
"Sudahlah jangan dipikirkan, tidak baik juga mendoakan orang seperti kayak tadi itu yang penting hati kamu tetap untukku sayank dan aku percaya meskipun banyak laki-laki yang saat ini tertarik padamu dan menginginkan kamu menjadi pacarnya, tetapi aku yakin kamu cintanya cuma sama aku."
Karina tidak menjawab, tetapi ia mengangguk kemudian tersenyum manis kepada Rama yang mana Rama juga ikut membalas senyuman manis Karina hingga keduanya sama-sama berjalan menuju kelasnya masing-masing dan saling bergandengan tangan.
Dan lagi-lagi Devano dibuat hancur hatinya, di mana ia kembali melihat kemesraan Rama dengan Karina yang entahlah ia ingin sekali menutup matanya dan tidak melihat kejadian itu tetapi rasanya tidak mungkin, karena ada segelintir rasa yang masuk di dalam hati Devano untuk Karina, namun sayang sekali karina tidak menanggapinya dan hanya menganggap hubungannya saat ini semata-mata karena untuk rasa tanggung jawab saja, tetapi tidak ada rasa apapun di dalamnya.
Sudah berulang kali Devano mencoba untuk menghilangkan perasaan yang entah akhir-akhir ini sedang melanda hatinya, tetapi sayang sekali semakin ia melupakan bayang-bayang Karina yang setiap malam hadir di dalam mimpinya, semakin ia merasa jika hatinya sudah terisi oleh nama Karina meskipun persentase di dalamnya itu belum begitu penuh, tetapi Devano yakin jika memang ia mulai jatuh cinta dengan istri kecilnya itu.
Tidak ingin bertambah cemburu saja, Devano mengalihkan pikirannya dengan membaca buku di mana ia akan mengajar sebentar lagi dan pastinya Devano tidak ingin konsentrasinya terganggu hanya karena pikirannya yang tertuju kepada Karina seorang.
Seperti biasanya, setelah bel berbunyi Devano siap-siap untuk mengajar dan pagi ini ia tidak mengajar di kelas Karina melainkan di kelas Rama, di mana Devano yang satu minggu yang lalu mengajar di kelas XII, saat ini ia meminta untuk mengajar di kelas XI saja meskipun itu hanya beberapa kelas dan dengan tujuan untuk memantau perkembangan istrinya dan juga laki-laki yang saat ini masih menjadi kekasih dari istrinya itu.
Tatapan mata Devano menuju ke arah Rama, di mana ia melihat Rama sepertinya begitu bahagia pagi ini dengan masih menatap ke layar ponselnya.
"Selamat pagi dan semua ponsel dimasukkan, kalau perlu dinonaktifkan saja. Kalau saya mendengar ada suara ponsel berbunyi, siap-siap saja untuk saya sita dan tidak ada pengecualian lagi dan tentunya tidak akan saya kembalikan sebelum ujian akhir semester."
__ADS_1
Semua patuh terhadap apa yang diucapkan oleh Devano, di mana memang Devano dari awal masuk ke kelas itu sudah menuliskan poin-poin penting peraturannya dan kalau tidak mau mengikuti peraturannya berarti siap-siap saja untuk keluar dari kelas ini dan tidak akan mendapatkan pelajaran matematika yang kini diampu oleh nya.
Cup
"Love you."
Ya barusan Rama melakukan video call kepada Karina yang entahlah padahal baru beberapa menit berpisah dan masuk ke kelasnya masing-masing tetapi rasa rindu sudah menjalar diantara dua anak manusia itu, hingga akhirnya mendapati Devano yang sudah masuk ke dalam kelasnya dan menginstruksikan seperti itu Rama langsung saja menutup sambungan video call-nya dengan terakhir memberikan ciuman jarak jauh di ponselnya.
Dan tentu saja semua itu tak luput dari penglihatan Devano, di mana memang Devano sedari tadi memperhatikan gerak gerik Rama yang mana ia juga melihat bagaimana ekspresi Rama yang senyum-senyum sendiri sembari melihat ke arah ponsel nya dan juga Devano tahu jika Rama itu baru saja melakukan sambungan video call kepada Karina dan juga mengucapkan kata cinta kepada istrinya itu.
