
Karina sendiri tidak berpikir panjang, yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah bertemu dengan Rama dan menjelaskan semuanya, semuanya tentang pernikahan dadakan antara dirinya dengan Devano.
Karina sudah berada di dalam taksi dan gadis cantik itu segera mematikan ponselnya setelah ia mendapat kabar dari Rama kalau Rama sudah sampai di tempat yang biasanya ia kunjungi.
Ya, Karina akan sebisa mungkin hari ini ia akan memanfaatkan waktunya untuk bersama dengan Rama, belum tentu jika hari-hari besok ia akan bertemu dengan Rama sebebas ini pastilah suaminya itu akan melarangnya, apa lagi Devano yang sejak awal meminta dirinya untuk memutuskan hubungan dengan Rama.
Meskipun sedikit ia ada rasa dengan Devano tetapi tidak mungkin juga kalau Karina mengakhiri hubungannya dengan Rama yang sudah hampir berjalan 2 tahun ini dan juga rasa cintanya lebih besar untuk Rama daripada Devano yang baru hadir di sini, toh juga Karina belum tahu bagaimana sifat Devano, bagaimana baik dan buruknya laki-laki itu meskipun saat ini sudah menjadi suaminya.
Karina juga harus mempersiapkan diri jika seandainya Rama memang mengakhiri hubungannya, ia harus sadar karena memang statusnya saat ini yang sebagai seorang istri dan tentu saja meskipun Karina tidak mau namun jika Rama memutuskan seperti itu Karina sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.
Hingga akhirnya taksi yang ditumpangi Karina sudah sampai di sebuah pantai, tempat ini memang tempat favorit untuk Rama dan juga Karina, yang biasanya mereka berdua menghabiskan waktunya di sini.
Seperti pesan yang beberapa menit yang lalu dikirimkan oleh Rama, Karina tersenyum mendapati Rama yang sudah berdiri di samping mobil, tentu saja kekasihnya itu kini sedang menyambut kedatangannya.
Sama dengan ramya, laki-laki itu tersenyum ketika melihat sebuah taksi yang sudah berhenti di depannya, ia yakin jika yang ada di dalam taksi itu adalah Karina dan Rama menyambut Karina dengan merentangkan tangannya.
Tentu saja sejujurnya Rama kangen dengan Karina ia bahkan saat ini berpikir jika dirinya dengan Karina tidak sebebas dulu bahkan mungkin saja ada sesuatu yang disembunyikan oleh Karina hingga Karina juga tidak bisa bebas seperti dulu lagi, mungkin inilah jawaban dari pertanyaan Rama beberapa hari yang lalu di mana ia merasa jika Karina aneh, sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu dan ternyata tentang pernikahan rahasia Karina dengan Devano.
"Sayank..."
__ADS_1
Rama merentangkan tangannya tentu saja disambut baik oleh Karina yang saat ini sudah turun dari taksi, gadis cantik itu berlari untuk menghampiri kekasihnya dan memeluk nya.
Seperti halnya dengan Rama, Karina pun merasa yang sama, ia kangen dengan kekasihnya dan juga merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi dalam hubungannya.
Sejauh ini Karina tidak ada niatan untuk selingkuh dari Rama bahkan jika dilihat Karina memang bukan perempuan yang baik-baik, yang barbar dan suka aneh-aneh tetapi dirinya adalah perempuan yang setia yang tidak akan pernah menduakan kekasihnya namun sayang sekali kenyataannya tidak seperti itu bukan Karina ingin meninggalkan Rama tetapi takdir yang membuatnya untuk tidak bisa bersama dengan Rama.
"Aku kangen banget sama kamu yank.."
Pelukan mereka belum terlepas bahkan Rama pura-pura saja tidak mengingat jika status Karina saat ini adalah istri orang, tetapi yang masih jelas diingatkannya adalah Karina masih tetap kekasihnya.
"Aku juga kangen banget sama kamu, yank..."
"Jangan nangis, aku tahu apa yang kamu rasakan.. sekarang ceritakan padaku bagaimana semuanya itu terjadi rasanya aku masih belum percaya..."
