
Sesekali Devano memejamkan matanya, tentu saja ia tidak kuat jika melihat pemandangan yang lebih indah di depan matanya ini, sungguh benar-benar ujian ketika sesuatu yang telah berada di depannya dan sudah pernah merasakan nya tetapi Devano hanya bisa melihat wajah, ia juga harus bisa mengendalikan dirinya pagi ini tidak bisa memangsa Karina atau Karina tidak akan berangkat sekolah hari ini.
Sudah merasakan sesuatu yang begitu nikmatnya semalam hingga pagi juga menjadi Devano candu, bahkan Devano ingin kembali mengulang apa yang sudah di lakukan nya, namun untuk melakukannya pagi ini rasanya Devano harus menggunakan niatnya, karena Karina maupun dirinya harus bersiap siap untuk berangkat ke sekolah.
Dan tentu saja, Devano sudah merencanakan untuk bulan madu nanti setelah Karina selesai dengan ulangan semester ini, supaya tidak mengganggu Karina.
Sama halnya dengan Devano, Karina pun memalingkan wajahnya, ia tidak ingin menatap wajah Devano dengan jarak yang begitu dekat, sungguh berada dekat dengan Devano membuat Karina membayangkan tentang adegan semalam.
Karina memang mabuk, tetapi ia juga tahu apa yang Devano lakukan, bahkan Karina juga merasakan nya. Terlebih lagi, pagi tadi Karina yang benar-benar sadar sudah mendes@h dan mengeluarkan nyanyian merdu, Karina merasakan nikmat terhadap apa yang dilakukan oleh Devano dan sepertinya pagi ini tidak mungkin jika Karina tidak mau atau tidak tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh Devano.
"Sudah sayank kamu mandi ada disana, Mas mandi di bawah shower, jangan takut. Mas tidak menginginkan lagi meskipun sebenarnya Mas ingin memangsa kamu tetapi percayalah daripada membuat kamu bolos lebih baik Mas mengurungkan niat saja untuk membuat kamu terbang."
Cup
Satu ciuman mesra Devano labuhkan di kening Karina, tentu saja membuat perempuan cantik itu tersenyum meskipun sedikit dan pastinya ia tidak akan memperlihatkan senyuman manisnya itu di depan Devano, takut jika Devano geer dan berharap banyak padanya.
Devano yang menggendong kembali tubuh Karina dan memasukkan Karina ke dalam bathub, ia juga tidak akan mengganggu istrinya berendam, karena masih ada waktu untuk sekedar membuat rileks seluruh tubuh Karina. Devano sendiri juga akan mandi di bawah shower yang pastinya dengan tubuh kedua nya yang sama sama tidak menggunakan pakaian sama sekali dan Devano harus menahan hasratnya supaya tidak memangsa istrinya.
Beberapa menit kemudian, Devano yang sudah selesai mandi kemudian menoleh ke arah Karina, yang mana istrinya itu masih berendam.
__ADS_1
"Jangan lama-lama berendamnya, Mas keluar dulu nanti Mas siapkan pakaian kamu."
Devano pasti tidak mungkin berlama lama di dalam kamar mandi, terlebih ia bisa melihat tubuh Karina yang polos tanpa sehelai kain pun dengan begitu jelas. Jujur saja Devano tidak mau melihat nya, tetapi dihadapkan dengan posisi seperti ini, Devano malahan semakin menginginkan untuk melakukan seperti apa yang diinginkan tentu saja itu tidak mungkin.
Di dalam kamar mandi, Karina hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia langsung saja membasuh tubuhnya dan juga bagian inti yang masih terasa perih, sungguh perbuatan Devano semalam dan pagi ini membuat Karina tidak berdaya, bahkan untuk berjalan pun rasanya masih sulit, namun Karina tidak bisa apa apa, mempunyai suami seorang guru itu membuat Karina pusing, tidak bisa bolos sesukanya, terlebih lagi hari ini memang ada ulangan semua mata pelajaran yang membuat Karina bertambah pusing, dan juga karena Karina tidak belajar semalam, malah menghabiskan malamnya di dalam kelab malam, mabuk pastinya.
