Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Ancaman


__ADS_3

Ya kali ini Devano harus mengikuti saran dari sahabat-sahabat nya itu, ia tentu nya tidak mau membuat Karina semakin lama marah-marah dengannya, permasalahannya dengan Karina beberapa hari yang lalu saja itu belum tuntas terlebih lagi ditambah dengan masalah hari ini yang pasti akan menambah kacau saja.


Devano juga meminta kepada kedua sahabat nya itu untuk membelikan bunga dan juga coklat pasrah sama Devano lakukan bukan karena ia ingin memilih sendiri barang-barang yang akan diberikan kepada Karina tetapi memang waktunya yang tidak cukup dengan bahkan harus kembali ke sekolah karena hari ini maka benar-benar jadwalnya padat sekali.


Setelah memastikan semuanya aman dan semua terkendali Devano berpamitan dengan kedua sahabat yaitu dan segera menuju ke kelas karena 15 menit lagi jadwalnya mengajar dan sudah dipastikan semuanya beres tinggal menunggu hasilnya saja nanti dan mudah-mudahan Karina mau memaafkannya.


Dengan wajah datar dan juga tanpa ekspresi di sana masuk ke dalam sekolahan, dan beruntung sekali itu pelajaran masuk belum dimulai dan itu berarti deformasi bisa menghapus istirahatkan sebentar otaknya tetapi sayang yang memahami oleh siswa-siswi begitu yang membuat Devano lagi lagi harus bersikap dingin tanpa tersenyum ke arah mereka.


Sebelum ke ruangannya, Devano menuju ke gelas karena dahulu kebetulan sekali ruangan Devano itu terletak di ujung dan tentu saja melati kelas Karina dan devana ingin memastikan jika istrinya itu berada di dalam kelas tidak kemana-mana seperti apa yang dipikirkan Devano tadi.


Devano berpikir jika Karina bersama dengan ramah ataupun Dirga karena dia tidak bisa mengawasi perempuan cantik itu bahkan bayangan-bayangan Karina yang kembali lagi kepada Rama terus mengusik di dalam pikiran di dalam meskipun Devano sudah berhasil membeli barang masuk untungnya tetapi Karina juga belum membuka hatinya untuk Devano, walaupun Devano sebenarnya tahu jika Karina juga memendam perasaan untuk dirinya.


Tapi sayang sekali setelah Devano berada di depan kelas Karina ternyata tidak ada satu orang pun di kelas Karina, bahkan tidak ada juga istrinya di sana berpikir ke mana anak-anak yang ada di dalam kelas itu apakah semuanya pulang atau bagaimana padahal tidak ada pemberitahuan sama sekali jika kelas Karina dipulangkan lebih awal atau jangan jangan...


Tidak sampai membuat orang orang curiga dengan aksi Devano, beruntung sekali salah satu teman Karina sudah lebih dulu masuk ke kelas tentu saja Devano menanyakan tentang keberadaan teman-teman karena itu bukan hanya mencari istrinya saja namun menanyakan semuanya kenapa kelas dalam keadaan kosong seperti ini.


"Pak Devano cari siapa?"

__ADS_1


Satu saja Devano tidak menunjukkan gelagat anehnya ia bahkan hanya lewat sebentar meskipun menghentikan langkah kakinya dan berdiri di depan pintu pasti semua orang yang melihatnya akan berpikir jika Devano sedang mencari seseorang walau pun tidak ditujukan kepada siapanya.


"Tidak cari siapa-siapa hanya saja kenapa kelas kalian sepi?"


Tanya Devano umum, yang tentu saja tidak menunjukkan gelagat yang aneh supaya teman dari Karina itu tidak curiga ia tidak mau jika nanti bertambah marahnya istrinya itu karena ada salah satu temannya yang curiga kalau antara dirinya dengan Karina mempunyai hubungan yang spesial.