Rama malerai pelukannya, kemudian laki-laki itu menatap wajah cantik Karina serta tangannya terulur untuk menghapus air mata yang sudah jatuh di pipi Karina. Rama tahu apa yang dirasakan oleh Karina dan bagaimana perasaan Karina saat ini mungkin jika Rama bisa mengungkapkannya, laki-laki itu juga ingin menangis seperti Karina namun Rama mencoba untuk menahannya, tidak ingin menambah beban di hati Karina apalagi membuat Karina tambah bersedih.
Tidak ada jawaban dari Karina, tetapi Rama yakin jika Karina memintanya untuk bertemu pagi ini dan mengabaikan sekolahnya pasti Karina ingin menjelaskan semua yang terjadi hingga akhirnya Rama menuntun Karina ke sebuah gazebo di pinggir pantai yang memang tempat itu adalah tempat favorit mereka yang biasanya mereka menghabiskan waktu seharian di sana.
"Aku pesenin makanan dan minuman dulu ya, pasti kamu belum sarapan?"
__ADS_1
Karina menganggukkan kepalanya ia memang belum sarapan tadi pagi, bahkan semalam pun Karina tidak bisa menikmati makanan kesukaannya meskipun itu bersama dengan Rama tetapi ada sesuatu yang ada di dalam dirinya sehingga ia tidak bisa leluasa untuk menyantap makanan kesukaannya itu.
Sejenak Rama menghilang dari pandangan mata Karina, laki-laki itu saat ini sedang memesan makanan dan minuman kesukaan Karina.
Karina menatap ke depan, ia juga menghapus sisa-sisa air mata yang masih menetes di pipinya dan lagi dan lagi Karina berpikir apakah ini adalah pertemuan terakhir kalinya dengan Rama, karena pastinya Karina sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya dengan hubungannya dengan Devano ataupun hubungannya dengan Rama.
Beberapa menit kemudian, Rama datang dengan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman . Rama sengaja tidak meminta pelayan untuk melayaninya ia ingin membawanya sendiri dan menaruhnya di depan Karina tentu saja Rama juga ingin menyuapi Karina pagi ini.
"Makan dulu, aku tahu kamu lapar .. aku suapin ya?"
Tidak ada penolakan dari Karina, gadis cantik itu membuka mulutnya yang membuat Rama tersenyum kemudian memasukkan makanan ke dalam mulut Karina begitu juga dengan Karina, ia melakukan hal yang sama sampai kedua piring yang ada di atas meja itu benar-benar habis.
Setelah semuanya habis, Rama menyingkirkan piring-piring kotor itu kemudian menggenggam tangan Karina, laki-laki itu sudah penasaran dengan apa yang terjadi, mengapa kekasihnya bisa menikah dadakan dengan guru killer yang ada di sekolahnya, sungguh ini bukanlah hal yang baik. Jika Rama bisa meminta ia ingin semuanya ini hanyalah mimpi buruk saja yang saat ia bangun semuanya tidak akan terjadi dan hilang begitu saja.
"Kamu tahu kan kalau aku sangat mencintaimu . Aku juga sangat menyayangimu bahkan kita berdua mempunyai mimpi yang sama suatu saat nanti."
Rama memegang tangan Karina kemudian mencium lembut punggung tangan kekasihnya itu di mana ia mengingat tentang apa yang sudah dikatakannya beberapa waktu yang lalu yang pastinya Rama bukan hanya sekedar cinta-cintaan kepada Karina tetapi ia ingin serius dengan Karina, namun Rama juga tidak ingin menikah di usia yang masih muda, ia tidak ingin merampas kebahagiaan Karina di masa muda dan ingin sama-sama meraih cita-citanya hingga nanti kemudian keduanya sukses.
Karina menganggukkan kepalanya, ia sama sekali tidak lupa dengan apa yang diucapkan oleh Rama bahkan Karina sendiri masih ingat dengan semuanya itu bukan hanya Rama yang menginginkan semuanya tetapi Karina juga.
__ADS_1
Gadis cantik itu menatap wajah Rama, sebenarnya ia tidak tega jika menceritakan semua yang terjadi tetapi memang semuanya harus diceritakan tentang pernikahan dadakannya, supaya Rama tidak salah paham, supaya Rama tidak mengira jika Karina yang memang mencintai Devano dan menginginkan pernikahan itu.