Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Teriak Saja


__ADS_3

"Karina tunggu! apa yang kamu lakukan?"


Dengan cepat Devano menarik tangan Karina, ia tidak akan membiarkan Karina pergi dari privat room ini, bukan karena ingin berdua dengan Karina saja tetapi Devano tahu jika Karina ingin mengejar Rama dan ingin menjelaskan semuanya malam ini.


Bukan pula Devano melarang Karina untuk menjelaskan tentang pernikahan ini kepada Rama tetapi ini bukan waktu yang tepat, terlebih lagi ini sudah malam lagi pula tidak baik jika malam-malam Karina pergi dengan laki-laki lain terlebih lagi laki-laki itu adalah pacar Karina sendiri dan Devano statusnya sebagai suami Karina tentunya tidak merelakan jika istrinya bersama dengan laki-laki lain.


Masih ada banyak waktu untuk menjelaskan semuanya tetapi tidak malam ini dan tentunya Devano bisa mengatur ulang pertemuan Karina dengan Rama lagi yang jelas ia harus tahu jika istrinya itu akan bertemu dengan Rama.


"Lepaskan!! bapak tidak berhak untuk mengatur hidupku apalagi melarang aku untuk pergi!!"


Saking kesalnya, Karina mengubah panggilannya yang semula dari Om sekarang menjadi bapak di mana memang nyatanya Devano adalah gurunya di sekolah tetapi statusnya saat ini adalah suaminya.


Devano menghela nafasnya panjang, ia kesal dengan apa yang dilakukan oleh Karina terlebih lagi istrinya itu ngeyel sekali ingin mengejar Rama yang sudah jelas Rama tahu jika Karina dan dirinya saat ini sudah sah sebagai suami istri.


"Siapa bilang aku tidak berhak atas kamu? apa kamu luka jika kamu sekarang adalah istriku? sampai kapanpun kamu tetap istriku!!"


Ucap Devano dengan nada tinggi dengan Devano pun masih menahan tangan Karina yang saat ini mencoba untuk kabur dari tempat ini dan tentu saja Devano sekuat mungkin untuk menghadang Karina.


"Ya aku memang istri kamu tetapi sebentar lagi aku akan mengurus surat perceraian kita, Aku tidak mau bersama dengan kamu apalagi berlama-lama menjadi istri kamu!!"


Devano kembali lagi harus menahan rasa emosinya meskipun ia sendiri sedikit terluka dengan apa yang diucapkan oleh Karina yang nyatanya Karina benar-benar emosi dan ingin pisah dengan dirinya dan ingin mengakhiri pernikahan ini namun Devano yang sudah mencintai Karina, tidak akan membiarkan itu terjadi.


Untung aja Aku sudah cinta sama kamu kalau tidak, batas kesabaranku sudah habis Karina...


"Sampai kapanpun aku tidak pernah melepaskanmu ingat itu Karina!! Dan sekarang kita pulang!"

__ADS_1


Ucap Devano dengan nada sedikit tinggi meskipun ia tidak membentak Karina, namun itu bisa membuat Karina terdiam seketika apalagi melihat wajah Devano dan menatap wajah Devano yang kini menatapnya dengan tatapan mata yang sangat tajam, Karina tahu jika suaminya saat ini marah padanya hingga mengatakan seperti itu.


"Aku tidak mau, biarkan aku pergi Pak.. Aku hanya ingin menjelaskan kepada Rama tentang pernikahan ini dan tentang surat perjanjian yang kita sepakati berdua!!"


Apalagi itu, bisa-bisanya Karina masih membahas tentang surat perjanjian, bahkan Devano sendiri tidak menyetujuinya dan Devano juga tidak menandatangani surat perjanjian itu.


"Tidak ada yang berubah tentang kita, kamu tetap menjadi istriku dan surat perjanjian itu tidak sah bahkan aku tidak menyentujui dan tidak mendatanginya, sekarang lupakan Rama..ayo kita pulang dan masih banyak waktu untuk menjelaskan kepada Rama tentu saja harus dengan seizinku dan aku ikut di dalamnya!"


