
Karina menghela nafas panjang,.setelah ia melihat jika suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi dan tentu saja Karina menggelengkan kepalanya , tetapi ia mengingat sesuatu hingga sudut bibir Karina tersenyum mengingat semuanya.
Entahlah apa memang benar-benar Karina harus melupakan Rama dan memulai kehidupan barunya dengan Devano yang mana suaminya itu mematikan laki-laki yang buruk mengenai laki-laki yang baik dan juga menyayanginya persis seperti Rama yang memperlakukan dirinya dengan baik meskipun Devano menginginkan sesuatu darinya tetapi Devano tetap melakukannya dengan lembut, bahkan Devano juga tidak protes saat tadi Karina meminta untuk menunda hamil pada laki-laki itu sudah ingin sekali mempunyai anak apalagi usahanya yang sudah cukup matang untuk menimang anak.
"Apakah aku harus benar-benar memulai kehidupan baruku dengan Devano? dan tentu saja kalau itu ia berarti aku harus benar-benar melupakan Rama, ya meskipun Rama tidak bisa aku lupakan secepat ini tetapi memulai kehidupan baru dan mulai belajar mencintai Pak Devano itu juga tidak buruk."
Terlebih lagi saat ini Karina memikirkan tentang ucapan dari Sintia mana mungkin ada laki-laki yang mau dengannya di saat Karina sudah bercerai dengan Devano pastinya tidak ada laki-laki yang mau menerimanya apalagi tubuhnya yang sudah tersentuh oleh Devano bahkan mungkin saja kulit-kulitnya sudah banyak yang kendor.
Mengingat itu semua Karina bergidik ngeri sendiri tentunya ia juga tidak mau dicampakkan oleh laki-laki lain terlebih suaminya sendiri ya padahal suaminya tinggal tunjuk satu jari saja banyak perempuan-perempuan sana yang langsung mendekati Karina tanpa diminta imbalan atau pun juga perempuan-perempuan yang dengan suka rela mau berada di bawah tubuh Devano yang pastinya karena tidak mau jika sampai itu terjadi terlebih lagi rasa cinta dan perhatiannya untuk perempuan lain.
Lakukan sesuatu Karina, jika kamu tidak mau menyesal nantinya Devano itu laki-laki yang tampan dan juga karya-karya pastinya tidak di luar sana ia ingin menggantikan posisi Kamu kamu seharusnya bersyukur memiliki suami seperti Devano bukan malah menyia-nyiakannya dan pastinya kamu harus yakin dengan diri kamu sendiri akan bahagia dengan Devano meskipun awal kamu menikah dengan dia tidak ada rasa cinta sama sekali tetapi semakin ke sini kamu juga harus menyadari jika kamu sudah mulai terpesona dengan suami kamu.
Iya Karina memikirkan kembali apalagi tentang perpisahan yang diajukan Karena setelah lulus sekolah meskipun masih ada waktu kurang lebih satu setengah tahun tetapi akhirnya mengurungkan niatnya ia akan tetap mempertahankan pernikahan ini dan melihat Bagaimana caranya supaya Devano itu meluluhkan hatinya.
__ADS_1
Di dalam kamar mandi Devano senyum-senyum sendiri meskipun sebenarnya ada sebagian hatinya yang sedih karena Karina yang tidak mau hamil di usia sekarang tetapi Devano cukup bahagia dengan pernyataan dari Karina jika Karina tidak akan meminta perpisahan darinya.
"Mungkin inilah awal langkahku untuk bisa mendapatkan hati karena dan aku juga membuat rasa egois ku untuk tidak mementingkan kepentingan diriku sendiri aku harus mengalah dengan Karina apalagi ini semua demi masa depan kita dan aku tahu tentu saja karena itu bukan tipe perempuan yang mau dikekang meskipun Karina tahu bagaimana tugas dan bertanggung jawab sebagai seorang istri tetapi mungkin Karina benar ia masih ingin bermain dengan teman-temannya dan ingin melanjutkan sekolahnya walaupun sebenarnya jika Karina hamil dan mempunyai anak itu tidak akan merubah semuanya namun disini aku harus lebih mengalah supaya Karina bisa menerima aku dan supaya Karina benar-benar jatuh cinta dengan aku tanpa paksaan."
