
Kedua sahabat Devano saling berpandangan dan juga menggelengkan kepala karena ucapan dari Devano barusan.
"Mana mungkin? mungkin mana? atau lo memang nggak bisa? bilang saja kalau lo takut untuk ngelakuinnya?"
Tebak Jimmy dengan senyuman yang entah itu menandakan apa artinya, yang jelas saat ini ia ingin membuat Devano melakukan sesuatu kepada istrinya, jika tidak mau maka Devano akan benar-benar kehilangan Karina.
"Ckk... Gue laki-laki normal yang pastinya gue mau dan juga gue bisa, hanya saja lo tahu sendiri bagaimana istri gue dan saat ini dia malah marah sama gue. Dan gue juga nggak yakin kalau Karina mau melakukan itu!"
Sebenarnya Devano bukannya pasrah dengan hubungan pernikahan dengan Karina, tetapi ia ingin tahu seberapa jauh istrinya itu melangkah, bukan berarti Devano juga tidak peduli, tetapi membiarkan Karina sebentar saja mungkin itu bisa membuat mood Karina menjadi baik.
Bukan karena Devano tidak sayang Karina atau mungkin Devano tidak peduli atau tidak perhatian lagi kepada istrinya tetapi untuk saat ini ia mengalah sebentar dan berpikir dengan apa yang diucapkan oleh sahabat nya Karina barusan jika Karina sedang patah hati dan butuh dihibur dan tentunya saat ini bukan dirinya yang dijadikan penghibur oleh Karina tetapi sahabatnya dan mungkin dengan membebaskan Karina hari ini akan membuat istrinya kembali lagi mood nya baik dan juga hubungannya dengan Karina juga akan berjalan dengan lancar. Devano percaya dengan ketulusan hati dan cinta yang diberikan untuk Karina, dengan cinta tulus akan membuat istrinya itu luluh seketika.
"Kalau Karina tidak mau, paksa saja .. lagi pula jika Lo memaksanya juga tidak salah, Karina itu istri lo dan lo berhak mendapatkan semuanya!!"
__ADS_1
Sekali lagi Jimmy membuat Devano berpikir berulang kali, karena otaknya yang sudah penuh dengan Karina mendadak ia tidak bisa melancarkan otaknya, dan jasi ngeblank juga bodoh seketika, padahal itu adalah cara yang tepat dan pastinya Devano yang pintar pasti memahami, tetapi kenyataannya tidak.
"Sumpah! Gue nggak ngedong apa maksud lo?"
"Lo perkosa sajak Karina, bukannya dia nggak mau jika belum cinta, dan dengan cara baik-baik Lo pastinya gak bisa mendapatkan nya, maka dari itu..lo beri obat tidur ke dia atau sekalian Lo beri obat perangsang dan lo minum dengan Karina, pastinya itu akan menjadi panas dan teg@ng, setelah itu Karina akan benar-benar mencintai lo dan dia tidak akan memikirkan pacarnya lagi."
"Gila!! Gue anak baik-baik, dan gue gak mungkin melakukan itu sama Karina, bisa-bisa bukannya dia balik mencintai gue dan menerima pernikahan ini malahan Karina membenci gue."
"Kalau gue jadi lo, gue nggak perlu pikir-pikir lagi.. itu juga tidak masalah, Karina sah untuk lo miliki dan pastinya rasa marah itu ada nanti setelah lo melakukan itu, tetapi lama-kelamaan Karina juga menyadari jika dirinya saat ini adalah istri dari seorang Rama, bukan seorang gadis lagi yang bisa dengan seenaknya bebas kemana-mana dan mencintai laki-laki yang bukan suaminya."
"Iya kalau gue jadi lo itu yang akan gue lakukan, toh juga sah sah saja, tidak apa-apa memperkosa Karina dulu daripada lo nggak dapat apa-apa, sudah sah menjadi suami Karina ,lo juga cinta sama dia tetapi akhirnya Karina minta cerai dari lo, lo nggak bakalan bisa mendapatkan hati Karina lagi."
Kedua sahabat Devano terus saja meracuni otak Devano meskipun begitu apa yang diucapkan oleh keduanya itu memang benar, jika ada melakukan itu maka Devano tidak akan memiliki Karina seutuhnya, dan tidak akan ada kesempatan lagi terlebih lagi perjanjian yang diucapkan oleh Karina itu masih teringat di kepala Devano, meskipun Devano tidak menyetujuinya tetapi Karina tetap saja ada keinginan meminta pisan setelah ia lulus sekolah dan tentunya Devano tidak mau karena Devano sudah mencintai Karina dan tidak mau kehilangan Karina.
__ADS_1
"Dan lo apa nggak ingin merasakan sesuatu yang enak-enak? umur lo sudah tua tetapi menyelup saja lo tidak pernah. Nyelupin di Karin apa sapahnya dan gue yakin Lo pasti nya akan ketagihan dan meminta Lagi dan Lagi, pastinya itu akan membuat sesuatu yang candu untuk lo, percaya sama gue."
Selain meracuni otak Devano, kedua sahabatnya itu juga memanas-manasi Devano yang mana mereka saat ini sedang berbincang-bincang tentang pengalamannya bercinta, dan tentu saja mereka berdua memang sengaja melakukan itu, supaya Devano melakukan sesuatu yang enak dengan istrinya dan membuat candu, tentu saja Devano tidak kehilangan istrinya karena mereka berdua tahu jika Devano sangat mencintai Karina, tidak mau kehilangan sosok perempuan cantik yang sudah sah menjadi istri dari sahabat nya itu.
"Sialan memang lo berdua, kalian kan tahu jika gue belum pernah sama sekali pacaran, apalagi yang namanya menyentuh perempuan."
"Maka dari itu, lo lakuin sekarang..toh juga perempuan yang lo sentuh itu adalah istri lo sendiri, tahu nggak rasanya tuh enak banget, untuk pertama kali merasakan pastinya akan dibuat merem melek belum lagi sih Jono itu masuk ke dalam milik Karina pastinya akan membuat Lo semakin tergila-gila dan tidak ingin mencabutnya, percaya deh sama gue."
Devano lagi lagi hanya menggelengkan kepalanya, meskipun ia mendengar semua yang diucapkan oleh kedua sahabat nya itu tetapi pikiran dan otaknya saat ini malahan melalang buana, tentunya ia membayangkan bagaimana rasanya bercinta dengan istrinya yang memang sudah lama Devano menginginkan berhubungan dengan istrinya itu dan juga Devano penasaran apakah memang yang dirasakan itu seenak dan senikmat seperti yang diucapkan oleh kedua sahabatnya atau biasa-biasa saja.
"Kalian berdua memang gila, gue cabut daripada gue di sini malahan kalian terus meracuni otak gue yang masih suci ini. Dan thanks sarannya, gue akan pertimbangin sepertinya itu juga tidak buruk."
Devano bergegas untuk meninggalkan restoran itu di mana memang kedua sahabatnya saat ini malah tersenyum. Daripada Devano terus-menerus bersama dengan kedua sahabatnya yang benar-benar ngawur dan juga gila mendingan Devano segera kembali ke kantor dan menyelesaikan pekerjaannya supaya nanti malam ia bisa menjemput Karina dan ngobrol banyak dengan istrinya itu supaya Karina tidak ngambek lagi dan akan menjalani pernikahan ini dengan sebaik-baiknya dan penuh cinta.
__ADS_1