
Sintia segera menarik tangan Karina untuk keluar dari kelas karena memang sudah tidak ada orang lagi di sini dan suasana kelas juga sepi.
Dan mau tidak mau Karina juga mengikuti Sintiakarena ia juga tidak ingin sendirian di sini toh juga ia tidak pulang ke rumah mertuanya bertemu dengan Devano meskipun ia terus menghabiskan waktu untuk jalan jalan yang entah ke mana yang penting ia tidak melihat wajah Devano di depannya.
Sesampainya di parkiran Sintia segera mengambil mobilnya dan meminta Karina untuk menunggunya di pintu gerbang karena tadi pagi Sintia meletakkan mobilnya yang agak jauh dari gerbang yang membuat ia tidak mau jika Karina harus berjalan dulu namun siapa sangka jika Karina yang berada di pintu gerbang malahan bertemu dengan Rama yang mungkin Rama juga belum pulang karena menunggu Karina.
Kedua pasang mata itu saling bertemu, Karina yang sangat mencintai Rama, begitu juga dengan Rama yang masih sangat mencintai Karina, laki-laki itu tersenyum kemudian mengangguk mengisyaratkan jika Karina harus tertawa dan tidak boleh bersedih meskipun itu hanya sebuah isyarat saja dan sepertinya memang Rama tidak ingin mendekati Karena untuk saat ini.
Keputusan Rama untuk memutuskan hubungannya dengan Karina memanglah sangat tepat bukan karena Rama tidak ingin memperjuangkan cintanya tetapi sama saja. Status Karina dengan Pak Devano yang mana saat ini sebagai suami istri membuat Rama kalah karena ia hanya berstatus sebagai pacarnya Karina saja dan juga meskipun Karina mencintai dirinya daripada Pak Devano.
Iya lagi lagi status, status yang membuat Rama akhirnya memutuskan hubungannya dengan Karina meskipun ini berat untuknya tetapi harus Rama lakukan.
Setelah memberikan senyuman termanisnya untuk Karina, laki-laki itu segera masuk ke dalam mobil. Ia sebenarnya juga ingin mendekati Karina dan mengajak Karina pulang bersama tetapi itu tidak mungkin karena sedari tadi Rama juga sudah tahu jika ada Pak Devano yang berdiri di ujung sana sepertinya memang memperhatikan gerak-gerik Karina saat ini.
Aku sangat mencintai kamu Karina, semoga kamu bahagia, maafkan dengan keputusanku.. inilah jalan yang terbaik untuk kita, karena aku tidak mungkin bisa merebut kamu dari Pak Devano, bukan karena aku tidak mau berusaha, Aku ingin sekali berjuang tetapiĀ aku kalah dengan status kamu saat ini.
__ADS_1
Maafkan aku Rama, Aku tidak bisa berbuat banyak.. kejadian itu begitu cepat, jika aku bisa memutar waktu aku pasti akan menghindarinya dan aku tidak akan meminum minuman yang membuat hubungan kita jadi berantakan saat ini, aku sangat mencintai kamu tetapi aku juga tidak bisa berbuat banyak...
Keduanya sama-sama berucap dalam hati dan berdoa semoga semuanya dilancarkan dan masing-masing diberi kebahagiaan tersendiri meskipun mereka sama-sama saling mencintai tetapi jika takdir tidak mempersatukan mereka, maka mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Setelah kepergian Rama, Karina menatap lurus ke depan rasanya ia merasa bersalah dengan laki-laki itu, laki-laki yang sudah bersamanya hampir 2 tahun ini, dan tidak pernah membuatnya menangis ataupun kecewa, Rama yang selalu setia dan tidak pernah neko-neko dengannya.
Ingin rasanya ia berteriak dan memaki Devano, karena Devano yang mengakibatkan semuanya berantakan, Devano sudah menghancurkan hubungan nya ini, tetapi semuanya percuma karena semua sudah terjadi.