Tidak mau menjadi guru yang egois yang hanya memihak kepada murid-muridnya yang ia sukai, Devano pun selalu berusaha adil terhadap murid-muridnya meskipun ia ada rasa marah kepada Rama tetapi semuanya itu tidak salah Rama, andaikan saja Karina mau mengatakan yang sejujurnya jika Karina sudah menikah dengan di Devano pastinya Rama akan mengerti dan mungkin saja Rama dengan senang hati akan memutuskan Karina.
Pelajaran matematika yang berlangsung selama 2 jam itu sudah berakhir di mana Devano langsung membereskan buku-bukunya dan ia juga tidak lupa memberikan tugas kepada murid-muridnya.
Sebelum pelajaran berakhir, Devano berkeliling ke kelas dulu, tentu saja ia akan melihat bagaimana murid-muridnya itu menyalin tugas yang baru saja diberikan, siapa tahu ada di antara mereka yang tidak menyalin tugas-tugas yang harus dikerjakan.
__ADS_1
Tetapi niatnya bukan hanya itu saja, melainkan Devano ingin melihat bagaimana secara dekat Rama itu, bagaimana laki-laki itu begitu mencintai dan dicintai oleh Karina, yang mana membuat Devano sudah cemburu dan kalang kabut bahkan ketakutan jika nanti Karina benar-benar meninggalkannya.
"Rama, pacarnya Karina?"
Dan beruntung sekali kursi di samping Rama itu kosong di mana teman baik Rama tidak datang pagi ini dan langsung saja Devano duduk di sebelah Rama, ia ingin sedikit ngobrol-ngobrol dengan pacar dari istrinya itu yang mana Devano juga tidak mau ucapan-ucapannya didengar oleh orang lain. Ia hanya berucap sangat pelan dan hanya bisa didengar oleh dirinya dan juga Rama saja.
"Kok Bapak tahu, bukannya bapak baru menjadi guru di sini?"
"Siapa sih yang tidak mengenal Karina, Saya dengar jika Karina itu murid yang bandel dan juga susah diatur di sini, tetapi kenapa kamu bisa berpacaran dengan Karina, sementara yang saya juga dengar kamu adalah laki-laki yang berprestasi dan juga banyak digilai oleh perempuan-perempuan yang ada di sekolah ini?"
Ya sedikit berbicara masalah pribadi namun Rama tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Devano sama sekali, ia bahkan tersenyum lalu menaruh pensilnya di atas meja kemudian melihat ke arah Devano dan akan memberikan jawaban sesuai dengan kata hatinya.
"Karina itu sebenarnya bukan bandel dan juga bukan bodoh, hanya saja dia kurang perhatian dari kedua orang tuanya saja di mana kedua orang tuanya itu selalu sibuk mengurusi bisnisnya sedangkan Karina yang merupakan anak tunggal mau tidak mau harus berada di rumah sendirian dan itu membuat Karina melampiaskan semuanya dengan pergi sesuka hati dan berbuat sesuka hati, di mana memang sebenarnya ia mencari perhatian dari kedua orang tuanya itu. Dan jika Bapak bertanya kenapa saya bisa mencintai Karina dan bisa tertarik dengan Karina? jawabannya hanyalah satu, karena Karina adalah gadis yang baik, dia sudah membuat hati saya berbunga-bunga dan bisa meluluhkan hati saya dan seperti yang Bapak bilang tadi jika perempuan perempuan yang di sini semuanya tergila-gila pada saya tetapi sayang sekali di antara mereka tidak ada yang berhasil mengetuk pintu hati saya dan hanya Karina lah yang bisa membuat saya jatuh cinta. Mungkin bapak berpikir jika saya bodoh mau berpacaran dengan Karina yang susah diatur dan juga bodoh, tetapi bukan itu alasannya karena cinta yang saya miliki itu benar-benar tulus dari dalam hati, bukan hanya sekedar cinta monyet atau asal suka saja."
Jlebb
__ADS_1