Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Ungkapan Rasa


__ADS_3

"Bagus ya, baru sehari semalam ditinggal oleh suaminya.. kamu sudah berani macam-macam di luar sana."


Dengan cepat Devano menutup pintu ruangannya kemudian menguncinya dan menaruh kunci itu di dalam saku celananya ketika Karina sudah masuk ke dalam ruangan saat ini.


Devano memang sudah menanti kedatangan Karina, ia ingin mengupas tuntas tentang apa yang sudah dilakukan oleh istrinya kemarin, di mana baru sehari semalam tetapi istrinya sudah membuat ulah yang mana membuat Devano semakin ingin memiliki Karina seutuhnya dan mengatakan jika Karina adalah miliknya, bukan kekasih dari Rama atau pacar impian dari Dirga.


"Maksud kamu bagaimana Om, dan bukain pintunya.. kenapa juga harus dikunci?"


Jelas saja Karina khawatir, terlebih lagi saat ini mereka hanya berdua berada di sini dan pastinya jika Karina berteriak akan meminta tolong, tidak ada yang akan mendengar suaranya .. apalagi pintunya dikunci dan kuncinya.. Karina tahu jika sudah dimasukkan ke dalam satu celana Devano dan itu artinya ia akan semakin sulit untuk keluar dari ruangan ini.


"Masih nanya maksud aku bagaimana? apa kamu sudah lupa jika kemarin habis jalan dengan dua laki-laki sekaligus?"


Dan benar saja yang apa dipikirkan oleh Karina kemarin jika Devano pasti tahu semua yang sudah ia lakukan bahkan jalan dengan Rama dan juga Dirga kemarin, Devano pun tahu.


"Apa perlu aku kasih tahu kepada mereka, jika kamu saat ini sudah sah menjadi istriku?"


"Awas aja kalau Om berani memberitahu kepada mereka, terutama Rama..aku tidak mau ngomong sama Om lagi dan bukankah di dalam perjanjian kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing?"


"Ancam saja, aku tidak takut dan Perjanjian siapa? hanya perjanjian yang kamu tulis dan kamu berikan padaku, sementara aku sendiri tidak menyetujuinya bahkan aku juga tidak tanda tangan di atas materai."


Jlebb


Karina hanya terdiam, sesaat ia mengingat-ingat tentang beberapa hari yang lalu di mana ia memberikan selembar kertas berikut dengan tulisan dan tanda tangan nya, yang merupakan perjanjian kontrak setelah menikah dengan Devano dan ia sendiri baru mengingat jika Devano sama sekali tidak menandatangi perjanjian itu dan entah di mana saat ini selembar kertas itu berada.

__ADS_1


"Kenapa? kamu baru mengingatnya? Dan pastinya Kamu paham jika surat perjanjian itu tidak ditandatangani oleh dua pihak maka semuanya akan batal dan tidak sah, atau perlu aku jelaskan tentang poin-poin mengenai hukum dan juga perjanjian itu?"


Devano mendekati Karina yang saat ini Karina masih mematung di depan pintu dengan tubuhnya yang menempel di sana, ingin sekali rasanya Karina berbalik badan dan keluar dari ruangan Devano tetapi kenyataannya tidak bisa, jangankan keluar.. berpaling saja sepertinya Karina tidak bisa.


Melihat ekspresi wajah Karin yang ketakutan, Devano tersenyum penuh kemenangan, ini yang ia harapkan dengan gadis cantik yang saat ini menjadi istrinya itu dimana Karina jika merasa ketakutan akan semakin menggemaskan.


Greep


Dengan cepat Devano memeluk tubuh Karina, yang pastinya Devano itu tidak peduli lagi bagaimana nanti reaksi Karina, yang jelas saat ini Devano ingin menumpahkan rasa kangennya itu kepada Karina.


"Lepas Om!"


Karina tentu saja memberontak, ia tidak mau dipeluk oleh Devano terlebih lagi saat ini mereka berada di dalam sekolahan, walaupun hanya berdua saja di ruang Devano tetapi Karina takut jika nanti semua orang tahu kalau dirinya ada hubungan sesuatu dengan Devano.


