Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Tidak Pamit


__ADS_3

Malam harinya sifat Devano masih dingin kepada Karina bukan ia tidak ingin menyentuh Karina atau bagaimana tetapi karena Devano masih jengkel dengan istrinya itu di mana mengingatkan tentang perjanjian yang bahkan Devano tidak ingin mengingatnya juga tidak ingin menyetujui permintaan dari Karina untuk berpisah darinya.


Devano masih membuka matanya, laki-laki itu tidur memunggungi istrinya yang mana tidak sama sekali berbicara pada Karina setelah apa yang barusan menimpanya.


Devano berusaha memejamkan matanya sejenak, ia pun berpikir apakah sikapnya ini salah atau benar yang mendiamkan istrinya, sementara Karina hanya diam saja karena juga sama dari tadi tidak berkata sepatah kata pun dan menanyakan mengapa dirinya tiba-tiba diam.


Hingga pagi menjelang, entah jam berapa tadi malam Devano tidur, yang jelas saat bangun-bangun Devano tersenyum ketika ia melihat yang ada di sampingnya adalah Karina dan tangan yang masih memeluk tubuh Karina.


Sejenak ada perasaan nyaman di dalam hati Devano di mana ia mencoba mempererat pelukannya di tubuh Karina, namun ia juga takut jika istri kecilnya itu tiba-tiba bangun dan marah-marah, hingga akhirnya Devano menyudahi aksi memeluk Karina dan bersiap untuk ke kamar mandi.


Beberapa menit setelah mandi, Devano mempersiapkan diri dan juga menyiapkan baju-bajunya untuk pergi ke Bandung selama 3 hari. Memang Devano semalam tidak sempat untuk memberitahukan kepada Karina tentang kepergian nya selama 3 hari itu . Devano pikir Karina juga tidak masalah atau juga Karina selama ini tidak perduli padanya dan juga Karina sepertinya senang jika dirinya pergi.


Cup


Cup


Devano mencium kening Karina kemudian ciumannya itu menuju ke bawah tentu saja di bibir manis Karina. meskipun hanya sebentar saja, namun Devano sudah merasa senang dan mungkin ini adalah pertama kalinya ia pergi ke Bandung yang mendapatkan ciuman dari istrinya meskipun Devano melakukan itu dengan Karina dengan posisi Karina yang masih tertidur.


Tidak bisa berbicara langsung dengan Karina, Devano mengambil ponselnya kemudian laki-laki itu mengirimkan pesan kepada istri nya yang mana intinya berpamitan kepada Karina untuk 3 hari ke depan tidak bisa menemaninya meskipun Devano tidak tahu bagaimana nanti Karina selama 3 hari, apakah merasa senang ataupun tidak.

__ADS_1


[Aku pergi dulu selama 3 hari dan aku tidak tahu apa kamu senang atau tidak dengan kepergihanku, tetapi ingat .. aku mempunyai banyak mata yang akan mengawasi kamu, dan awas saja jika sampai aku mendengar kabar kalau kamu masih berduaan dengan pacar kamu itu.] 


Beberapa menit kemudian...


Bunyi alarm membangunkan Karina, di mana memang Karina sudah terbiasa untuk bangun pagi dan itu semua karena bantuan alarm.


Seperti biasa yang dilakukan Karina setiap paginya adalah melirik ke samping di mana sudah 3 hari ini ia tidur bersama dengan Devano dan entahlah apa yang dilakukan suaminya setiap malam ketika dirinya tidur, yang jelas Karina sendiri tidak bisa mengingatnya karena ia tertidur dengan sangat pulas.


"Tumben sekali Devano sudah pergi, biasanya ia jam segini masih berada di kamar mandi."


Karina sama sekali belum membuka ponselnya, hingga ia tidak mengetahui jika Devano pagi-pagi sudah pergi ke Bandung.