"Semuanya pada ke lapangan Pak ada juga yang sebagian di kantin malam saja kelas kosong Jadi mereka berbondong-bondong untuk gelap banget lagi pula juga sama dengan kelas sebelah yang sama-sama kosong."


Tidak berekspersi apapun atau juga tidak menanggapi ucapan dari teman Karina itu dimana segera pergi dari depan karena tentu saja ia saat ini akan mencari keberadaan istrinya itu di lapangan atau kalau tidak dikatik informasi dari Karina itu banyak anak-anak kelas di sini yang menuju ke lapangan atau ke kantin.


"Dilapangan tidak ada, pasti Karina ada di kantin."


"Atau jangan jangan dia bersama dengan Rama?"


Ya tidak adanya Karina di lapangan untuk menyemangati Dirga bukan berarti Devano menjadi lega tetapi pikirannya malah bercabang-cabang karena tidak menemukan istrinya ini itu di lapangan begitu juga dengan Rama.


Lagi Dan Lagi pikiran buruk menghantuinya, meskipun Devanosnudah memiliki Karina seutuhnya tetapi belum bisa merebut hatinya karena terlebih lagi jika mengingat tentang hubungan Karina dengan Rama yang begitu lama yang pastinya Devano tau jika kedua orang itu masih sama-sama saling mencintai.

__ADS_1


Tidak menunggu lama Devano segera menuju ke kantin laki-laki di pemangkat kakinya dengan segera karena tidak ingin melihat sesuatu yang tidak ingin dilihatnya hingga akhirnya hadir panas sudah sampai di kantin dan ia mendadak memegang dadanya yang terasa sakit bukan karena serangan jantung atau jatuh cinta tetapi karena menahan sesak melihat Karina bersama dengan ramah dan dengan Rama yang tersenyum manis kepada Karina.


Tidak ingin menemui Karina meskipun sebenarnya ingin sekali mengumpat kesal kepada Rama karena berani-beraninya sudah berbicara dengan istrinya itu padahal Rama sendiri sudah tau jika Karina saat ini sudah menjadi istrinya maka, Devano memutuskan untuk melihat Karina dari jarak jauh saja sembari mengirimkan pesan kepada istrinya.


Ting


[Jaga jarak sayank, atau mau satu sekolahan tahu jika kamu adalah istri ku?]


Ya satu pesan dikirimkan oleh Devano dan pesan itu berisi tentang kalian mengancam istrinya karena memang jika dilakukan dengan berbicara secara langsung pastinya Karina tidak akan mendengarkan maka satu-satunya jalan dengan cara inilah Devano lebih bisa membuat Karina menjaga jarak dengan Rama.


Sementara di kantin, Karina meletakkan makanan ketika ia sudah membaca pesan yang dikirimkan oleh suaminya, lagi lagi perempuan cantik itu harus menyetok rasa sabarnya karena ulah dari suaminya hanya berbicara dengan Rama, Devano langsung saja mengancam.


"Kenapa Karin? ada sesuatu yang tidak beres?"


Tanya Rama yang sedari tadi memperhatikan Karina, bukan hanya saat Karina membaca pesan yang dikirimkan oleh atas ini juga tidak tahu tetapi sedari awal Rama duduk di depan Karina, laki-laki itu terus memandang Karina dan matanya tidak luput dari memandang wajah cantik Karina, setiap gerakan Karina, Rama hafal tentu saja yang dilakukan oleh mantan pacarnya itu.


"Oh nggak apa-apa, hanya orang iseng saja."

__ADS_1


Rama tersenyum lalu menganggukkan kepalanya meskipun sebenarnya tidak puas dengan ucapan dari Karina tentu saja ada sesuatu yang menyangkut tentang itu hingga menjadi ketakutan seperti itu.


Tidak mau terus-menerus memaksa Karina, akhirnya mengedarkan pandangan matanya ke segala arah di sekitar kantin tentu saja ia mencari sosok yang membuat nya curiga dan membuat ekspresi wajah Karina menjadi berubah.


__ADS_2