Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Batal


__ADS_3

Karina yang curiga, terlebih lagi melihat Devano yang masuk ke garasi dan mengeluarkan motornya kemudian berpikir dan penasaran, ke mana suaminya itu akan pergi .. tentunya ia juga penasaran mengapa juga Dirga ada di sini dan tidak menemuinya, karena setahu Karina, Dirga tidak begitu dekat dengan Devano, bahkan lebih dekat dengannya.. tetapi mengapa Dirga tidak menemui dirinya tetapi malah menemui Devano, Ada apa sebenarnya?


Padahal setahu Karina, Dirga juga tidak mengetahui kalau dirinya tinggal di sini, apa mungkin ini kebetulan saja atau mungkin memang Dirga ada perlu dengan Devano, mengenai masalah sekolahnya atau bagaimana?


Daripada menebak-nebak, gadis cantik itu segera mengambil kunci mobilnya. Karina tentunya tidak mau penasaran dengan apa yang dipikirkan saat ini hingga Karina diam-diam keluar dari kediaman Hardiansyah untuk mengikuti ke mana suami dan juga Dirga itu pergi.


Jelas saja Karina memang penasaran, tetapi ia juga tentunya sedikit curiga kalau Dirga dengan Devano saat ini pergi bersama, tetapi entah ke mana.


"Non Karina mau ke mana, sudah malam begini?"


Bukannya Pak satpam ingin mencampuri urusan pribadi Karina, tetapi memang ia yang bertugas di sana di wanti wanti oleh Devano untuk menanyakan setiap Karina ingin keluar dari rumah itu, bukannya untuk apa-apa, ini semata-mata untuk menjaga Karina supaya Devano tahu tentang istrinya yang keluar masuk rumah.


"Mau beli pulpen sebentar pak, pulpenku tiba-tiba habis .. tidak lama dan tidak jauh kok, hanya di minimarket yang ada di seberang ujung jalan sana."


Tunjuk Karina ke sebuah minimarket yang tidak jauh dari rumahnya dan ia memang sudah mempersiapkan jawaban sebelumnya, karena pastinya Karina bisa menebak jika pak satpam  di depan itu pastinya akan mencegah nya dan bertanya macam macam dengan nya.


Pak satpam pun langsung menganggukkan kepalanya ia tidak mungkin menahan Karina untuk tidak keluar memberi pulpen, karena itu nanti pastinya akan dilaporkan kepada Devano dan pulpen adalah salah satu alat penunjang untuk Karina belajar.

__ADS_1


Setelah mendapatkan anggukan kepala dari pak satpam, Karina dengan cepat melajukan mobilnya tentu saja ia pelan-pelan supaya Pak satpam itu tidak dicuriga karena Karina pasti yakin jika Pak satpam masih mengamatinya.


Untung saja letak minimarket tidak bisa dilihat dari depan rumah, yang itu berarti Karina aman .. tidak perlu berpura-pura untuk masuk ke minimarket dulu karena pastinya akan lama dan ia akan kehilangan jejak suami dan juga Dirga.


Hingga akhirnya, Karina melihat jika ada mobil Dirga dan juga motor dari Devano berada di parkiran sebuah cafe yang tidak jauh dari rumahnya dan Karina segera membelokkan mobilnya itu, tentu saja tidak berdekatan dengan mobil Dirga ataupun motor Devano.


"Di cafe,.sedang apa mereka berdua ke sini? tumben-tumbenan sekali?"


Ujar Karina yang masih berada di dalam mobil, ia seperti masih ragu-ragu untuk  turun tetapi penasaran apa yang dilakukan suami sekaligus temannya itu di dalam, apa mungkin membicarakan sesuatu yang penting atau hanya mengenai pelajaran sekolah saja? mengingat Dirga adalah murid baru yang pastinya ketinggalan dalam masalah belajar, meskipun Karina yakin Dirga sebenarnya adalah murid yang pintar tetapi tidak tahu saja bagaimana.