Setelah beberapa menit berendam dan membasuh tubuhnya dengan air yang sudah diberi aroma terapi, akhirnya Karina keluar dari kamar mandi tentu saja perempuan cantik itu menggunakan handuk Kimono, Karina ia tidak membawa baju nantinya.
Karina sedikit melihat keluar, siapa tau saja ia melihat Devano di dalam kamar yang pastinya Karina masih tidak mau jika ia berganti pakaian di depan suaminya itu, meskipun Karina sadar jika Devano sudah mengetahui seluruh bentuk tubuh nya bahkan sudah menikmatinya semalam.
"Aman!! tidak ada Devano di sini!!"
"Ckk... Kenapa jadi besar seperti ini!"
Karina dengan cepat mengambil seragamnya kemudian melihat-lihat dengan seksama ukuran seragam itu yang pastinya ukuran itu lebih besar dari ukuran seragam nya kemarin.
"Dipakai saja, mulai sekarang Mas tidak akan membiarkan kamu berpakaian yang minim dan juga ketat, itu seragam kamu dan tidak ada penolakan!"
Karina yang mendengar suara dari belakang, pastinya langsung saja mengumpat kesal kepada Devano, apalagi Karina yang sedari tadi sepaneng ketika melihat seragam barunya dan merasa tidak nyaman ketika melihat pakaian barunya membuat Karina tidak tahu ketika Devano sudah masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Tidak mungkin kalau aku pakai pakaian seperti ini , Om..."
Karina menggelengkan kepalanya, meskipun ia menolak tetapi dengan nada yang tidak tinggi rasanya Karina malas untuk berurusan lagi dengan Devano atau berteriak-teriak, Karina tidak menginginkan seragam barunya yang menurut Karina kebesaran.
"Dicoba saja sayank, karena Mas tidak ingin semua orang melihat tubuh kamu, yang pastinya kamu hanya milik Mas dan tubuh kamu hanya menjadi milik Mas seorang."
Tentu saja Karina masih bergeming menatap seragam nya dan ia masih malas untuk memakai seragam yang menurutnya terlalu kebesaran, tidak seperti style nya yang membuat seragam itu pas di badan dan membuat Karina terlihat seksi.
"Mau pakai sekarang atau Mas pakaikan?"
Ucapan Devano membuat Karina melototkan matanya, dan dengan cepat Karina membawa seragam nya itu untuk menuju ke kamar mandi, ya Karina akan berganti pakaian di kamar mandi saja, tidak disini meskipun Devano adalah suaminya.
Sementara Karina berganti pakaian di dalam kamar mandi, devyana tersenyum .. ia mulai saat ini harus bersikap tegas kepada Karina, istrinya itu supaya tidak berbuat seenaknya terlebih lagi ia sudah memiliki Karina seutuhnya dan sebagai seorang suami Devano pastinya akan menjaga Karina, tidak ingin Karina dilihat oleh laki-laki manapun atau dimiliki oleh laki laki lain.
"Sialan tuh orang! mana mungkin aku ke sekolah memakai pakaian begini, bagaimana nanti teman-teman aku bilang jika style aku kampungan seperti ini!!"
Di dalam kamar mandi Karina masih melompat kesal kepada suaminya yang pastinya ia sembari memakai seragam sekolahnya itu, tidak mungkin juga Karina tidak mematuhi Apa yang diucapkan oleh Devano, karena Devano itu sangat kejam terlebih lagi Devano mempunyai hak atas dirinya yaitu sebagai istri dari Devano yang pastinya daripada Karina berdebat yang akan menguras tenaga sebaiknya Karina menurut saja, toh itu juga bukan untuk selamanya.
Bisa-bisanya Karina berpikir untuk mengakhiri pernikahan dengan Devano, sementara dirinya sudah tidak perawan lagi dan mungkin saja pikiran Karina seperti itu karena Karina yang masih merasa jengkel dengan Devano yang tiba-tiba membuatnya seperti ini tentu saja kalau Karina tidak dibuat seperti ini mana mungkin Karina akan berpikir, yang pastinya jika Devano meminta, Karina tidak akan memberikannya karena Karina menginginkan perceraian nanti setelah dirinya lulus sekolah dan pastinya dengan itu semua Karina juga tidak memberikan hak nya untuk Devano.
__ADS_1