Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Sebuah Foto


__ADS_3

Keduanya kini sudah berada di ruang keluarga di mana Karina dengan cepat mengambil kotak P3K untuk mengobati luka di wajah Dirga.


Seperti Karina sudah paham betul seluk-beluk rumah ini padahal sama sekali tidak, karena ini adalah pertama kali Karina datang ke sini. Rumah Dirga yang dulu sudah dijual dan ini adalah rumah baru yang juga baru beberapa hari yang lalu dibeli oleh keluarga Dirga.


Namun Karina yang pecicilan dan suka kemana-mana langsung saja mencari di mana kotak P3K itu berada hingga kini ia sudah menenteng kotak dan segera membersihkan luka di wajah Dirga.


"Kenapa seperti ini sih, lagi pula kenapa mulut kamu ember seperti itu?"


Sembari mengobati luka di wajah Dirga, Karina juga mengomel, itu yang biasa dilakukan oleh Karina dulunya dan memang tidak ada yang berubah sama sekali dari diri Karina dulu sampai saat ini.


"Siapa yang ember Rin? aku mengatakan yang sebenarnya jika aku dan kamu memang sudah temenan sejak kecil bahkan mungkin juga kamu sebenarnya cinta sama aku, hanya saja aku lebih dulu meninggalkan Indonesia dan belum sempat untuk menyatakan cinta pada kamu sehingga kamu akhirnya berpaling dariku dan berhubungan dengan Rama."


Ingin sekali Karina menambah pukulan di wajah Dirga di mana Dirga berbicara ngamur saja, yang ada Karina tidak tertarik dengan laki-laki yang saat ini ada di depannya, yang dari dulu sampai saat ini Karina tidak ada rasa sama sekali ia bahkan murni berteman dengan Dirga dan menganggap Dirga sebagai saudaranya sendiri.


"Kalau seperti ini, kamu yang rugi. Wajah kamu lebam seperti ini dan kamu pasti tidak ganteng lagi, bagaimana kamu mau menggebet gadis-gadis di luar sana jika kamu seperti ini?"


"Tidak masalah, asalkan kamu mau sama aku aja itu sudah cukup dan aku benar-benar jatuh cinta sama kamu Rin."


"Aw... Sakit pelan Karin!!"


Teriak Dirga yang merasakan sedikit karena Karin menekan di bagian lukanya, padahal ia tadi berucap manis kepada Karin dan menyatakan perasaannya tetapi malahan sambutan Karin itu berbeda.

__ADS_1


"Biarin, biar lo sadar!"


"Aku tidak gila, aku juga tidak pingsan, dan supaya juga kamu sadar kalau memang hati aku sepenuhnya sama kamu dan aku jatuh cinta sama kamu sejak dulu sampai saat ini."


Karina sendiri tidak mau menjawab pernyataan cinta dari Dirga, bukannya ia tidak mendengar Dirga tetapi percuma saja, karena Karin juga sudah mengatakan tidak ada rasa sama sekali kepada Dirga, tetapi laki-laki itu terus saja dan meminta supaya memutuskan Rama dan bersama dengan dirinya.


"Nanti jika lebam nya tidak sembuh dan masih basah lukanya, sebaiknya kamu periksa saja ke dokter dan maaf atas perbuatan Rama, itu semua gara-gara aku."


Dirasa Dirga sudah baik-baik saja, Karina meninggalkan laki-laki itu, ia juga tidak mau lama-lama bersama dengan Dirga yang nantinya akan menimbulkan huru-hara dan kesalahpahaman lagi.


Mungkin bukan hanya Rama yang akan mendengar berita ini tetapi jika sampai berita ini terdengar di telinga Devano maka habislah Karina, pergi dari sekolah sendirian dan juga keluar dari rumah juga tanpa izin dari suami.


"Rin, Papaku dan Papa kamu akan menjodohkan kita dan sebaiknya kamu putuskan hubunganmu dengan Rama, karena aku menerima perjodohan itu."