Hingga akhirnya Karina yang saat ini masih menunggu Sintia, mengedarkan pandangan matanya ke segala arah sepertinya ia mencari teman untuk sekedar ngobrol sembari menunggu Sintia yang tidak menunjukkan batang hidungnya tetapi sayang sekali bukan menemukan keberadaan teman-temannya tetapi ia malahan berpandangan mata dengan suaminya sendiri yang mana saat ini Devano memang belum pulang, dan sepertinya laki-laki itu sengaja untuk berada di sekolah ini, ingin melihat secara langsung apakah memang benar Karina pulang bersama dengan Sintia atau hanya akal-akalan saja untuk bisa bersama dengan Rama.
Sialan!! mengapa dia masih ada disini jangan-jangan dia sengaja mengawasiku?
Sepertinya memang insting Karina yang begitu kuat, ia tidak salah jika memang Devano belum pulang dari sekolah ini dan Karina berpikir jika Devano memang berniat untuk mengawasi nya, supaya Devano tahu memang kalau Karina benar-benar bersama dengan Sintia atau pergi dengan Rama atau bahkan dengan laki-laki lain, bukan karena Devano tidak percaya dengan istrinya tetapi ia hanya waspada saja karena cinta di dalam hati Devano untuk Karina itu sudah ada dan ia tidak akan melepaskan perempuan yang dicintainya karena Karina adalah cinta pertamanya cinta pertama dan juga terakhir untuknya.
"Ngapain aja sih lo lama banget?"
__ADS_1
Beruntung sekali setelah Karina memalingkan wajahnya mobil Sintia sudah muncul di sampingnya dan dengan cepat Karina masuk ke dalam mobil itu tanpa menghiraukan pandangan mata, di mana Devano saat ini masih memandangnya
"Biasa cari perhatian dulu sama kakak kelas, maklumlah gebetan gue kan sudah nggak ada Jadi gue ingin cari mangsa lagi."
"Jalan ! gara-gara lo gue harus bertemu lagi dengan dia nggak banget deh bikin mood gue semakin hancur aja."
Sintia malahan tertawa, ia tahu yang dimaksud penghancur mood Karina, siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri yang mana Karina sepertinya memang sudah hilang ingatan atau pura-pura buta pas melihat Devano, karena teman-temannya semua mengidolakan laki-laki itu tetapi Karina sendiri malahan sepertinya enggan untuk berdekatan dengan Devano.
"Dasar gadis aneh, mato lo itu seperti nya harus diperiksa, kenapa lo nggak tertarik sama sekali dengan Pak Devano padahal semua perempuan-perempuan di sekolah ini berlomba-lomba ingin mendapatkan hati Pak Devano, tetapi lo yang sudah jelas dicintai oleh Pak Devano malah seperti ini."
"Sampai kapanpun gue nggak akan pernah cinta sama dia, dia yang ngerusak hubungan gue sama Rama."
Jawab Karina yang entah itu merupakan sebuah jawaban atau tidak yang jelas bukan masalah Karina akan jatuh cinta dengan Devano apa tidak, tetapi sepertinya memang Karina mempunyai kelainan yang tidak bisa memandang laki-laki tampan seperti Devano.
"Jangan seperti itu, benci menjadi cinta dan perlu lo ingat, kalau bukan Pak Devano yang ingin menghancurkan hubungan lo sama Rama tetapi lo sendiri, andai saja lo dulu tidak mengikuti apa yang diinginkan oleh si cabe itu, pastinya tidak akan berakhir bermalam dengan Pak Devano.. gue jadi penasaran apakah lo hanya diseret ke kamar hotel dengan Pak Devano atau kalian sudah melakukan adegan yang iya iya, jujur saja sama gue Rin nggak perlu tutup-tutupi?"
__ADS_1
Sepertinya Sintia belum percaya sepenuhnya tentang cerita dari Karina yang mana Karina tidak melakukan hubungan apapun dengan Devano dan sepertinya Sintia penasaran jika malam itu terjadi sesuatu yang diinginkan mengingat Devano masih tetap kekeh mempertahankan pernikahannya, padahal Karina sendiri terlalu cuek bahkan berbuat yang tidak tidak pada Devano.