
"Sialan! bertambah lagi sainganku!!"
Umpat Devano kesal ketika baru saja ia mendapatkan informasi dari anak buahnya di mana telah mengabarkan jika ada seorang lelaki yang saat ini bersama dengan istrinya, yang mana bukan hanya Rama saja tetapi ada satu laki-laki lagi di mana Devano belum tahu siapa laki-laki itu sebenarnya dan kenapa saat ini bersama dengan istrinya
Ya meskipun di sana Karina tidak berduaan dengan Rama saja tetapi Devano seakan terbakar cemburu karena melihat kemesraan istrinya dengan Rama yang mana sedari tadi Devano masih memperhatikan video yang menunjukkan kemesraan antara Rama dengan Karina dan juga satu laki-laki lagi.
Ting
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Devano dan Devano segera membuka pesan itu.
[Yang bersama dengan Nyonya muda Karina adalah Dirga, dia baru pindahan ke sekolahan Nyonya muda dan dia merupakan teman masa kecilnya Nyonya muda.]
Devano membaca deretan pesan yang baru saja dikirimkan orang kepercayaan itu di mana banyak sekali pesan masuk yang sudah dikirimkannya meskipun tadi Devano juga melihat video yang memperlihatkan kemesraan antara Karina dan 2 laki-laki, tetapi rasanya Devano tidak puas sebelum ia benar-benar mengetahui siapa laki-laki yang bersama dengan Karina.
"Dirgantara Mandala."
Lagi lagi Devano mengucapkan sebuah nama yang menjadi ancamannya saat ini bukan hanya Rama saja saingan nya, tetapi bertambah satu laki-laki lagi yang tentu saja dari penglihatan Devano, Devano tahu jika Dirga menaruh rasa kepada istrinya bahkan dari informasi yang didapatkan kalau Dirga itu sudah lama mengenal Karina bahkan semenjak Karina masih kecil.
Devano masih memandang video yang saat ini memperlihatkan bagaimana interaksi istrinya itu dengan kedua laki-laki yang ada di depannya di mana Devano mendadak terbakar cemburu. Dan jujur saja melihat Karina ini membuat rasa kangen Devano semakin meningkat, padahal baru saja sehari ia berada di Bandung tetapi Devano sudah ingin pulang dan bertemu dengan Karina.
Tidak mau larut dalam kecemburuannya, Devano segera menutup ponselnya, dan ia langsung saja menghubungi sekretaris yang mana Devano memerintahkan untuk segera menyelesaikan pekerjaan ini dan Devano malam ini akan lembur supaya besok bisa kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Ya hanya itulah satu-satunya cara supaya Devano bisa mengawasi istrinya secara langsung meskipun ia sudah meminta orang kepercayaan nya itu untuk mengawasi 24 jam tetapi rasanya Devano tidak puas dan ini mengawasi Karina sendiri seperti biasanya.
"Apakah ini yang namanya cinta?"
Devano menyandarkan punggungnya di kursi, di mana ia sedikit berpikir tentang apa yang baru saja dirasakan. Ketika berada di dekat Karina, jantungnya berdetak kencang dan saat berjauhan dengan Karina, ada rasa kangen membara dan juga ketika Karina bersama dengan laki-laki lain, timbulah rasa cemburu dan emosi dalam dirinya.
Devano memang belum pernah merasakan cinta, sehingga ia sendiri tidak paham betul bagaimana rasanya jatuh cinta itu yang mana Devano bingung dengan perasaannya, apakah ini yang namanya cinta atau hanya sekedar mengagumi saja atau malahan hanya tanggung jawab yang diberikan Devano karena sudah menyeret Karina untuk masuk ke dalam kamar hotel.
Meninggalkan Devano yang saat ini bingung dengan rasa hatinya, di dalam mall Karina saat ini sudah selesai menikmati makan siangnya yang mana ia masih kekeh untuk memesan soto ayam dan tentu saja itu membuat Karina malas-malasan untuk memakannya tapi daripada melihat kedua laki-laki yang tadi depannya bertengkar hanya gara-gara makanan, Karina memutuskan untuk memilih menu yang lain saja dan untuk masalah kenyang atau tidak nya itu urusan belakangan.
