
Di dalam kelab malam, Karina yang sudah mabuk tentu saja meracau, bahkan bukan hanya saja bibir nya yang sedari tadi mengucapkan sesuatu yang tidak penting, tetapi kini gadis cantik itu juga ikut menggoyang-goyangkan tubuhnya menikmati alunan musik yang saat ini berbunyi sangatlah kencang.
Gadis cantik itu bahkan tidak peduli atau bahkan tidak mengingat jika ia sedang dikhawatirkan oleh banyak orang yang pastinya malam ini Karina bisa sedikit menghilangkan pikirannya tentunya dengan meminum minuman beralkohol sehingga Karina menjadi mabuk dan tidak mengingat apapun juga.
Sesekali Karina meminta kepada pelayan di kelab malam itu untuk memberikan minuman beralkohol lagi, karena Karina masih ingin meminumnya meskipun rasa pahit dan juga rasa yang aneh tetapi jika berhenti maka Karina akan semakin menginginkan nya.
Tetapi jangan khawatir, lagi lagi Karina hanya sendirian, meskipun banyak pasang mata yang memandang kearah wajah cantik Karina tetapi seperti yang tidak ada yang berani mendekati Karina, bukan nya mereka takut atau pengecut namun bodyguard di kelab malam itu memang menjaga Karina walaupun tidak mengenal Karina tetapi memang sepertinya dari penglihatan mereka semua itu melihat jika Karina bukanlah seorang perempuan sembarangan.
Sementara Alex,nsetelah ia mendapatkan telepon dari assisten pribadinya, Alex langsung saja meninggalkan kelab malam, ia bahkan lupa dengan Karina karena ada pekerjaan penting yang menunggunya.
Tentu saja Alex buru-buru untuk menuju ke perusahaannya meskipun ini malam hari tetapi memang ada sebuah proyek yang harus dilakukannya segera dan tidak mungkin ditinggalkannya hingga Alex benar-benar lupa jika sudah berkenalan dengan gadis cantik yang sudah memikat hatinya.
"Apa?"
Sedangkan Devano, laki-laki itu yang mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi langsung saja menghentikan motornya di pinggir jalan, tentu nya ia mengambil ponsel yang sejak tadi berdering.
Devano menyunggingkan senyumannya ketika ia melihat nama yang ada di layar ponsel nya itu yang mana yang meneleponnya adalah anak buahnya dan Devano berharap anak buahnya mengabarkan di mana keberadaan Karina saat ini.
Sebuah senyuman mengembang, bukan hanya lega saja yang dirasakan oleh Devano saat ini tetapi ia juga kaget ketika mendengar informasi dari anak buahnya kalau Karina saat ini sudah ditemukan tetapi keberadaan Karina yang membuat Devano tidak percaya mengapa istrinya itu bisa terdampar sampai ke sana.
Devano segera menutup ponselnya, ia tidak mau melewatkan informasi ini dan segera untuk menuju tempat dimana anak buahnya itu mengabarkan keberadaan Karina.
__ADS_1
"Mengapa Karina sampai berada di sana?"
Tentu saja Devano tidak bertanya kepada anak buahnya tetapi ia bertanya kepada dirinya sendiri yang mana ia masih tidak percaya tentang keberadaan Karina yang saat ini berada di klub malam, bukannya tidak percaya dengan anak buahnya itu tetapi karena memang anak buahnya itu bukan hanya sekedar meneleponnya tetapi juga memberikan sebuah foto dan juga video yang menampakkan Karina berada di sana dan terlebih lagi Devano saat ini khawatir dengan keadaan istrinya yang sedang mabuk.
Bahkan Devano sendiri bingung mengapa Karina berada di sana, siapa yang membawa Karina sampai ketempat maksiat itu? Devano bahkan tau betul kalau kelab malam itu bukan sembarangan yang artinya tidak semua orang bisa keluar masuk di sana dan tentu saja Karina tidak mempunyai akses untuk masuk ke sana jangankan kartu member kartu tanda pengenal saja Karina belum mempunyai tetapi mengapa istrinya itu bisa masuk kamu bantunya dan siapa yang membawa Karina sampai ke sana?
