Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Pelukan


__ADS_3

Karina menatap ke arah Rama dengan tatapan mata  yang sangat tajam, dan tentunya matanya yang sedikit mengalirkan air yang pastinya apa yang diucapkan Rama itu membuat air mata Karina menetas secepat ini.


"Aku tidak mau mengakhiri hubungan kita, kamu tahu sendiri kan jika aku mencintai kamu dan aku tidak mencintai Pak Devano? malam itu adalah suatu kesalahan, kesalahan yang pernah aku lakukan tetapi kami tidak melakukan hal lebih dari itu bahkan aku selalu menjaga jarak dengannya."


Rama tersenyum kemudian menatap ke arah Karina tanpa berkedip. Ia pun tahu jika hati Karina masih ada padanya dan untuk Rama sendiri belum tahu dengan apa yang ada di dalam hati dan pikiran Karina saat ini apakah memang benar jika Karina tidak mempunyai rasa sedikitpun kepada Devano.


"Aku tahu, tetapi setelah aku pikir-pikir .. maaf Karin sepertinya memang kita harus berakhir, bukan karena aku tidak mencintai kamu tetapi..."


"Tetapi karena aku yang sudah bersentuhan dengan Pak Devano, hingga membuat kamu risih dan tidak mau bersama aku lagi?"


Jawab Karina dengan cepat, sepertinya memang ada di dalam pikiran Karina yang memandang Rama saat ini dengan sangat tajam karena Karina sendiri tahu bagaimana besarnya rasa cinta Rama itu kepadanya tetapi hanya karena ucapan dari Devano yang mengatakan tentang malam itu membuat Rama berubah pikiran dan memutuskan hubungan dengannya.


"Bukan seperti itu, tetapi kamu harus tahu pernikahan itu bukan buat mainan dan aku melihat jika Pak Devano itu benar-benar tulus menyayangi kamu, tidak ada salahnya kamu membuka hati kamu untuk dia bukan untuk aku lagi dan mungkin memang kita tidak berjodoh, hanya 2 tahun saja aku menjaga kamu dan setelah ini aku yakin jika Pak Devano akan menjaga kamu dan menyayangi kamu."


Rama menarik Karina ke dalam pelukannya tentunya ia juga tidak sanggup untuk berpisah dengan Karina, gadis cantik yang sudah ia pacari selama 2 tahun ini yang pastinya ia juga benar-benar mencintai dan menyayangi Karina, ia juga ingin serius dengan Karina tetapi karena memang keduanya yang masih sama-sama sekolah membuat keseriusan Rama ia tunda sebentar dan sama-sama untuk meraih pendidikan sampai semuanya sukses, tetapi memang takdir berkata lain karena kejadian yang singkat itu membuat Karina harus menikah dengan laki-laki lain dan Rama mau tidak mau harus melepaskan Karina.


Sementara di dalam ruangan, Devano menunggu Karina, ia memang harus berbicara panjang lebar dengan istrinya itu dimana masih ada waktu tiga puluh menit untuk menjelaskan kepada Karina tentang arti pernikahan dan memaksa Karina untuk memutuskan hubungannya dengan Rama. Karena bagaimanapun dirinyalah adalah suami Karina yang sah dan pastinya Devano tidak akan pernah melepaskan Karina meskipun Karina meminta cerai dengannya.


Tok..tok..tok..

__ADS_1


"Masuk!!"


Devano yang mendengar bunyi pintu diketuk, langsung saja meminta untuk masuk, ia yakin jika di depan itu adalah Karina dengan membawa tumpukan kertas-kertas ulangan, tetapi sayang sekali setelah masuk tidak nampak wajah Karina yang ada hanyalah Sintia.


"Karina di mana?"


Jelas saja Devano bertanya kepada Sintia di mana keberadaan istrinya itu, yang mana memang ia meminta untuk Karina datang ke ruang nya dan membawakan semua kertas ulangan itu tetapi nyatanya tidak, bahkan Karina juga tidak mengabari kalau tidak bisa bertemu dengannya


"Biasalah Pak, Karina pacaran."


Jawab Sintia apa adanya, ia juga tidak tahu hubungan Karina dengan Devano dan tentunya Sintia mengatakan yang sejujurnya karena memang Karina tadi pamitnya ke taman bertemu dengan Rama.