Tidak mau Karina terus-menerus memberontak dan juga mengatakan yang macam-macam sehingga membuat kesabaran Devano semakin berkurang, Devano dengan cepat menarik tangan Karina meskipun tarikannya tidak terlalu kuat tetapi itu bisa membuat Karina luluh seketika, walaupun bukan luluh karena Karina sudah jatuh cinta dengan Devano tetapi karena kekuatan Karina yang tidak sebanding dengan kekuatan Devano.


Brakk


Karina menutup pintu mobil dengan sangat kencang, ya saat ini mereka berdua sudah berada di parkiran dan Devano berhasil untuk membawa Karina masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang dibicarakan antara keduanya mereka berdua sama-sama terdiam dan sesekali Devano melirik ke arah Karina yang mana Karina saat ini seperti menghubungi seseorang.


"Jangan coba macam-macam denganku, Aku tahu apa yang kamu lakukan dan sebaiknya kamu putuskan hubungan kamu dengan Rama. Rama sudah mengetahui kalau kita adalah pasangan suami istri dan aku yakin cepat atau lambat Rama pasti akan mengakhiri hubungan kalian!!", ujar Devano yang sudah emosi, ia padahal tidak ingin mengatakan sesuatu kepada Karina, tetapi melihat Karina yang berulang kali menghubungi seseorang, membuat Devano akhirnya membuka suaranya.


Ya Devano yakin jika Karina saat ini menghubungi Rama tetapi sayang sekali Rama bahkan tidak mengangkat panggilan teleponnya yang membuat Karina berulang kali menempelkan benda pipih itu ke telinganya


"Pak Devano jangan coba-coba mengatur hidupku, karena belum tentu Rama akan memutuskan ku, aku akan mengatakan kepada Rama kalau kita akan bercerai karena aku tidak mencintai bapak!"


CitttttttĀ 


Devano tiba-tiba mengerem mobilnya, kesabaran nya sudah habis, ia juga emosi dengan apa yang diucapkan oleh istrinya barusan yang mana seperti yang dikatakan oleh Devano tadi ia juga mempunyai batas kesabarannya.

__ADS_1


Dengan cepat Devano membuka sabuk pengamannya dan kemudian mendekati istrinya yang saat ini masih tidak sadar dengan apa yang dilakukannya meskipun tadi Karina sempat kaget ketika Devano tiba-tiba mengerem mobilnya secara mendadak.


Dengan senyuman licik dari wajahnya, Devano mulai mendekati Karina, ia sudah tidak sabar untuk meminta apa yang menjadi haknya malam ini, terserah meskipun Karina menolaknya tetapi Devano dengan tekad akan membuat Karina menjadi miliknya seutuhnya, ya meskipun di dalam mobil tetapi Devano akan memberikan pemanasan dulu kepada istrinya.


"Bapak mau ngapain?"


Karina yang tersadar mendadak menjatuhkan ponselnya, gadis cantik itu bingung dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya yang saat ini sudah menempel padanya, bahkan wajah Devano sudah berada dekat dengan wajahnya.


"Mau ngapa-ngapain juga itu adalah urusan aku dan juga hakku, aku berhak atas semua yang ada pada kamu, termasuk tubuh kamu."


Jlebb


Seketika Karina menggelenggkan kepalanya, ia tidak mau menyerahkan apa yang selama ini dijaganya untuk laki-laki yang tidak dicintainya meskipun laki-laki itu adalah Devano dan meskipun ada setitik rasa nyaman untuk Devano namun Karina belum yakin jika Devano lah yang menjadi pemenang hatinya untuk selamanya.


"Aku tidak mau, bapak jangan macam-macam .. aku bisa teriak!!"


"Oh ya, teriak saja sampai kamu bisa, aku ingin mendengar bagaimana teriakanmu!"


Selain Devano kesal dengan istrinya, ia juga mencoba untuk menggoda istrinya di mana membuat Karina yang kelabakan karena ulahnya.


"Tol....."


"Mphhhhhh..."


Dengan cepat Devano membungkam bibir Karina ketika Karina berteriak meminta tolong, namun sepertinya percuma saja meskipun Devano tidak membungkam bibir Karina dan Karina berteriak, pasti tidak akan ada yang mendengar teriakan dari Karina, apalagi saat ini mereka berdua masih di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2