Devano sendiri melajukan motornya dengan kecepatan kencang juga memikirkan tentang segala sesuatunya, kemudian ia berfikir siapa yang mengajak Karina sehingga sampai di sana apalagi kondisi Karina saat ini sedang mabuk.
Hingga akhirnya Devano yang sudah melajukan motornya dengan kecantikan tinggi, dan langsung saja sampai di sebuah kelab malam yang memang jaraknya hanya lima belas menit saja dari tempat Devano tadi meminggirkan motornya.
"Nyonya muda ada di dalam kelab, dan Tuan tidak perlu khawatir di sana selain ada bodyguard kelab malam ini yang menjaga Nyonya muda, anak buah saya juga sudah saya tugaskan untuk berada di dalam sana."
Karena memang setelah mereka mendapatkan informasi tentang keberadaan Karina mereka semua berpencar untuk mengamankan istri dari bosnya itu, ada yang berjaga di dalam dan ada juga yang berjaga di luar siapa tahu jika nanti Karina tiba-tiba keluar dan pergi entah ke mana.
Devano hanya mengagumkan kepalanya laki-laki itu tidak banyak bicara sama aku dan sebelum masuk ke dalam dan pastinya ia begitu khawatir dengan kondisi Karina saat ini sudah mau dengan pikiran yang entah Devano sendiri tidak tahu.
"Karina!!"
Devano segera berlari dan menghampiri istrinya danĀ benar memang jika Karina di dalam mabuk dan sendirian, tetapi Devano tidak perlu khawatir karena memang tidak ada yang berani mendekati Karina.
Laki-laki itu segera meminta anak buahnya untuk berjaga di luar saja sembari membukakan pintu mobil untuk Devano.
__ADS_1
Iya Devano yang awalnya memakai motor tapi setelah di perjalanan ia mendapatkan informasi dari anak buahnya langsung meminta anak buahnya itu untuk mengambil mobil di rumahnya dan tentu saja tidak mungkin jika Devano dengan Karina menggunakan motor apalagi yang ia tahu jika Karina saat ini mabuk.
"Karina ayo kita pulang!!"
Melihat istrinya, Devano menggelengkan kepalanya, ia bahkan tidak percaya jika yang ada di depannya saat ini adalah Karina, apalagi dengan aroma minuman yang begitu menyengat, lagi dan lagi ia harus memaksa Karina untuk keluar dari sini meskipun sebenarnya sangat susah sekali karena Karina yang tetap ingin berada di sini.
"Pak guru killer, Aku mau tetap di sini dan jangan bawa aku pergi sebenarnya tempat di sini itu adalah nyaman dan besok aku jangan dihukum apalagi bapak sampai mengadu kepada kedua orang tuaku!"
Sepertinya memang Karina tidak sadar dengan apa yang diucapkannya gadis cantik itu malahan marah marah dan juga mengatakan yang tidak tidak bahkan ia sampai tidak ingat kalau Devano saat ini adalah suaminya.
"Aku tidak akan memberikan hukuman kamu di sekolah besok, tetapi aku akan memberikan hukuman kami nanti dan pastinya jika kamu nakal Aku tidak akan segan-segan mengatakan ini semua kepada kedua orang tua kamu!!"
"Ahhhhh....."
Kemudian ia mengangkat tubuh Karina dengan cepat ia tidak mau jika istrinya itu semakin meracau tidak jelas atau malahan tidak mau pulang malam ini.
"Pak guru killer, mengapa bapak malahan menggendong ku, awas saja! akan aku adukan bapak Kepada orang tuaku juga bapak ingin melecehkan ku!!"
"Adukan saja, aku tidak takut sayang!!"
Dengan cepat Devano menggendong tubuh Karina keluar dari lapangan itu kemudian segera menuju ke mobilnya yang saat ini sudah berada di depan, tentu saja dengan anak buah Devano yang sudah membukakan pintu mobil untuk Karina dan juga Devano.
__ADS_1