Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Pukulan


__ADS_3

Dirga dengan tatapan mata yang tajam saat ini menatap ke arah Rama di mana ia mendengar jika namanya disebut-sebutkan tadi dan entah mengapa dirga kembali lagi ke kelas padahal ia sudah sampai di parkiran.


Rama menoleh ke asal suara di mana Dirga saat ini sudah berdiri di belakang dengan tatapan mata yang membunuh tentu saja Rama tidak suka dengan ucapan Dirga barusan.


"Diam Lo!! Gara gara Lo, Karina jadi berubah sama sama gue."


Tentu saja Dirga tersenyum kecut, ia tidak menyangka pacar pilihan dari teman masa kecilnya itu bisa bersikap pada arogan seperti ini yang ia tahu Rama adalah laki-laki yang populer di sekolah ini dan juga bersikap sopan terhadap semua orang tetapi sayang sekali penilaian Dirga saat ini salah.


"Oh ya gara-gara gue? apa lo tidak salah? Lo nggak ngaca mengapa Karina bisa berubah seperti itu kalau memang benar gara-gara gue dan itu pastinya ada alasan Lagi mengapa karina seperti itu."


Bukan karena Dirga tidak mau mengalah atau tidak mau disalahkan tetapi ini adalah langkahnya untuk memojokkan Rama supaya hubungan Rama dengan Karin hancur berantakan dan sepertinya memang saat inilah Dirga mengeluarkan jurus jurus untuk menghancurkan hubungan mereka.


"Kau!!"


Kedua laki-laki itu saling menatap tajam sepertinya mereka baru saja menabuhkan genderang permusuhannya.


Rama sendiri entah dirasukin apa hingga ia tidak bisa mengontrol emosinya, saat ini tangannya terkepal dan sekali lagi Dirga memberikan ucapan yang pedas dan juga menyentuh hatinya, maka tidak segan-segan Rama memberikan hukuman di wajah Dirga.


Tetapi berbeda dengan Dirga, ia malahan akan memanfaatkan kesempatan ini, ya meskipun nanti diserang oleh Rama dan dipukul namun Dirga tidak akan membalasnya, ia ingin membuat Rama terlihat jelek di depan Karina dan tentu saja ini adalah salah satu rencana dari Dirga.


"Kenapa tidak terima jika memang gue lebih dekat dan lebih kenal dengan Karin dari dulu timbang lo?"


Tantang Dirga lagi, sepertinya keduanya tidak mau saling mengalah, bahkan saat ini wajah keduanya terlihat semakin dekat.

__ADS_1


"Gue cuma mau peringatin lo supaya lp menjauh Karin, karena Karin adalah punyaku dan awas saja jika Lo masih dekat-dekat dengan Karin, gue nggak akan terima dan gue akan pastikan itu semua, dan asal lo tahu Karina tidak akan tertarik sama lo meskipun lo adalah temannya dari kecil."


"Oh ya yakin sekali lo, bagaimana kalau Karina nantinya lebih memilih gue dan memutuskan hubungan sama lo?"


"Itu tidak mungkin !! tidak mungkin Karina akan menghianati gue dan lebih memilih lo, Lo tahu sendiri kan gue sama Karina itu sudah pacaran lama dan pastinya Karina cinta dan sayang sama gue, bukan sama lo!!"


"Kalau begitu kita lihat saja nanti, siapa yang akan Karina pilih, gue nggak akan pernah mundur, gue mencintai Karina dari dulu dan Lo yang merebut Karina dari gue!"


Brengseekk!!


Bugh


Bugh


Rama yang marah dan juga tersinggung dengan ucapan Dirga, langsung saja memberikan dua bogeman mentah di wajah Dirga yang membuat Dirga langsung tersungkur seketika.


Teriakan Sintia, yang kali ini tidak menyangka jika Rama bisa berbuat seperti itu hingga kemudian membantu Dirga untuk berdiri yang nyatanya laki-laki itu saat ini mengusap sudut bibirnya yang basah oleh darah.


