
Karina semakin ketar keter saja manakala tubuhnya kini dihimpit oleh Devano, dengan kedua tangannya sudah dipegang oleh Devano.
Karina bukan perempuan yang polos, ia sudah tahu apa yang terjadi setelah ini terlebih lagi ia dan Devano pernah melakukan sesuatu meskipun itu belum ke tahap intinya namun mereka berdua sudah sama-sama polos dan menikmati kehangatan dan juga sentuhan satu sama lain.
Devano tersenyum, ia melihat wajah Karina yang nampak cantik dan Devano juga berpikir apakah ini saatnya ia menuntaskan sesuatu yang sudah sejak semalam ia tunda-tunda, bahkan saat ini hanya melihat wajah cantik Karina saja si Joni sudah mulai bereaksi lagi.
Terlebih lagi saat ini Karina yang hanya diam saja sembari menundukkan kepalanya, mungkin saja Karina malu untuk menatap wajah Devano, pikir Devano seperti itu.
Cup
Tidak ada pergerakan dari Karina membuat Devano semakin gemas dengan istri kecilnya itu hingga bibir Devano sengaja ditempelkan ke bibir Karina. Devano sendiri awalnya hanya menempel kan bibirnya saja, dan ia ingin melihat reaksi Karina setelah itu bagaimana. Apakah nanti Karina akan menolak ataupun hanya diam saja atau malahan ikut membalas.
Yah hanya menempel tetapi Devano bisa merasakan nafas Karina yang saat ini sedang memburu, hingga membuat Devano sedikit demi sedikit berani untuk mencium bibir Karina dan melum@tnya, sedikit memberikan gigitan di bibir bawah Karina hingga akhirnya Karina membuka mulutnya dan dengan cepat Devano bisa mengakses seluruh bibir Karina.
Laki-laki itu tampak menikmati apa yang sedang dilakukan, begitu juga dengan Karina. Devano merasa senang meskipun Karina hanya diam saja tetapi ini merupakan awal yang baik karena istrinya itu tidak lagi mendorong tubuhnya bahkan saat ini tangan Karina sudah berada di pundak Devano yang seakan-akan meminta Devano untuk lebih lagi melakukan sentuhan-sentuhan pada dirinya.
Dirasa Karina tidak merespon, Devano memberikan sentuhan-sentuhan yang lainnya bukan hanya bibirnya saja yang bekerja tetapi tangan nakal Devano saat ini sudah menyusup ke pakaian Karina yang membuat Karina mengeluarkan bunyi-bunyian yang begitu menggair@hkan untuk Devano.
__ADS_1
Tanpa sadar Devano saat ini sudah melepaskan pakaian Karina yang mana bagian atas tubuh Karina sudah terpampang nyata dan jelas.
Tidak ingin melewatkan kesempatan kali ini, tangan Devano sudah ia arahkan ke depan, menikmati dua benda kenyal yang sudah lama ia impikan. Jujur saja sejak malam itu Devano ingin lagi merasakan sentuhan-sentuhan yang begitu memabukkan hingga akhirnya pagi ini Devano bisa menyaksikan dan menikmatinya lagi.
"Euhhh..."
Suara lenguh@n dari Karina membuat Devano semakin bersemangat, laki-laki itu dengan semangat empat lima mencium bibir Karina dengan rakus nya dan juga memberikan sentuhan-sentuhan di dua benda kenyal yang saat ini menantang Devano untuk melakukan lebih dari sekedar sentuhan.
Ya yang awalnya Karina hanya diam saja mendapati ciuman dari Devano, kini akhirnya perempuan cantik itu ikut membalas apa yang dilakukan oleh Devano, hingga membuat Devano tak sadarkan diri dan larut dengan apa yang dilakukan.
Bukan hanya bibir yang menjadi sasaran Devano kali ini, ciuman Devano yang begitu panas dan memabukkan itu sudah turun ke bawah, menjelajahi leher jenjang Karina dan memberikan tanda cinta di sana.
