
"Guru idola gue? Pak Devano? maksudnya suami lo?"
Ucap Sintia dengan nada dipelankan, ia tahu jika saat ini berada di dalam kelas meskipun sebenarnya mulut Sintia, itu sama dengan Karina yang tidak bisa diam dan suka berbicara keras tetapi Sintia tau betul mana yang rahasia mana yang harus dibuka di depan umum.
"Hmm...."
Hanya itu yang diucapkan oleh Karina pasalnya ia tidak mau bercerita panjang dan lebar dengan Sintia, bukannya tidak mempercayai sahabatnya tetapi Karina masih jengkel terhadap suaminya itu yang mana ia sudah membuang mawar dan coklat yang enak dan juga panjang itu dan bisa dimakan bersama-sama dengan Sintia, tetapi sayang sekali Devano dengan sejuta ancamannya membuat Karina harus mau membuang semuanya.
"What?? Kok bisa bagaimana ceritanya? ceritain dong Rin, gue penasaran banget!!"
Tentu saja sosok Sintia yang memang kepo dan belum tahu kelanjutan kisah bunga dan juga coklat itu bertanya kepada Karina yang pastinya Sintia masih penasaran mengapa bunga dan coklat itu berada di tong sampah dan apa hubungannya dengan Devano apa jangan-jangan tadi pagi guru killer sekaligus suami Karina itu melihat jika Karina menerima pemberian dari orang lain, pastinya itu yang menjadi alasan mengapa barang-barang mewah itu tidak berada di depan Karina saat ini.
"Males gue cerita yang jelas itu barang sudah nggak ada di sini... Kalau lo pengen tahu kejelasannya tanya saja sama idola lo!!"
__ADS_1
"Haishhh.... Gue suruh tanya sama suami lo, malas saja yang ada bukan gue diceritain tapi gue udah mundur dari sana, lo apa nggak ingat suami lo itu kalau nggak ada loh tampannya nyeremin lebih menyeramkan daripada singa yang lagi ngamuk-ngamuk?"
"Bodo amat yang jelas itu coklat sudah nggak ada di sini lagi..."
Sintia berhenti bertanya, toh juga nanti lama kelamaan Karina akan menjelaskan semuanya mungkin memang Karina saat ini lagi tidak baik-baik saja dan tidak mau Sintia terus meminta Karina untuk menjelaskannya.
"Tetapi itu coklat dari siapa? perasaan lo nggak punya fans segila itu, dan kata teman-teman tadi bunga mawarnya harum dan juga bentuknya indah banget dan juga coklat yang sangat besar dan panjang, jelas siapa yang berikan itu orang nya gak main main, apa ada fans lo di sekolah ini?"
"Dari Kak Alex, dia tadi pagi nitipin sama anak kelas sebelah, gue juga nggak ketemu sama dia!!"
Masa bodoh dengan ucapan Sintia, yang jelas Karina juga tidak tertarik dengan yang namanya Alex itu, Karina hanya menjaga pertemanan saja, toh juga jika mengingat tentang kejadian malam itu seharusnya Karina membenci Alex gara-gara Alex Karina bisa masuk ke dalam klub malam dan di unboxing oleh suaminya, namun semuanya tidak salah dari Alex, Karina juga tidak ingin menambah musuh, dan juga Alex tidak tahu apa-apa, bahkan Alex selalu bersikap manis saat ketemu dengan dirinya apalagi tadi pagi yang sudah memberikan bunga dan juga coklat, bukannya karena GR, sama sekali tidak ... Karina hanya saja ingin menghargai pemberian dari seseorang.
"Gue masa bodoh, mau dia pemain atau apa yang jelas gue nggak peduli, gue juga nggak ada rasa sama dia, dah jangan dibalas itu..."
__ADS_1
Sintia menganggukkan kepalanya, rasa-rasanya Karina memang mood nya masih buruk dan tidak baik-baik saja, hingga mereka berdua menghentikan obrolannya ketika ada salam dari guru yang baru masuk ke kelas Karina dan tentu saja mata pelajaran pertama diisi oleh Devano karena memang Devano di sini mengajar 3 mata pelajaran sekaligus, matematika kimia dan juga fisika yang artinya bahkan hampir satu minggu mereka bertemu dengan Devano.
"Selamat pagi.... Jika masih ada yang ngobrol-ngobrol atau bermain HP silakan kalian keluar dari sini, saya tidak akan mentolerin jika ada yang tidak memperhatikan pelajaran saya, lebih baik di kelas ini berisi satu atau dua orang saja tetapi mereka benar-benar memperhatikan pelajaran saya daripada diisi penuh tetapi sama sekali tidak bermanfaat!!"
Ujar Devano dengan menatap satu persatu anak didik nya, tak kecuali dengan Karina, Devano akan memperlakukannya sama.
Dan ini bukan pertama kalinya Devano melakukan seperti itu meskipun pagi ini moodnya sangat jelek sekali, ia cemburu bahkan sangat-sangat cemburu ketika tahu jika ada laki-laki yang mendekati Karina bahkan sudah berani-beraninya memberikan bunga dan coklat itu kepada Karina, yang pastinya Devano selalu menekankan peraturan itu setiap masuk ke dalam gelasnya tetapi pagi ini begitu berbeda, Devano terlihat sangat kejam sekali meskipun setiap harinya juga guru itu terkenal kiler.
Mendadak semua temen-temen Karina diam dan mengeluarkan buku pelajaran hari ini yang pastinya mereka tidak mau keluar sia-sia dari kelas ini yang tentu saja itu bukan hanya sekedar ancaman dari Devano tetapi memang sebuah kenyataan dan jika sudah pernah keluar satu kali jangan harap akan terbebas dari hukum yang lainnya dari dewa dan pastinya Devano akan mencoret nama anak itu dari daftar siswa yang patut untuk diperjuangkan nanti saat kenaikan kelas.
Devano memulai pelajaran kali ini tetapi tatapan matanya melurus ke arah Karina, ia tahu jika istrinya itu marah dan jengkel dengan dirinya tetapi Devano lebih marah dan cemburu lagi, bisa-bisanya Karina menerima pemberian dari laki-laki lain, apakah Karina benar-benar tidak menghargai dirinya sebagai seorang suami atau jangan-jangan Karina memang sengaja ingin membuat dirinya marah dan juga cemburu?
Tetapi di satu sisi Devano kasihan dengan Karina, apa perlakuan dan perhatiannya kepada Karina saat ini kurang? apalagi ketika Devano melihat sendiri jika Karina sangat senang dan juga matanya berbinar binar ketika menerima bunga dan coklat dari laki-laki lain.
__ADS_1
Ya meskipun Devano perhatian tetapi selama ini Devano belum pernah memberikan sesuatu yang romantis kepada Karina, maklum saja Devano baru pertama kali ini menyukai seorang perempuan dan pastinya Devano tidak tahu bagaimana caranya menyukai seorang perempuan dan panjangkan perempuan itu terlebih lagi Karina yang umurnya jauh di bawah Devano dan pastinya karena itu masih ABG, pastinya masih senang diberikan barang-barang yang tidak mewah tetapi begitu berkesan terlebih lagi dengan ditambah ucapan-ucapan yang manis.
Apa yang harus aku lakukan? apa mungkin aku salah telah melakukan itu kepada Karina tetapi aku cemburu, mana mungkin seorang suami membiarkan istrinya menerima pemberian dari laki laki yang lainnya pastinya tidak ada suami yang akan membiarkannya seperti itu, termasuk juga aku.