"Apa? Lojuga mau belain Dirga yang jelas-jelas Dirga sudah merusak hubungan gue sama Karin?"


Sepertinya memberikan dua pukulan di wajah Dirga itu sama sekali tidak membuat emosi ramah redam, yang mana laki-laki itu saat ini menatap ke arah Sintia, sepertinya Sintia itu begitu membela Dirga dan tidak tahu tentang hubungannya dengan Karin agak renggang.


Beruntung sekali kelas Karina saat ini sudah sepi hanya ada mereka berdua saja hingga tidak ada suara-suara keluar tentang aksi pemukulan Rama terhadap Dirga, bahkan guru-guru pun tidak tahu hingga mereka aman.

__ADS_1


Tetapi jangan salah meskipun aman dari guru-guru dan yang lainnya tidak berarti aman dari Karina, pastinya Sintia akan mengatakan ini semua kepada Karina tentang aksi brutal Rama yang tiba-tiba memberikan pukulan di wajah Dirga.


"Gue nggak nyangka kalau Lo bisa sekejam ini, bagaimana kalau Karin tahu? pastinya dia marah sama lo."


Bukan mengancam, Tapi Kenyataan seperti itu, Sintia juga tidak menyangka mengapa Rama bisa nekat seperti itu, berbuat kasar. Padahal selama berhubungan dengan Karin, Rama sama sekali tidak pernah berbuat kasar atau melakukan aksi kekerasan meskipun Karin bukanlah perempuan yang baik-baik dan Karin juga susah diatur, tetapi Rama sama sekali tidak pernah menunjukkan aksi gilanya itu.


Deg


Seketika Rama tersadar apa yang baru saja dilakukan ia juga teringat tentang ucapan Karina tadi pagi yang mengatakan jika Rama tidak boleh melakukan sesuatu kepada Dirga, atau Karina tidak akan mau ditemuinya lagi dan ucapannya itu benar-benar membuat Rama menghela nafas seketika.


Jelas saja Rama takut jika perbuatannya kali ini bocor di tangan Karin, ia tidak mau kehilangan Karin apalagi karena Dirga yang sepertinya memang sengaja merusak hubungannya dengan Karin.


Sementara Dirga, laki-laki itu tersenyum meskipun sebenarnya tangannya gatal ingin membalas pukulan ke wajah Rama, namun ia urungkan karena Dirga sudah mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendapatkan Karina, rencananya berhasil..ia berhasil memancing Rama supaya emosi dan memberikan pukulan ke wajahnya lalu dengan begini Karin akan melihat.


"Kenapa diam? Lo takut? kalau lo belum puas memukul wajah gue, pukul saja lagi.. gue terima, tidak masalah.."


Sepertinya Dirga memang menantang Rama lagi yang membuat Rama seketika geram hingga pada akhirnya Rama meninggalkan kelas Karina dengan perasaan yang entah.


Dirga tersenyum penuh kemenangan, ia tahu jika sahabat Karim ini akan memberikan informasi kepada Karina mengenai apa yang terjadi dan itu yang diharapkan oleh Dirga meskipun sebenarnya luka di wajahnya ini cukup terbilang parah dan sangat sakit namun juga berusaha untuk menahannya.


"Lo nggak apa-apa?"


"Tidak mungkin gue bilang nggak papa, lo lihat sendiri gimana luka gue. Nggak masalah, nanti biar gue obatin sendiri di rumah, thanks ya Sin, gue cabut dulu!!"

__ADS_1


Sintia seketika duduk di kursinya kemudian gadis cantik itu menghubungi ponsel Karin yang nyatanya tidak aktif, lalu mengirimkan pesan kepada Karina mengenai apa yang terjadi hari ini.


Bukan Sintia ingin mengadu domba antara Dirga dan Rama tetapi memang sebenarnya masalah ini Karina harus tahu karena yang menjadi penyebab mereka berdua seperti ini adalah Karina.


__ADS_2