Langsung saja jiwa kepo Devano meronta-ronta, ia jelas-jelas tidak ingin melihat istrinya itu bersama dengan laki-laki lain meskipun saat ini dirinyalah yang menjadi orang ketiga diantara hubungan Karina dengan Rama.


"Taman belakang pak, biasa tempat favorit mereka berdua itu di sana."


Sintia lagi lagi menjawab dengan jujur, ia lalu meletakkan tumpukan kertas itu di meja Devano sembari memperhatikan ekspresi wajah dari guru killernya itu yang saat ini sepertinya sedang kebingungan.


"Terima kasih, kamu boleh pergi!!"

__ADS_1


"Tapi, Pak..."


Belum juga dijawab oleh Devano tetapi laki-laki itu sudah keluar dari ruangannya yang membuat Sintia menggelengkan kepalanya pelan, bingung juga mengapa Devano buru-buru keluar dari ruangannya sementara dirinya sendiri masih berada di dalam ruangannya.


"Kenapa Pak Devano buru-buru sekali, ke mana beliau meninggalkan ruangannya? padahal gue ingin bertanya-tanya lebih lanjut dengan Pak Devano dan memandang wajah tampan Pak Devano tetapi malah dia pergi."


Sintia bingung sendiri dengan apa yang dilakukan oleh guru killernya itu, hingga akhirnya setelah ditinggal Devano, gadis cantik itu juga keluar dari ruangan Devano tetapi Sintia tidak mengikuti kepama perginya guru killer idolanya itu dan ia juga tidak menuju ke taman belakang di mana saat ini Karina bersama dengan Rama.


Meskipun sebenarnya kepo dengan apa yang dilakukan oleh Devano kenapa buru-buru keluar dari ruangannya setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan Karina, tetapi Sintia sendiri enggan untuk ke sana karena nanti Karina akan bercerita yang panjang lebar dengannya.


Devano menuju ke taman belakang yang mana memang di sana tempat satu-satunya paling nyaman dan juga enak untuk berduaan meskipun sebenarnya masih banyak siswa-siswa yang berlalu-lalang atau sekedar duduk-duduk di sana tetapi sepertinya memang keberadaan Rama dan Karina itu berada di tempat favorit yang mana jarang sekali ada orang yang lewat di sekitar.


Setelah Devano berada di taman, laki-laki itu mengedarkan pandangan matanya tentunya mencari Karina dan juga Rama tetapi seperti yang sudah dijelaskan tadi jika memang keduanya memiliki tempat favorit yang tidak dilihat oleh orang-orang yang sedang berlalu lalang atau berada di taman ini.


Devano langsung saja melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat-tempat yang pastinya bisa membuat nyaman pasangan yang sedang memadu kasih, hingga akhirnya ia menghentikan langkah kakinya karena mendengar suara isakan tangis yang sepertinya Devano memang mengenal suara itu.


Dan lagi-lagi Devano harus mengepalkan tangannya, dadanya terasa sakit dan cemburu melihat seseorang yang dicintainya berpelukan dengan laki-laki lain meskipun Devano juga ada sedikit kecurigaan mengapa mereka berdua berpelukan tetapi ada isakan tangis keluar dari bibir Karina, namun sepertinya memang kecemburuan Devano itu meningkat karena melihat istrinya dipeluk oleh laki-laki lain dengan sangat mesra dan juga Karina yang membalas pelukan dari Rama.


"Kurang ajar!! tidak ke ruangan Aku malahan pelukan di sini apa-apaan kamu Karin dan sepertinya memang apa yang aku katakan kemarin itu tidak masuk di otak dan pikiran kalian, namun aku juga tidak akan membiarkan hubungan kalian terus menerus berlangsung karena status aku dan Karina sudah menikah dan pastinya aku akan mempertahankan pernikahan ini."

__ADS_1


Sudah cemburu dan juga emosi ingin menghampiri Karina dan juga Rama dan mengatakan lagi tentang status pernikahan nya dengan karena itu di depan Rama, sepertinya memang Rama tidak peduli dengan apa yang sudah Devano lakukan terhadap Karina malam itu sehingga mereka malahan berduaan di taman ini dan berpelukan.


__ADS_2