkan kunci kemudian membuka kunci ruangannya itu dan meminta Karina untuk keluar dari ruangannya, bukannya mengusir tetapi jika Karina lama-kelamaan berada di sini maka ia tidak bisa mengendalikan dirinya lagi apalagi ular pitonnya sudah berubah bentuk dan ukurannya dan pastinya sebagai seorang laki-laki yang normal Devano ingin lebih dari sekedar ciuman saja.
Tidak ada jawaban dari Karina lagi tetapi gadis cantik itu mendengar apa yang diucapkan oleh Devano dan bergegas untuk keluar dari ruangan Devano.
Apa yang harus aku lakukan kenapa aku membalas ciuman dari Om Devano yang nyata-nyatanya memang ciuman itu sangat memabukkan dan membuat aku terpesona dengan apa yang dilakukannya?
Karina keluar dari ruang Devano seketika ia merutuki dirinya sendiri yang mana sudah ikut membalas apa yang dilakukan oleh Devano dan perasaan Karina saat ini entahlah apa mungkin jika dirinya benar-benar sudah jatuh cinta dengan suaminya itu, lalu kalau iya bagaimana dengan nasib Rama?
"Sayang sudah selesai, bagaimana kalau kita ke kantin?"
Lamunan Karina buyar ketika Rama sudah menghampirinya mungkin saja laki-laki tampan itu tadi mencari Karina di kelasnya dan saat ini menghampiri Karina ketika sudah keluar dari ruangan Devano dan beruntung sekali karena cepat-cepat keluar dari ruangan sana Kalau tidak maka Rama akan melihat apa yang sudah ia lakukan dengan Devano meskipun itu tidak secara langsung tetapi berada di dalam ruangan yang cukup lama akan membuat Rama curiga.
__ADS_1
"Maaf Ram sepertinya aku tidak lapar dan aku ingin ke kelas saja."
Sebuah penolakan yang sama sekali baru Rama dengar dari bibir Karina di mana selama ia menjalin hubungan dengan Karina, Karina tidak pernah menolak apapun yang ditawarkan oleh Rama terlebih lagi ketika ke kantin karena kantin adalah satu-satunya tempat yang membuat Karina nyaman.
"Kenapa?"
"Tidak kenapa-napa hanya saja aku tidak lapar."
Iya karena memang tidak lapar karena ia sudah mendapakan asupan makanan dari Devano meskipun bukan makanan yang sebenarnya tetapi entahlah rasanya ia tidak ingin ke kantin hanya untuk sekedar makan atau minum tetapi ia ingin menepi dirinya sendiri di dalam kelas tertentu saja ia memikirkan tentang perasaannya saat ini apa mungkin memang perasaannya sudah bercabang bukan hanya ia jatuh cinta sama Rama saja tetapi juga dengan Devano yang sudah sah menjadi suaminya.
Rama menggelengkan kepalanya melihat perubahan Karina yang begitu drastis di mana tadi pagi masih baik baik saja tetapi yang ini sepertinya perlakukan Karina begitu dingin padanya yang membuat Rama ketika langsung menarik tangan Karina dan membawa Karina ke taman belakang sekolah di mana ia akan meminta penjelasan kepada Karina,nAda apa yang sebenarnya terjadi dengan kekasihnya itu.
"Eh mau ke mana Ram, bukannya aku ingin ke kelas saja, aku tidak mau ke kantin?"
Bagaimana mungkin Karina akan menceritakan tentang perasaan hatinya yang mungkin kini sudah bercabang terlebih lagi tadi Karina sudah berciuman dengan sangat mesra dengan Devano . Memang tidak ada yang salah karena Karina dan Devano sudah sah menjadi suami istri tetapi selama berpacaran dengan Rama ia pun belum pernah melakukan seperti itu hanya paling banter Rama mencium kening dan pipi Karina namun untuk bibir, Rama belum melakukannya.
Padahal Karina dan Rama sama-sama saling mencintai tetapi entahlah Karina sendiri juga tidak berkeinginan untuk berciuman dengan Rama, hanya saja tadi di depan Devano perasaannya tiba-tiba mendadak muncul dengan sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Devano.
"Kamu kenapa yank? kalau ada yang mengganjal di pikiran kamu, kamu ceritakan sama aku, seperti biasa kamu boleh membagi keluh kesahmu itu kepada aku?"
Karina terdiam sesaat ia sendiri bingung mau menceritakan dari mana, yang jelas tidak mungkin jika Karina menceritakan tentang perasaannya yang sudah terbagi.
"Entahlah aku sendiri bingung."
__ADS_1
"Bingung kenapa, ada masalah dengan orang rumah atau om dan tante pergi ninggalin kamu lagi keluar kota?"
"Bukan, tetapi dengan hubungan kita?"
"Hubungan kita hubungan kita bagaimana maksud nya yank, aku tidak paham yank?"
Jelas saja Rama tidak tidak paham dan bertanya-tanya mengenai hubungannya dengan Karina yang selama ini baik-baik saja dan tidak ada masalah sedikitpun bahkan kedua orang tua Karina juga sudah mengenal Rama dengan baik begitupun dengan kedua orang tua Rama yang menerima Karina, lalu ada apalagi ini mengapa Karina mendadak bingung tentang hubungannya.
"Atau ini ada hubungannya dengan Dirga?"
Karena tidak menjawab pertanyaan Rama hingga Rama akhirnya mengucapkan tentang Dirga di mana Rama sudah curiga kalau Dirga menyukai Karina dan Dirga lah yang membuat Karina menjadi bingung seperti ini.
Bukan Dirga, Ram tetapi Pak Devano?
Karina sendiri malah tidak kepikiran tentang Dirga sama sekali meskipun Dirga tadi pagi baru saja mengatakan cinta padanya tetapi untuk Dirga, Karina bisa menepisnya karena Karina sudah menganggap Dirga sebagai sahabatnya sendiri dan tidak mungkin bersama, Karina juga tidak mempunyai rasa dengan Dirga namun ini masalahnya dengan Devano,mDevano adalah suaminya dan bagaimanapun keadaannya Devano lah yang berhak atas dirinya.
"Kalau memang karena Dirga, aku harus menghadapinya, dia maunya apa? Sudah tahu kalau kamu adalah pacarku tetapi masih saja mengejar kamu. Dirga suka sama kamu kan?"
Andai saja Karina bisa berkata jujur,.pasti ia akan memberitahu Rama tentang pernikahan dengan Devano dan rasa yang sudah berkurang untuk Rama saat ini berpindah ke hati Devano, tetapi sayang sekali Karina sendiri bingung harus memulai cerita ini dari mana.
Karina masih diam saja, ia tidak mungkin mengkambinghitamkan Dirga, meskipun Dirga juga menaruh rasa padanya. Kemudian dengan cepat Rama menarik tubuh Karina dan memeluknya dengan sangat erat, laki-laki itu memang sudah merasakan jika Dirga menaruh rasa kepada Karina.
Deg
__ADS_1