Iya Devano sudah berpikir keras, sama dengan Karina jika Karina berpikir untuk mencoba melupakan masa lalunya dan akan berjalan lurus ke depan sembari belajar menjelang suaminya tetapi berbeda dengan Devano, Devano yang tidak perlu belajar mencari Karina ialah yang sudah sangat mencintai istrinya tetapi Devano harus belajar ikhlas untuk menerima kenyataan jika istrinya tidak mau hamil saat ini dan dibangun juga tidak mau egois yang nantinya akan merugikan dirinya sendiri bahkan jika sampai itu terjadi maka kemungkinan besar ia akan kehilangan karena.
Devano selesai mandi dan hanya melilitkan handuk sampai perutnya saja laki-laki itu segera menyiapkan air hangat untuk istrinya tak lupa juga membubuhkan aroma terapi seperti apa yang dikatakan oleh Karina.
Ceklek
Mendengar pintu terbuka Karina yang sedari tadi memikirkan sesuatu karena masa depannya langsung saja mengalihkan pandangan matanya tentunya ia melihat ke arah kamar mandi di mana suaminya sudah keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan hanya menggunakan handuk yang dililitkan di atas perutnya tentu saja pemandangan itu membuat Karina menelan ludah.
Tubuh polos Devano terlihat dengan perut yang sangat sempurna yang menjadi idola bagi kaum perempuan yang pastinya bukan hanya melihat saja tetapi Karina sudah pernah merasakan kehangatan tubuh dari Devano itu.
__ADS_1
"Bengong saja, mau lagi?"
Ujar Devano yang saat ini sudah mendekati Karina ia melihat ekspresi wajah Karina yang menginginkan sesuatu darinya tetapi sepertinya tidak mungkin jika Devano melakukan seperti itu bukan karena Devano tidak mau mandi lagi namun pastinya karena tidak mau dengan alasan bagian bawahnya masih sakit dan juga sebentar lagi memasuki waktu maghrib.
"Apaan sih, nggak banget deh lagian Mas kenapa nggak pakai baju kenapa hanya pakai handuk saja nggak tahu apa kalau ada aku di sini.."
"Hahaha lagi pula kenapa? jika mas gak makai handuk saja kalau Mas tel@njang juga nggak masalah, terus ada kamu di sini atau nggak juga nggak masalah kan kamu adalah istri aku yang pastinya kamu dan aku sudah merasakan sesuatu yang nyaman Apa perlu kita ulangi lagi supaya kamu nggak malu-malu ketika menatap tubuhku yang seperti ini?"
"Ih ogah lagian siapa yang mau lagi, udah sana Mas mendingan ganti baju aku mau mandi setelah itu kita makan di luar ya aku pokoknya yang memilihkan tempatnya yang enak yang romantis yang berkesan lah pokoknya...upss..."
Karina menutup mulutnya karena tentu saja ucapannya tadi didengar oleh Devano yang mana pastinya membuat Devano geer dan berpikir jika Karina sudah menerimanya seutuhnya padahal sebenarnya juga belum, Karina masih harus mengawasi Devano masih ingin meminta bentuk perhatian dan keseriusan di mana yang benar-benar mencintainya karena karena masih ragu apakah memang ada cinta yang instan seperti cinta suaminya kepada dirinya tentu saja itu sangat mustahil sekali.
"Kenapa ditutupi nggak masalah kan kalau kita melakukan dinner yang romantis ia pokoknya kalau masalah itu kamu tidak perlu khawatir masuk udah menyiapkan tempat yang paling romantis dan juga berkesan buat kamu sekaligus ada kejutan di sana dan pastinya kamu tidak perlu pusing-pusing untuk berpikir ke mana kita harus dinner malam ini."
__ADS_1