Gubrak 


Karina hanya melototkan matanya ia tidak tahu mengapa tiba-tiba guru killernya itu mengatakan kangen padanya terlebih lagi saat ini Devano memeluknya dengan sangat erat.


Mendapatkan pelukan erat dari Devano, Karina seketika tidak bisa memberontak lagi, pelukan Devano dirasa sangat erat tetapi membuatnya nyaman.. terlebih lagi dengan aroma maskulin dari tubuh laki-laki itu hingga membuat Karina mematung seketika dan tidak memberontak lagi.


"Apa harus dengan mengancam supaya kamu bisa dekat dengan aku? jujur saja Rin sehari semalam aku berada di Bandung dan jauh dari kamu, ada sesuatu yang hilang, entahlah perasaan apa itu yang jelas ketika bersama dengan kamu, aku bahagia.. namun ketika jauh dari kamu aku merasa ada sesuatu yang berbeda dan tentunya aku sendiri tidak paham rasa apa yang aku lalui."


Devano masih memeluk erat tubuh istrinya, ia juga menghirup aroma wangi dari rambut Karina yang membuatnya nyaman dan tidak ingin melepaskan pelukannya itu.

__ADS_1


"Tolong beritahu sama aku, rasa apa yang sedang aku lalui saat ini hingga aku tidak bisa berjauhan dari kamu, meskipun sebenarnya aku merasa kesal jika bersama dengan kamu dan melihat kamu bersama dengan laki-laki lain bahkan kamu selalu menyebut nama laki-laki itu di depanku tetapi rasa yang ada padaku saat ini benar-benar berbeda."


Deg


Karina mematung seketika, manakala ia mendengar apa yang diucapkan oleh Devano barusan, ia juga tidak tahu harus menjawab apa dan bagaimana.


Apakah Om Devano jatuh cinta padaku? lalu bagaimana mungkin jika dia jatuh cinta padaku sementara kita sudah membuat perjanjian kalau dilarang jatuh cinta, karena setelah lulus sekolah aku dan dia akan bercerai.


"Tolong katakan padaku Rin, apakah yang aku rasakan itu atau aku memang benar-benar jatuh cinta sama kamu?"


Melihat Karina yang hanya diam dan tidak mengekspresikan apapun, juga Karina juga tidak beras pelukannya, membuat Devano mengulangi lagi pertanyaannya, ia sendiri masih ragu apakah memang benar kalau ini yang dinamakan cinta yang Devano sendiri belum pernah sebelumnya merasakan jatuh cinta. Jadi ia belum paham betul ciri-ciri dan tanda-tandanya orang jatuh cinta itu seperti apa.


"Aku tidak tahu Om dan jika itu benar, aku harap Om Devano melupakan semuanya karena itu tidak mungkin.."


Karina memejamkan matanya meskipun ia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan pelukan Devano dan juga kenyamanan yang ia dapatkan ketika bersama dengan Devano tetapi karina mencoba menepis semuanya, bagaimana jika memang Devano benar-benar mencintainya, lalu ia harus di manakan Rama? sementara hatinya masih bertaut dengan Rama 


"Melupakan? tidak mungkin. Kamu adalah sah menjadi istriku dan aku tidak mau melupakanmu apalagi mengakhiri pernikahan kita."


"Tapi bukannya semuanya harus diakhiri Om setelah aku lulus sekolah, kita harus mengakhirinya karena pernikahan ini hanya pura-pura saja, hanya bentuk bertanggung jawaban Om di depan kedua orang tuaku karena sebenarnya diantara kita tidak sama-sama mencintai."


Devano melepaskan pelukannya, ia menatap tajam ke arah Karina dan mengamati setiap wajah Karina dan juga sorot mata Karina, apakah memang benar jika istri kecilnya itu tidak ada rasa sama sekali dengan nya.


"Sekarang tatap mataku dan katakan jika kamu memang tidak ada rasa sama sekali padaku."

__ADS_1


Devano minta Karina untuk menatapnya dan mengungkap kan perasaan di dalam hati. Karena Devano saat ini sendiri tahu jika istri kecilnya itu juga sudah bisa menerimanya, mungkin saja memang semua butuh waktu dan butuh proses untuk menjalani pernikahan ini kedepannya.


__ADS_2