
Tidak sulit bagi Dirga untuk menemukan di mana rumah Devano, karena dengan Dirga mengetikkan nama Devano beserta nama keluarga Devano, maka dengan sendirinya laki-laki itu tahu di mana alamat Devano.
Dirga bukan mencari Karina tetapi ia akan menemui Devano dan meminta penjelasan kepadanya mengapa memaksa Karina untuk menikah dengannya padahal Karina sama sekali tidak mencintai Devano, dan Dirga tau itu.
Tidak menunggu lama mobil yang ditumpangi oleh Dirga sudah berada di depan kediaman Hardiansyah , tentu saja Dirga dengan cepat membuka sabuk pengamannya kemudian keluar dari mobil untuk menemui Pak satpam.
"Bisa bertemu dengan Pak Devano? katakan saya Dirga, muridnya ingin bertemu dengan Pak Devano."
Pak satpam itu mengangguk kemudian meminta Dirga untuk masuk ke dalam tetapi Dirga menggelengkan kepala nya dan tidak masuk ke dalam, ingin menunggu di depan saja, di sini karena ia juga tidak berniat untuk ngobrol-ngobrol panjang dan lebar dengan Devano di dalam yang nantinya akan menimbulkan kericuhan dan huru-hara, karena pasti Dirga tidak bisa meredam emosi dengan jawaban-jawaban yang akan diberikan oleh Devano nanti.
Untung Devono malam ini sudah berada di rumah dan tidak keluar sama sekali, tentu saja ia sedari tadi memperhatikan istrinya yang merajuk dan masih tidak membuka suaranya, padahal Devano tahu jika Karina masih marah padanya meskipun Karina juga sudah tidak kabur lagi dari rumahnya namun didiamkan oleh Karina membuat Devano menjadi sedih, ia yang terbiasa dengan ocehan Karina dan Karina yang ramai tetapi mengapa tiba-tiba istrinya itu hanya diam saja.
"Karina, apa yang harus aku lakukan hingga Kamu bisa ceria seperti dulu? maafkan aku tetapi setidaknya kamu harus menyadari jika kamu saat ini adalah istri aku bukan lagi pacar dari Rama dan apa yang aku lakukan itu adalah benar, semua yang aku lakukan itu semua hanya karena ingin mempertahankan pernikahan kita saja? apa aku salah?"
"Jelas saja salah, Pak Devano sudah menghancurkan hubungan aku dengan Rama, jika bapak tidak menikahiku maka aku dan Rama pasti baik-baik saja."
Ya selalu saja kata-kata itu yang terucap dari bibir Karina ketika mereka bertengkar mengenai Rama dan juga perihal pernikahannya, bahkan Devano sendiri sebenarnya sudah jengah jika Karina terus mengungkit tentang kesalahan yang sudah membocorkan pernikahannya itu di depan Rama yang pastinya semua ini dilakukan supaya Rama memutuskan hubungan nya dengan Karina, karena Devano itu karena benar-benar mencintai karina.
"Suatu saat pasti kamu akan menyadari bagaimana tulusnya rasa cinta yang aku miliki untuk kamu dan aku berharap hubungan kita ini akan selamanya, aku akan membuat kamu luluh seketika dan mencintai aku."
__ADS_1
Tidak ingin membuat dirinya semakin emosi yang nanti akan berakibat fatal, akhirnya Devano diam ia tidak mau berdebat lagi dengan Karina yang sepertinya saat ini Karina masih belum bisa diajak kerjasama hingga akhirnya suara ketukan pintu membuat Devano langsung saja membuka pintu yang sedari tadi diketuk.
"Maaf tuan muda, ada yang mencari tuan muda di bawah."
Devano mengeryitkan alisnya siapa malam-malam begini mencarinya, tidak mungkin jika asisten pribadinya itu mencari di sini terlebih lagi Devano sudah berpesan jika asisten pribadinya mau datang ke rumah ini pastinya harus menghubungi dirinya terlebih dahulu tetapi tidak ada panggilan masuk ataupun pesan dari asisten pribadi nya itu.
