Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Kemana?


__ADS_3

Sedangkan di lain tempat, Devano yang sudah ngobrol-ngobrol panjang dan lebar dengan Dirga akhirnya meninggalkan laki-laki itu meskipun sebenarnya Devano ingin sekali berbicara lagi dengan Dirga lagi. Tapi ia yang melihat jam yang melingkar di tangannya akhirnya memutuskan untuk menyudahi saja pertemuan dengan Dirga, meskipun ia tau kalau Dirga masih ingin ngobrol banyak dengan nya.


"Saya harap kamu bisa bersikap lebih dewasa, Karina sudah menjadi istri saya dan pastinya Saya tidak akan pernah melepaskan Karina meskipun kamu mengancam dan berusaha mendekati Karina, bahkan kamu mempergunakan segala macam cara untuk menghancurkan rumah tangga saya tetapi saya tidak takut saya percaya jika pernikahan yang saya lakukan dengan Karina itu benar tulus dari dalam hati dan saya juga yakin jika Karina juga mencintai saya meskipun kamu pastinya tidak akan pernah melihat jika Karina mencintai saya tetapi saya yakin dan percaya jika Karina sudah mencintai saya. Dan satu lagi jauhi istri saya walaupun kamu adalah teman masa kecil itu,  tetapi kamu harus jaga jarak dengan istri saya, Karina sudah menikah!!"


Bukan sebuah ancaman untuk Dirga tetapi Devano mengatakan itu sesuai dengan kenyataannya yang mana ia sendiri tahu jika Dirga pastinya akan menghancurkan rumah tangganya dan ingin memiliki Karina.


Tetapi Devano tidak takut ia percaya dan yakin jika pernikahan yang sudah dibangun bersama Karina itu nantinya akan langgeng meskipun awal-awal pernikahan masih banyak kerikil tajam yang menghantui dirinya tetapi lambat laun Devano percaya dan Karina bisa melewati semuanya ini dan Devano juga yakin jika Karina juga akan mencintainya.


"Oh ya pede sekali Anda pak Devano sepertinya kepercayaan diri Anda terlalu tinggi pada saya, sama sekali saya tidak melihat jika Karina mencintai anda dan anda tidak usah GR dulu meskipun Anda adalah suami Karina tetapi Karina tidak mencintai Anda dan pastinya saya akan membuat Anda dan Karina berpisah karena sebenarnya Karina itu sudah ada rasa sama saya karena saya dengan Karina itu sudah bersama sejak kecil."


Sama dengan Devano, Dirga juga tidak mempan dengan apa yang diucapkan oleh Devano karena ia mempunyai prinsip yang sangat kuat dan tidak bisa diganggu gugat meskipun sebenarnya Dirga juga tahu jika pernikahan itu tidak bisa diganggu gugat tetapi Dirga mempunyai rencana lain supaya pernikahan Karina dengan Devano itu akan hancur kemudian ia yang akan memiliki Karina lagi seperti yang apa ya sudah ia impikan.


Dirga juga tersenyum manis kepada Devano sepertinya memang ia ingin menantang Devano padahal tidak takut dengan kata-kata Devano.


Hingga akhirnya keduanya sama-sama berdiri dan keluar dari kafe itu yang mana memang untuk kali ini tidak ada yang harus dibicarakan lagi mungkin saja mereka berdua juga masih ada yang mengancam masih ada yang perlu dibicarakan tetapi bukan malam ini.


Devano keluar dari cafe kamudian menaiki motor sport-nya iya yang ada di pikirannya saat ini adalah Karina bagaimana istrinya malam ini apakah sudah tidur atau masih menunggunya atau jangan-jangan Karina malahan turun ke bawah dan melakukan sesuatu yang di luar nalarnya.


Ya Devano tahu persis bagaimana tiba-tiba itu seorang gadis remaja yang masih labil pastinya ketika banyak pikiran dan juga ada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa itu inginkan kebanyakan perempuan di bawah umur itu tentunya akan melakukan sesuatu hal yang kegiatan sebelumnya.