Jlebb


Seketika Karina menghentikan langkah kakinya ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Dirga barusan, bahkan ia sama sekali tidak tahu tentang perjodohan ini.


Karina menoleh ke arah Dirga, kemudian melihat dengan serius wajah Dirga yang saat ini tersenyum padanya, sepertinya memang laki-laki itu tidak berbohong tetapi rasanya tidak mungkin jika Papahnya menjodohkan dirinya dengan Dirga, padahal Papanya tahu sendiri jika ia dan Devano sudah menikah.


"Jangan ngarang, sebaiknya kamu istirahat supaya otak kamu tidak kemana-mana!!"

__ADS_1


Ujar Karina yang menanggapi ucapan dari Dirga itu tidak serius meskipun ekspresi wajah Dirga tidak sedang bercanda, namun rasanya tidak mungkin jika Papanya akan menjodohkan dirinya, karena pada saat ini status dirinya sudah sah menjadi istri dari Devano.


Setelah kepergian Karina, Dirga tersenyum.. laki-laki itu baru saja mengambil foto di mana Karina yang sedang mengobati luka nya dan tentu saja foto itu akan ia kirimkan kepada Rama sebagai bukti jika Karina memang peduli padanya dan nanti membuat Rama cemburu hingga akhirnya hubungan mereka berdua akhirnya berantakan.


Sementara di tempat lain, Rama terlihat kecewa karena ia tidak bisa menghubungi Karina, pasalnya  Rama pun melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah Karina, tetapi sayang sekali satpam yang menjaga di rumah Karina itu mengatakan jika Karina belum pulang.


Ya bukannya belum pulang, tetapi Karina tidak akan pulang ke rumahnya tanpa bersama dengan suaminya, karena Pak satpam itu sudah diwanti-wanti oleh Karina jika ada teman-temannya yang datang terutama Rama, Pak satpam harus memberitahukan kalau Karina belum pulang atau pergi ke rumah saudaranya, yang jelas Karina masih merahasiakan hubungannya dengan Devano, tidak ingin teman-temannya atau Rama tahu tentang pernikahannya.


Bingung sendiri, ia mendadak berpikir dengan Karina di mana memang tadi pagi hubungannya dengan Karina berantakan ditambah dengan Rama yang membuat kesalahan karena sudah memukul Dirga.


Bukan karena Rama menyesal tetapi ia baru teringat ucapan dari Karina jika sampai Rama bertindak yang tidak tidak dengan Dirga maka Rama tidak akan pernah bisa menemui Karina.


Hingga akhirnya ponsel Rama berdering dan itu menandakan bunyi pesan masuk. Rama dengan cepat meminggirkan mobilnya dan menghentikan mobilnya sejenak, ia pikir jika itu adalah pesan dari Karina karena beberapa waktu yang lalu Rama sempat mengirimkan pesan kepada Karina dan menanyakan di mana kekasihnya itu berada.


Shittt 


Rama mengumpat kesal, manakala ia melihat sebuah foto di mana Karina sedang mengobati luka Dirga dan tentu saja ia paham siapa yang mengirimkan foto itu meskipun tidak ada kata-kata yang dituliskan oleh Dirga tetapi dengan sebuah foto sudah bisa membuat ramah terbakar emosi dan cemburunya.


Brengseekk!!


Rama memukul setir kemudinya, ia saat ini pasrah jika Karina marah padanya karena apa yang dipikirkan ternyata benar jika Karina sudah mengetahui kalau dirinya dan Dirga tadi berantem dan lebih parahnya lagi jika dirinya yang sudah memberi pukulan kepada Dirga.

__ADS_1


Hingga akhirnya Rama melajukan mobilnya kembali, ia harus menemukan Karina di manapun kekasihnya itu berada dan tentunya ingin meminta maaf dengan apa yang telah terjadi, berharap Karina bisa memaafkan dan hubungannya kembali menjadi baik sehingga tidak akan ada yang memisahkan Karina termasuk Dirga yang saat ini memang mengincar Karina.


__ADS_2