Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Berbisik


__ADS_3

Devano hanya menggelengkan kepalanya saja karena ia barusan mendengar ucapan dari Karina yang mana istrinya itu sepertinya anti dengan dirinya, padahal Karina tidak sadar kalau Devano saat ini sudah menjadi suaminya dan tentu saja akan menjadi karma untuk Karina, yang sebagai seorang istri karena tidak mengakui keberadaan suaminya.


Devano hanya bisa mengumpat kesal di dalam hati, tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya di depan semua teman-teman Karina yang ada malahan Karina akan semakin membencinya, karena ada waktunya tersendiri nanti supaya Devano bisa mengatakan yang sebenarnya jika dirinya dengan Karina sudah menikah.


"Selamat pagi..."


Sapa Devano yang sudah masuk ke dalam kelasnya yang membuat gerombolan Karina dan teman-temannya itu langsung bubar dan juga Karina kaget ketika mendengar salam dari suaminya tentu saja Karina takut jika nanti Devano mendengar apa yang baru saja diucapkannya.


Kedua mata saling berpandangan tentu saja setelah Karina menatap mata Devano dan Devano menatap ke arah matanya, lalu gadis cantik itu memalingkan wajahnya tentunya Karina tidak ingin semakin larut dengan pikirannya dan juga hatinya yang memang menaruh sedikit rasa untuk Devano, sementara kisahnya sendiri dengan Rama belum juga selesai.


"Hari ini kita ulangan, kumpulkan buku-buku kalian dan tidak ada yang boleh menyontek, kalau kalian berani menyontek .. maka silahkan keluar dari kelas ini dan kerjakan 10 kali lipat dari soal yang akan saya berikan nanti."


Ujar Devano dengan tatapan mata yang sangat tajam, ia memang dikenal sebagai guru matematika yang killer di sekolahan ini di mana memang semua peraturan dan ucapannya tidak bisa terbantahkan oleh yang lainnya bahkan Karina sendiri yang melanggar pastinya akan dihukum.

__ADS_1


Tentu saja Karina dan teman teman Karina tidak berani protes meskipun semuanya tidak siap dengan ulangan dadakan pagi ini namun sebisa mungkin mereka akan menjadi siswa yang penurut karena mengingat bagaimana galaknya seorang Devano ketika sudah mengajar.


Sialan!! awas saja nanti, urusan kita belum selesai Pak Devano dan tentunya aku akan semakin marah pada kamu jika memberikanku nilai jelek..


Karina kembali menatap ke arah Devano tentunya melihat ke arah suaminya yang saat ini sedang mempersiapkan kertas-kertas dan dibagikan kepada murid-muridnya dan pandangan mereka lagi lagi bertemu, tentu saja Devano menyunggingkan senyum tipisnya karena ia tahu jika istrinya itu tidak bisa mengerjakan soal matematika sama sekali bahkan Devano juga tahu kalau semalam Karina tidak belajar, ya meskipun ulangan matematika ini terkesan mendadak tetapi sebagai seorang siswa yang seharusnya memang tiap malam itu belajar bukan karena ada tugas dan juga ulangan saja.


Devano mulai membagikan kertas ulangan itu ke semua siswa-siswinya dan terakhir kepada Karina, di mana saat ini Karina malah duduk di bangku belakang tidak seperti Sintia yang penurut dan duduk di depan, tetapi Devano tidak ingin ribut biarkan saja toh juga ini adalah ulangan, lagi pula itu memang bagus jika Karina dan juga Sintia berpisah dan itu tandanya Karina tidak akan menyontek.


"Berani sekali ya Kamu ninggalin suami kamu dan tidak mau membangunkan suami kamu dan awas saja, tunggu hukumanku nanti malam, Aku pastikan kamu tidak akan pernah lepas dariku."


"Aku tidak takut, dan jangan pernah mengharapkan Maaf dari aku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan bapak."