__ADS_1


Tidak memerlukan waktu lama, Devano kini sudah sampai di depan pintu gerbang dan tentu saja Pak satpam itu langsung saja membukakan pintu gerbang itu tanpa bertanya dan juga tanpa memberitahu tentang kepergian Karina.


Pak satpam itu mengira jika Karina juga sudah meminta izin kepada Devano meskipun sedikit curiga karena Karina sedari tadi belum pulang tetapi itu hal yang wajar saja karena kalau keluar di minimarket pastinya bukan hanya memberi satu atau dua barang saja dan pastinya juga harus mengantri untuk membayarnya.


Tidak ada yang perlu dicurigai, Devano akhirnya masuk ke dalam rumahnya dan segera bergegas untuk naik ke kamarnya karena ia juga tidak melihat pergerakan istrinya di bawah bahkan sudah tidak ada orang lagi dibawah, Mungkin semuanya sudah istirahat.


Ceklek..


Devano membuka pintu kamar yang dengan sangat pelan ia takut jika istrinya sudah tidur dan mengganggu tidur dari istri cantiknya,.tidak mau jika nanti Devano kena marah dari Karina lagi tentang hal yang sepele seperti ini.


Tetapi sayang sekali Devano yang berpikir jika Karina tidur atau belajar tetapi kenyataannya tidak ada istrinya itu tidak di atas ranjang Devano juga tidak melihat mendengar gemericik air dari kamar mandi bahkan pintu balkon juga sudah tertutup berapa dan itu tandanya istrinya tidak ada di kamar mandi dan juga tidak ada di balkon.


Seketika Devano menjadi panik apa yang ada di dalam pikirannya tadi benar jika Karina sedang melakukan hal-hal di luar nalarnya laki-laki itu masih berdiri di depan pintu yang pastinya Devano mengambil ponsel untuk menghubungi Karina.


Shittt!!


Umpat Devano kesal yang mana ia mendengar bunyi ponsel Karina di dalam kamar ini dan Devano dengan pelan mencari keberadaan ponsel itu dan ternyata pasal Karina berada di atas ranjang.


"Ke mana kamu Karin?kalau seperti ini pastinya aku akan sulit melacak kamu!!"

__ADS_1


Devano sendiri bingung iya kalau bingung begini tidak bisa berbuat apa-apa hingga akhirnya Devano mengambil kembali kunci motornya dan bertugas untuk ketemu ke bawah Yang pastinya ia akan menanyakan kepada sopan dibawa kemana Karina pergi.


"Bapak lihat istri saya?"


Tanya di mana yang saat ini sudah berada di bawah tentu saja ia bertanya kepada Pak satpam yang ada di luar depan rumahnya itu pastinya tidak mungkin jika Pak satpam itu menjawab tidak tahu karena siapapun yang keluar masuk dari rumah ini Pak satpam itu tahu semuanya.


"Non Karina tadi keluar sebentar Mas katanya mau beli pulpen di minimarket."


Dengan tenangnya karena ia begitu percaya dengan Karina yang tadi mengatakan kalau ingin pergi ke supermarket.


"Membeli pulpen di minimarket apa memang benar?"


Lagi lagi Devano sepertinya tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Karina, bukannya ia tidak mempercayai istrinya tetapi ya sedikit aneh dengan izin Karina yang pergi untuk membeli pulpen.


Apalagi Karina yang bukan perempuan yang pandai malahan itu suatu kebetulan sekali jika iya kehabisan pulpen dan tidak akan mengerjakan pr-nya tetapi ini benar-benar karena sudah membuatnya pusing.


"Sudah lama perginya Pak?"


"Sekitar 30 menit yang lalu Tuan Muda dan katanya Nono Karin Karina juga sudah meminta izin kepada tuan muda.."

__ADS_1


"Apa? Awas kamu, Karin...kalau ketemu tidak akan aku ampuni!!"


__ADS_2