"Sudah yank, aku bayar dulu ya?"
Ucap Rama yang melihat Karina sudah selesai makan, laki laki itu seperti biasanya langsung saja menuju ke kasir untuk membayar, tetapi hal yang tidak biasa terjadi.
"Tidak perlu!!"
Lagi dan Lagi terjadi perdebatan antara Rama dengan Dirga di mana mereka sama-sama tidak mau mengalah dengan siapa yang akan membayarkan makan siang ini dan tentu saja itu membuat Karina menggelengkan kepalanya, ia berpikir bagaimana kedua laki-laki itu bisa akur jika diajak jalan bersama, terlebih lagi Karina yang memang baru bertemu dengan Dirga dan tidak mungkin untuk menolak ajakan Dirga untuk jalan bersama, tetapi ia juga harus memikirkan perasaan Rama yang merupakan kekasihnya.
"Stop!!"
Karina yang kesal dengan tindakan keduanya langsung saja menghentikan perdebatan itu di mana Karina berdiri dari kursi dan langsung saja menuju ke kasir tanpa memberitahukan niatnya untuk membayar semua makanan yang sudah dipesannya.
__ADS_1
Hingga membuat kedua laki-laki itu melototkan matanya kemudian memberikan tatapan mata yang tajam lalu melangkahkan kakinya untuk menuju ke mana Karina berada saat ini.
"Sayank biar aku saja."
"Biarkan aku yang membayar semuanya daripada nanti kalian berdua ribut lagi, lagi pula aku tadi yang paling banyak memesan makanannya."
"Tapi ini adalah pertemuan pertama kita Rin dan pastinya Aku ingin mentraktir kamu dan biarkan aku yang membayarnya."
Karina menghela nafasnya panjang, Rama sudah bisa dikendalikan tetapi tidak dengan Dirga yang malahan sudah menyerahkan uang nya kepada kasir.
"Lain kali saja Dir, kali ini biarkan aku yang membayar, itung-itung aku juga traktir kamu sebagai ucapan selamat datang kembali di sini."
Karkna menolak mentah-mentah ketika ingin dibayarkan oleh Dirga, ia pun mengambil uang Dirga yang sudah diserahkan kepada kasir dan menggantinya dengan uangnya sendiri.
"Aku akan menggantinya dengan yang lain."
Bisik Dirga ditelinga Karina, kemudian laki-laki itu segera berlalu dari hadapan Karina dan ingin keluar dari restoran tetapi sebelum Dirga pergi dari restoran, ia menata tajam ke arah Rama yang yang sedari tadi Rama memperhatikan tingkah laku Dirga.
Awas saja, aku akan merebut Karina dari kamu
Tataoay mata tajam Dirga kepada Rama mengisyaratkan jika laki-laki itu mengucapkan kalau ia akan merebut Karina dari sisi Rama, yang mana tentu saja Dirga tidak akan tinggal diam begitu saja karena mendengar jika dirinya dan Karina sudah dijodohkan sejak kecil dan saat inilah ia meminta kepada Papahnya untuk melanjutkan perjodohan ini dan segera mengikat Karina.
__ADS_1
Rama memperhatikan bagaimana ekspresi wajah Dirga ketika bersama dengan Karina dan membandingkan dengan ketika Dirga menatap ke arahnya, rasanya Rama yakin sekali jika Dirga mempunyai perasaan kepada Karina, namun Rama mencoba untuk diam saja, ia tidak ingin menambah mood Karina semakin buruk lantaran perdebatannya dengan Dirga tadi.
Hingga akhirnya Karina sudah selesai membayar dan meminta kepada Rama untuk langsung pulang saja ke rumah karena jam sudah menunjukkan pukul empat sore di mana ia juga harus bergegas untuk pulang ke rumah, tidak mau jika suaminya nanti marah marah karena ia pulang terlambat meskipun Devano tidak ada di sini tetapi karina yakin jika mata-mata Devano itu sangat banyak dan pastinya memberitahukan kepada Devano tentang apa yang terjadi dengan dirinya seharian ini.