Setelah lima belas menit berada di dalam kamar mandi, Karina keluar .. tetapi ia masih berpikir kenapa tidak menemukan keberadaan suaminya yang mana mungkin menurut Karina setelah masuk ke dalam kamar mandi pasti suaminya lagi turun ke bawah dan nanti akan berteriak untuk memanggil Karina lagi supaya bergegas ke sekolah, tetapi sampai sekarang tidak ada panggilan dari Devano yang membuat Karina berpikir ke mana suaminya pagi-pagi seperti ini.


Meskipun baru beberapa hari tetapi rasanya Karina juga sedikit merasa aneh ketika pagi-pagi tidak ada di Devano di sampingnya, hingga ia berniat untuk menghubungi Devano yang mana mungkin saja Devano sudah pergi ke sekolah pagi-pagi seperti ini.


Tetapi baru saja Karina membuka ponselnya, tiba-tiba ia mengeryitkan alisnya ketika ia melihat ada pesan masuk di dalam ponselnya dan pesan itu dari Devano.


"Dasar nyebelin!! kenapa semalam nggak cerita sama aku."

__ADS_1


Karina melemparkan ponselnya itu, untungnya lemparan itu tiba di atas ranjang sehingga ponselnya tidak apa-apa. Entahlah mengapa rasa di dalam hatinya menjadi sesak seperti ini manakala Devano pergi ke Bandung tanpa berpamitan semalam.


Dengan kesal, Karina mengambil tas dan juga kunci mobilnya, ia tahu jika pastinya dibawah sana kedua mertuanya sudah menunggunya untuk sarapan dan pastinya Karina diminta untuk pergi ke sekolah diantarkan sopir, tetapi Karina adalah Karina ... gadis cantik itu tidak mau jika terus bergantung kepada orang lain meskipun itu adalah supir pribadi dari keluarga Hardiansyah.


"Pagi sayank, sudah bangun.. Maaf kan Devano ya kalau pagi-pagi sekali harus pergi ke Bandung karena ada proyek penting harus segera diselesaikan."


Ujar Mama Rossa yang mana beliau langsung saja menyambut menantu cantiknya itu di mana memang Karina saat ini menuju ke ruang makan untuk sarapan.


"Dan selama Devano pergi ke Bandung, Papa sudah meminta sopir pribadi untuk mengantar jemput kamu ke sekolah, tidak apa-apa kan nak.. dan Maaf sekali jika Papa meminta Devano untuk ke Bandung di saat hubungan kalian lagi mesra-mesranya ini."


Mesra-mesranya apaan? aku sendiri malahan senang jika Devano pergi, jadi aku bisa bebas...


"Tidak perlu Pah, aku pakai mobilku saja."


Jawab Karina dengan memperlihatkan kunci mobil, di mana memang sejak kemarin mobil kesayangan itu sudah berada di rumah Devano.


"Ya sudah kalau begitu, tidak apa-apa tapi kamu hati-hati ya dan kalau ada apa-apa segera hubungi Papa dan Mama."


Papa Tomi tidak mempermasalahkan jika Karina pergi ke sekolah mengendarai mobilnya sendiri yang mana memang beliau sudah diperingatkan oleh Devano supaya Karina memakai mobilnya sendiri dan tidak perlu diantar jemput tetapi yang namanya orang tua pastinya khawatir dengan keselamatan anaknya terlebih lagi Karina jauh dari orang tuanya dan juga jauh dari suaminya, maka tanggung jawab Devano saat ini digantikan oleh Papa Tomi dan juga Mama Rossa.

__ADS_1


Setelah selesai makan, Karina berpamitan kepada kedua mertuanya yang sudah dianggap sebagai orang tuanya sendiri di mana memang kedua mertuanya itu sangat sayank dengan Karina, meskipun juga baru bertemu dan mengenal Karina tetapi kedua mertua Karina sudah tahu bagaimana sifat dan sikap Karina, yang memang seperti itu anak muda saat ini terlebih lagi pernikahan antara Devano dan Karina dilaksanakan secara mendadak dan pastinya karena ada sesuatu yang membuat mereka berdua harus segera menikah.


__ADS_2