Jawab Karina dengan tersenyum manis sepertinya memang gadis cantik itu tidak takut dengan ancaman Devano padahal ia tidak tahu sebenarnya apa yang dilakukan oleh Devano itu demi menjaga pernikahannya yang sudah sah di mata hukum dan agama dan juga pastinya memang sebenarnya seperti itu yang harusnya Devano dan Karina memang harus sama-sama menjaga pernikahan ini bukan hanya merusaknya.Yah meskipun awalnya pernikahan ini didasari dengan tidak saling mencintai bahkan Karina terpaksa melakukan pernikahan ini tetapi sesuatu mungkin bisa akan terjalin dengan mudah jika keduanya sama-sama bisa menerima tetapi sayang sekali Karina yang masih terikat hubungan dengan Rama membuat dirinya sama sekali sulit untuk membuka hati untuk Devano meskipun Karina merasakan nyaman dengan Devano dan ada secuil rasa di dalam hatinya untuk suaminya tetapi Karina tidak mampu untuk mengutarakan bahkan ia mencoba untuk menepis semuanya.

__ADS_1


Devano hanya membalasnya dengan senyuman, percuma jika berdebat dengan Karina yang nyatanya nanti dia tidak akan pernah menang dan akan membuat huru-hara di sini dan tentunya masalah yang mudah tidak akan cepat terselesaikan hanya karena mengandalkan emosi dan ego masing-masing.


Meninggalkan Karina, Devano saat ini berada di kursinya mengamati siswa siswinya yang sedang mengerjakan soal ulangan. Devano tersenyum tipis, dari awal memang ia keberatan untuk mengajar di sekolahan ini tetapi karena dorongan dari kakeknya membuat Devano mau tidak mau mengajar di sekolah milik kakeknya ini di mana memang sedang membutuhkan guru mata pelajaran matematika dan juga untuk mengawasi seluk-beluk yang ada di dalam sekolahan ini siapa tahu memang ada kecurangan atau apapun itu yang nyatanya nanti sekolahan ini juga menjadi milik Devano karena memang Devano adalah satu-satunya pewaris tunggal dari kekayaan Hardiansyah.


Sangat lucu sekali melihat siswa siswinya yang sedang kebingungan untuk mendapatkan jawabannya tentunya itu berlaku juga dengan Karina, memang jika dilihat Karina sedang memegang pulpen dan menuliskan sesuatu di kertas itu tetapi Devano no tidak yakin jika istrinya itu mampu menjawab dengan benar apa yang ada di dalam soal.


"Waktu kalian tinggal 10 menit lagi, bisa atau tidak bisa, selesai atau tidak selesai kalian mengumpulkan semuanya."


Seru Devano ketika melihat jam menunjuk kan kurang dari 15 menit lagi bel istirahat berbunyi tentunya Devano juga sudah menginstruksikan kepada siswa-siswinya untuk segera mengoreksi semua jawabannya dan ia juga tidak memperpanjang waktunya meskipun kehadirannya tadi sedikit terlambat.


Sialan memang tuh guru...


Lagi lagi Karina mengumpat kesal karena dari 10 soal isian ia hanya mampu menjawab 2 dan itu juga tidak tahu pasti apakah jawabannya itu benar tidak sedangkan dari 8 yang soal yang lainnya Karina hanya mengarang indah saja.

__ADS_1


"Jangan suka mengumpat di dalam hati, saya tahu jika kalian sedang mengumpat saya karena melaksanakan ulangan matematika secara mendadak tanpa ada perpanjangan waktu."


Tentu saja itu sebuah sindiran untuk Karina karena ia yakin jika hanya Karina lah yang mengumpat kesal ke arahnya dan yang lainnya pastinya sedang memuji ketampanan dan kedisiplinan Devano yang mana Devano sangat disiplin jika mengenai tata tertib dan peraturan hingga semuanya tidak berani membantah dengan apa yang diucapkan oleh Devano.


__ADS_2