
"Kalau lo nggak misahin mereka, gue yakin pastinya mereka tidak akan pisah, lo lihat sendiri bagaimana si laki-laki itu memandang ke arah Karina, gue sebagai playboy yang lo juga tahu pastinya bagaimana setiap laki-laki yang jatuh cinta itu memandang ke seorang perempuan pastinya seperti itu dan lo bisa lihat sendiri bagaimana tatapan mesra pacar Karina memandang ke arah Karina itu bener-bener kalau dia jatuh cinta sama Karina dan lo tahu kalau lo sedikit saja tidak bertindak maka tidak ada kesempatan lagi untuk diri lo mendapatkan Karina. Lihat saja ekspresi wajah laki-laki itu dan istri lo, mereka sama-sama saling tersenyum dan terlihat bahagia, apa lo mau lo yang menderita di atas kebahagiaannya? pasti tidak mau kan."
Devano seketika mengalihkan pandangan matanya ke arah Karina dan juga Rama, ia menggeleng pelan yang nyatanya apa yang dikatakan oleh Jimmy itu adalah benar jika Rama sangat mencintai Karina begitu juga dengan Karina, terlebih lagi ia tadi sudah mewawancara Rama dari hati ke hati yang pastinya ia tahu bagaimana seorang Rama yang memang terkenal laki-laki yang baik dan juga pintar dan tentu saja juga tampan dan kaya raya itu mencintai seorang Karina yang menurut Devano, Karina adalah perempuan yang sempurna yang tentunya siapa laki-laki yang tidak tertarik kepada istrinya itu.
Dan di sinilah mereka berada di kantin di mana hanya ada jarak sekitar satu bangku saja sehingga Devano lebih leluasa untuk memandang wajah Karina dan juga Rama yang saat ini mereka sama-sama saling memperlihatkan kemesraannya.
Tentunya Devano tidak mau kalah, bukannya ia tidak mau berjuang atau bagaimana tetapi ia yang sudah memiliki Karina. Dalam hal ini dirinya yang sudah menikahi Karina dan Karina sudah sah menjadi istrinya yang pastinya kekuatan hukum dan agama itu lebih kuat daripada cuma sekedar pacaran dan Devano mempunyai hak untuk melarang Karina berdekatan dengan laki-laki manapun dan juga Devano mempunyai hak untuk meminta Karina memutuskan Rama dan Devano sendiri ingin memulai rumah tangga ini dengan baik-baik saja meskipun pernikahan yang dijalani atas dasar keterpaksaan.
Ya mungkin awalnya memang Devano merasa jika ia harus tanggung jawab dengan apa yang sudah ia perbuat meskipun tidak sampai merusak Karina tetapi ia sadar jika malam itu dirinya sudah menyeret Karina ke dalam kamar hotel dan juga Devano masih mengingat bagaimana buasnya dirinya mencumbu Karina dan juga membuka semua pakan Karina Untung saja setelah semua terlepas ia tidak sadarkan diri meskipun sebelumnya Devano juga sudah memberikan sentuhan-sentuhan dan juga mencicipi sedikit inti Karina dan itulah yang menjadi alasan utama dirinya mau menikahi Karina.
__ADS_1
Tetapi setelah 2 hari menikahi Karina, Devano semakin tertarik dengan istri kecilnya itu yang mana ia merasa nyaman ketika berada di dekat Karina dan sudah bertekad akan mempertahankan rumah tangga ini maka dari itu Devano sendiri tidak menandatangani surat perjanjian yang Karina buat bahkan laki-laki itu sudah menyimpan dokumen itu entah ke mana dan tidak akan ada niatan untuk berpisah dari Karina setelah 2 tahun pernikahannya ini.
"Lalu bagaimana caranya? gue rasa jika Karina masih kekeh untuk menyembunyikan pernikahan ini dari Rama dan pastinya Karina juga tidak mau jujur kepada Rama tentang statusnya."
Jimmy tertawa mendengar apa yang diucapkan oleh Devano barusan, ya memang Devano adalah sahabat yang paling pintar diantara yang lainnya tetapi untuk masalah percintaan seperti ini Devano payah, memisahkan kedua sejoli yang kasmaran saja tidak bisa padahal Devano mempunyai status yang kuat kepada Karina yang pastinya sudah tidak bisa diganggu gugat lagi.
"Lo itu ya pintar tetapi dalam hal ginian aja tidak bisa gampang itu caranya lo tinggal bawa Karina dan ajak ketemu dengan Rama, dan di sana lo perkenalkan Karina sebagai istri lo dan lo juga harus menjelaskan kalau status lo dengan Karina itu sudah menikah dan meminta ceramah untuk memutuskan Karina tidak masalah bukan.".
"Lo mau pernikahan lo berantakan dan lo mau setelah 2 tahun pernikahan ini Lo ditinggalin sama Karina?"
__ADS_1
Devano menggelengkan kepalanya tentu saja ia tidak mau jika pernikahan nya harus kandas di tengah jalan meskipun awal dari pernikahan itu memang karena paksaan dan karena tanggung jawab tetapi semakin kesini Devano semakin mempunyai rasa untuk karena bukan hanya sekedar rasa sayang dan cinta tetapi Devano juga mempunyai rasa nyaman untuk istri kecilnya itu dan pastinya Devano yakin lama-kelamaan rasa cintanya yang sedikit ini akan tumbuh menjadi besar begitu juga dengan Karina bagaimana mungkin Devano akan melepaskan Karina padahal ia sendiri sudah bertekad di dalam hati kalau akan menikah sekali dalam seumur hidup dan tidak ada kata perceraian di kamus kehidupannya.
"Nah maka dari itu tidak apalah kalau Karina ngamuk-ngamuk itu wajar tetapi lo mempunyai hak atas Karina dan lo adalah suaminya yang sah sedangkan bocil itu hanya pacarnya saja."
Devano menganggukkan kepalanya ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Jimmy yang mana ia sudah mempunyai rencana untuk bertemu dengan ramah lalu mengajak Karina, ia tidak akan lama lagi sepertinya besok ya harus mengatakan itu kepada Rama supaya ia sendiri tenang untuk menjalani pernikahan ini.
"Dan saran gue, lo harus secepatnya mengatakan kepada bocil itu kalau tidak lo tidak akan pernah mendapatkan hati Karina untuk selamanya."
Devano mengambil ponselnya dan lagi lagi ia mengirimkan pesan kepada istri kecilnya itu seperti biasa ketikan ancaman untuk Karina.
__ADS_1
[Dasar istri tidak tahu diri ada suaminya di sini malam mesra-mesraan dengan laki-laki lain, Karina.. aku sudah bilang kamu harus putuskan Rama Karena Kamu adalah istriku.]
Devano mengirimkan pesan itu untuk Karina yang mana memang ia gemas sendiri dengan istri kecilnya itu.