Daripada Karina penasaran, gadis cantik itu segera keluar dari mobil, tentu saja ia mengendap-ngendap supaya tidak terlihat oleh Devano ataupun Dirga. Ia menuju ke parkiran dan berpikir, pastinya mereka berdua ada sesuatu yang dirahasiakan, tidak mungkin bisa Dirga dan Devano sampai bertemu empat mata di sini, kalaupun masalah sekolah.. untuk belajar pastinya Dirga bisa mengatakan secara langsung tadi di rumah kenapa mesti harus keluar.


Sudah menjadi calon istrinya bahkan beberapa hari lagi Karina akan menjadi istrinya dengan alasan perjodohan yang sudah dilakukan kedua orang tuanya dan juga kedua orang tuanya, dan Dirga percaya jika Karina tidak akan menolak semuanya ini.


Tetapi sayang sekali, Karina lebih dulu dinikahi oleh Devano dan pastinya Devano memaksa Karina untuk menikah, hingga akhirnya Dirga yang kesal berniat untuk menghancurkan rumah tangga Devano dengan Karina dengan bertemu Devano lebih dulu, Dirga ingin penjelasan mengapa dalam Devano menikahi Karina, yang jelas-jelas Karina tidak mencintai Devano.


"Katakan saja tanpa basa-basi, apa mau kamu hingga berani menemui saya dan mengajak saya keluar dari rumah?"

__ADS_1


Tanya Devano yang pastinya tidak basa-basi, laki-laki itu juga tidak suka keluar rumah, terlebih lagi bertemu dengan seseorang yang tidak jelas meskipun sebenarnya Devano penasaran apa yang diinginkan oleh Dirga hingga malam-malam begini nekat untuk menemuinya.


Dirga tersenyum, sama dengan Devano kalau ia juga tidak mau basa-basi lagi dan ingin menanyakan segala sesuatunya sendiri yang sedari tadi mengganjalny, terlebih lagi melihat tatapam mata Devano yang tidak bersalah membuat Dirga semakin mengepalkan tangan nya dan ingin sekali menonjok laki-laki yang ada di depannya ini.


"Ceraikan Karina!!"


Ucap Dirga lantang dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah Devano, sepertinya laki-laki itu memang menantang Devano saat ini yang mana Dirga sama sekali tidak takut dengan apa yang sudah dilakukannya, dengan apa nanti tanggapan dari Devano.. ia bahkan tidak sedikitpun berpikir jika laki-laki yang di depannya ini adalah gurunya sendiri.


"Hahaha lucu sekali kamu, punya hak apa kamu meminta saya untuk menceraikan Karina? Dan rupanya kamu sudah tahu jika saya dan Karina sudah menikah dan tolong catat baik-baik, jangan berharap saya akan menceraikan Karina, karena sampai kapanpun Karina tetap menjadi istri saya dan tidak akan saya lepaskan, tidak untuk kamu atau laki laki lain, jadi jangan pernah merebut Karina dari saya, karena saya tidak akan membiarkan semuanya itu terjadi!!"


Devano mengucapkan itu dengan sangat tenang, dengan kedua matanya menatap tajam ke arah Dirga. Devano sebenarnya kesal dengan Dirga, tetapi Devano juga tidak mau terpancing emosi dengan apa yang sudah dilakukan oleh Dirga yang nyatanya memang kenyataannya itu benar tetapi yakin pastinya Dirga akan menghancurkan pernikahannya dengan Karina, terlebih lagi Devano tahu jika Dirga mencintai istrinya.


"Dan saya tidak takut dengan ancaman bapak, dan pastinya bapak sudah merebut Karina dari saya.. kembalikan Karina kepada saya!"


Devano kembali tersenyum kecut, rupanya memang Dirga sedang menantang dirinya dengan mengatakan seperti itu. Dirga pikir kalau Devano akan menyerah dan melepaskan Karina untuk dirinya, tetapi Dirga salah.


"Kembalikan? maksud kamu apa? Karina dari dulu sudah menjadi istri saya dan saya tidak merebut Karina dari kamu!!"

__ADS_1


Devano sendiri tidak maksud dengan kata-kata Dirga memang ia tahu jika Dirga sudah lama mencintai Karina,  tetapi ia juga tidak paham dengan kalimat terakhir yang diucapkan oleh Dirga.


"Asal bapak tahu, saya dan Karina sudah dijodohkan sejak kecil dan pastinya gara-gara bapak perjodohan kami batal!"


__ADS_2