Tetapi Devano juga tidak banyak tanya, laki-laki itu segera turun ke bawah tanpa menanyakan siapa yang datang ke rumahnya saat ini.
Hingga akhirnya ia yang sudah berada di bawah tentu saja melihat ke ruang tamu, tetapi tidak ada seorangpun yang berada di sana dan pastinya siapa yang berani datang ke rumah ini tetapi tidak masuk ke dalam rumahnya.
"Maaf tuan muda, Dirga sedang menunggu di luar dia tidak mau masuk padahal sudah dipersilahkan Pak satpam untuk menunggu saja di dalam rumah."
Bibi asisten rumah tangga itu juga sudah diberitahu oleh Pak satpam jika yang mencari Devano adalah Dirga dan saat ini sedang menunggunya di depan tetapi bibik itu juga tidak tahu entah alasan apa sehingga Dirga tidak mau masuk ke dalam rumah.
"Dirga?"
Hampir saja Devano tidak percaya dengan ucapan dari bibik yang mengatakan jika laki-laki yang ingin menemui adalah Dirga, iya Devano sendiri tahu Dirga itu adalah seseorang yang jatuh cinta dengan istrinya dengan dalih Dirga dan Karina sudah menjalin pertemanan sejak kecil.
Penasaran, Devano segera keluar dari rumahnya dan menghampiri Dirga, ia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Dirga sehingga malam ini laki-laki untuk menemuinya.
__ADS_1
"Kenapa tidak masuk ke dalam?"
Ucap Devano ketika sudah berada di luar dan melihat Dirga yang berdiri di samping mobilnya, sepertinya laki-laki itu sedang menantangnya tetapi Devano harus bersikap baik karena Dirga merupakan murid di sekolahnya tetapi meskipun malam ini ia berada di luar sekolah.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan bapak dan sepertinya tidak baik jika kita berbicara di sini."
Tentu saja sudah terpikir di otak Dirga jika tidak mungkin membicarakan masalah Karina di sini, ia yakin jika Karina berada di rumah ini dan pastinya nanti Dirga takut jika Karina mengetahui rencana yang akan dilakukannya demi untuk menghancurkan rumah tangga Devano dengan Karina, walaupun Dirga juga pasti yakin jika dirinya menghancurkan rumah tangga Karina dengan Devano maka Karina juga tidak akan marah padanya bahkan akan mengucapkan terima kasih.
"Oke saya ambil motor dulu tunggu saya di cafe yang berada di ujung jalan itu."
Seperti Dirga, Devano juga tidak mau basa basi, laki laki itu mengiyakan saja apa yang diinginkan oleh Dirga meskipun di dalam hatisebenarnya Devano juga tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Dirga hingga membuat malam-malam begini menemuinya dan mengajak bertemu hanya empat mata saja.
Dan tanpa diberitahukan oleh Dirga, Devano juga tidak akan mengajak istrinya karena setelah dipikir-pikir Dirga ingin menemuinya pasti ada sesuatu hal yang menyangkut tentang Karina.
Tidak naik ke kamarnya Devano ke dalam mengambil motor yang ada di garasi, ya kebetulan sekali kunci motor nya berada di dalam garasi hingga ia dengan cepat mengeluarkan motor itu tanpa membuat Karina curiga.
Namun siapa sangka, Karina yang sedari tadi berdiri di balkon menyaksikan jika ada Dirga di depan dan juga ada di Devano yang membuat Karina menjadi penasaran, apa yang akan dilakukan oleh kedua laki-laki itu hingga Karina membulatkan matanya ketika melihat Devano yang masuk ke garasi dan sedetik kemudian Devano keluar dengan motor besarnya.
"Mereka mau ke mana? aku harus ikuti ke mana mereka pergi!"
__ADS_1