Devano sendiri tidak sadar jika pagi ini ia dan Karina harus berangkat sekolah, yang penting ia harus bisa merasakan sesuatu yang sudah memberontak sejak tadi malam hingga akhirnya ciuman yang sudah mengarah di leher, turun ke bawah lagi, ke area dua benda kenyal yang saat ini benar-benar begitu menantang untuk dinikmati Devano.
Sementara Karina, ia merasakan sesuatu yang berbeda sesuatu yang membuat dirinya menegang seketika, hingga akhirnya tangannya ia kalungkan ke leher Devano yang membuat laki-laki itu semakin bersemangat saja untuk menjelajahi seluruh lekukan tubuh yang dimiliki oleh Karina.
Astaga .. apa yang aku lakukan? apakah harus pagi ini aku merawani Karina? tetapi kalau tidak bagaimana menuntaskan si Joni yang sudah berubah bentuk dan ukuran? namun jika aku melakukannya hari ini, aku dan Karina tidak bisa ke sekolah dan tentu saja aku tidak mau sesuatu yang pertama kali aku dan Karina lakukan harus dilakukan di kamar mandi.
__ADS_1
Seketika Devano menjadi waras, ia tidak ingin memulai sesuatu yang baru dilakukan bersama dengan Karina di sini terlebih lagi pastinya Devano akan candu, tidak mau melakukan hanya satu kali saja namun mungkin nanti akan berkali-kali.
Hingga akhirnya Devano yang secara sadar melepaskan apa yang sedari tadi membuatnya candu, bukan berarti Devano tidak ingin melakukan lebih atau tidak tertarik dengan tubuh Karina, tetapi Devano memikirkan hal-hal yang menurutnya baik untuk dirinya dan juga Karina.
"Pemanasan dulu, untuk yang lebih nya nanti malam akan aku lakukan dan aku sangat senang sekali dengan respon yang kamu berikan sayank, love you."
Cup
Dengan cepat Devano menyambar bibir Karina, kemudian laki laki itu bergegas untuk keluar dari kamar mandi dan meninggalkan istrinya yang masih mematung di dalam kamar mandi, tentu saja Devano tidak ingin berlama-lama di sana, ia akan mandi di tempat yang lain saja dan menuntaskan h@srtanya sendiri, tidak ingin malam pertamanya ia lalui di kamar mandi dan juga dengan waktu yang begitu singkat.
Shittt!!
Sepeninggal Devano, Karina mengumpat kesal .. bukan karena ia kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Devano dan Devano tidak menuntaskannya, tetapi mengapa tubuhnya begitu merespon setiap kali mendapatkan sentuhan-sentuhan dari Devano, apakah ini artinya ia sudah menerima Devano sebagai suaminya dan apakah ini artinya ia sudah jatuh cinta dengan Devano? lalu bagaimana perasaan nya dengan Rama, apakah ia memang harus mengubur dalam rasa cintanya untuk rama yang sudah 2 tahun bersama dengannya?
Membayangkan hal yang tidak tidak dengan Devano membuat Karina menjadi malu sendiri, perempuan cantik itu segera bergegas untuk menuju ke bak mandi dan akan berendam sebentar. Karina melihat jam yang tentunya masih sempat untuk ia mendinginkan tubuhnya setelah diajak berpanas-panas an oleh Devano.
Beberapa menit kemudian, Karina yang sudah selesai mandi kemudian keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk saja. Kebiasaan Karina karena tidak menyiapkan pakaian ganti sebelum masuk ke dalam kamar mandi, terus juga tadi ia berlari menuju kamar mandi untuk menghindari Devano alhasil seperti inilah penampilan Karina saat ini.
__ADS_1
Karina keluar dari kamar mandi tentu saja ia celingukan sendiri mencari keberadaan suaminya dan berharap jika suaminya tidak berada di dalam kamar.
Hingga akhirnya Karina tidak menemukan di mana suami nya berada di dalam kamar, Karina keluar dan mengambil pakaian gantinya, tentu saja Karina melakukan itu dengan cepat karena ia yakin jika sebentar lagi suaminya akan masuk ke dalam kamar.