Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Satu Kebun dan Satu Pabrik


__ADS_3

Devano dan juga Karina sudah sampai di sekolahan yang pastinya Karina turun dulu setelah ia salim kepada suaminya.


Meskipun pernikahan ini awalnya Karina tidak mencintai Devano, tetapi Karina tahu betul bagaimana berperilaku sopan santun terhadap seorang suami dan tentu saja Karina pagi ini salim kepada Devano meskipun dengan wajah yang masih cemberut.


"Yang pintar di kelas dan kerjakan ulangan harian dengan benar, jangan buru-buru dan tidak usah lirik kanan dan kiri percaya dengan jawabanmu sendiri, nanti pulang sekolah tunggu mas di sini atau kalau kamu bosan kamu ke ruangan Mas aja sepertinya nanti Mas ada rapat sebentar."


Karina tidak menjawab, tidak juga menganggukan kepalanya tetapi perempuan cantik itu mendengar apa yang diucapkan oleh Devano yang bisa-bisanya Devano malah meminta Karina untuk pulang bersamanya dan menunggu Karina sedangkan dirinya sendiri nanti ada rapat dengan dewan guru, sungguh Karina mengumpat kesal di dalam hati mengapa Karina ditakdirkan menikah dengan laki-laki seperti Devano.


"Sayank, jangan lupa ucapan Mas.. nanti tunggu Mas di sini atau di ruangan Mas saja, Mas rapat tidak akan lama."


Devano mengucapkan kalimat itu kembali karena Karina tidak menjawab ataupun memberikan respon terhadap ucapannya, namun yang kedua kalinya juga sama Karina hanya diam saja.


Karina tentu saja menoleh ke kiri dan kekanan melihat apakah ada teman-temannya yang sudah datang pagi ini meskipun Karina yakin tidak ada seorangpun yang melihatnya karena parkiran masih sepi tetapi Karina perlu waspada, takut saja jika nanti ada yang memergoki dirinya turun dari mobil Devano.


Namun Karina juga sudah menyiapkan berbagai macam pertanyaan jika memang dirinya dipergoki turun dari mobil Devano, Karina akan menjawab jika tadi tidak sengaja bertemu dengan Devano di jalan, alasan nebeng lah, bannya bocorlah atau menunggu taksi yang tidak kunjung datang, ya semuanya itu sudah dipikirkan oleh Karina matang-matang, Karina tidak ingin jika semua tahu bagaimana statusnya dengan Devano di sekolahan ini bukan Karina tidak bangga memiliki suami seperti Devano yang tampan dan juga kaya raya tetapi rupanya ia masih menyembunyikannya masih ingin belajar dengan tanah dan tentu saja Karina yang belum benar-benar mencintai Devano, itulah alasannya mengapa Karina masih menutup rapat-rapat pernikahannya.

__ADS_1


Merasa aman, Karina segera keluar dari mobil Devano dan juga berjalan dengan buru-buru untuk masuk ke dalam kelasnya, takut saja jika nanti tiba-tiba ada teman-temannya di belakang.


Sementara Devano, laki-laki itu menggelengkan kepalanya mengingat tingkah istrinya mengapa juga harus menoleh ke kanan dan ke kiri itu juga ia dan Karina menikah secara sah bukan pacaran lagi atau menikah karena sudah hamil duluan yang pastinya jika sampai semua sekolahan ini tahu tentang pernikahannya Devano sudah siap untuk menjadi yang terdepan melindungi Karina dan Devano juga sudah siapkan bukti-bukti tentang pernikahannya dengan Karina.


Devano juga segera turun dari mobilnya ia juga berjalan menggiring Karina dari belakang meskipun ia tidak menempel dengan Karina, dan walaupun sebenarnya Devano ingin berjalan di samping Karina, tetapi ia tahu sendiri bagaimana sifat Karina itu, takut jika Karina nanti marah dan mengancam nya, kalau nanti malam ia tidak boleh tidur bersama dengan Karina, karena itu akan menyakitkan baginya.


Masih membuntuti Karina dari belakang, Devano tersenyum melihat pergerakan istrinya itu yang mana begitu lincah dan cepat sekali jalannya, padahal Devano tahu jika Karina sedang menahan rasa sakit di bagian bawahnya.


"Karina tunggu!"


Suara teriakan dari siswi perempuan itu membuat Karina menghentikan langkah kakinya meskipun Karina tidak kenal betul dengan suara siapa yang barusan memanggilnya tetapi menyebutkan namanya Karina langsung saja berhenti dan menoleh ke belakang.


Gadis cantik yang barusan memanggil Karina itu menyerahkan bunga mawar merah dan juga beberapa coklat kepada Karina yang pastinya Karina menjadi melongo karena tidak tahu siapa yang mengirimkan itu kepadanya pagi-pagi seperti itu.


"Dari siapa? Gue nggak memesannya?"

__ADS_1


Masih melongo tetapi Karina tentunya menerima apa yang diberikan oleh temannya itu yang mana ia juga tidak tahu siapa yang mengirimkan itu kepadanya dan jujur saja dari bunganya berwarna merah karena sangat senang karena ia memang menyukai makanan dan minuman yang manis manis, apalagi coklat gratis pula, siapa yang tidak senang.


"Dari Mas Alex..."


"Mas Alex?"


Tidak percaya, Karina mengucapkan itu sekali lagi kepada temannya itu yang mana ia benar-benar tidak percaya jika bunga dan coklat ini pemberian dari Alex, ya Alex laki-laki yang berhasil membawa Karina masuk ke dalam kelab malam dan juga laki-laki yang sudah membuat Devano bisa melakukan haknya sebagai seorang suami.


"Iya Mas Alex, kebetulan sekali gue tadi habis turun dari taksi dan dipanggil oleh Mas Alex katanya dia menitipkan ini katanya lagi Mas Alex buru-buru jadi tidak memberikan ini secara langsung sama lo..."


"Ha?"


Karina jadi bingung sendiri mengapa tiba-tiba pagi pagi seperti ini Alex sudah datang ke sekolahnya terlebih lagi memberikan bunga dan juga coklat, lalu apa maksud dari ini semuanya dan kenapa Alex malah menyebut namanya dengan panggilan Mas sedangkan Karina sendiri kemarin memanggilnya dengan sebutan kakak.


"Tidak usah bengong... lumayan Karin orangnya cakep, dewasa dan juga kaya raya dan pastinya Mas Alex yang mengatakan seperti itu dia bilang gini sama gue...'tolong ya Dek berikan ini sama Karina bilang saja kalau ini pemberian dari Mas Alex', gue juga bingung, bukan bingung karena gue nggak tahu yang dimaksud Karina itu siapa sementara di sekolah ini satu-satunya yang mempunyai nama Karina itu adalah nama lo, yang gue bingung ini adalah gue bisa melihat secara langsung laki-laki yang cakepnya minta ampun. Iya tentu saja kalau gue sih nggak heran mengapa laki-laki ganteng dan juga kaya raya kenal sama Lo, dan secara lo sendiri juga cantik dan menarik pasti banyak juga laki-laki yang naksir sama Lo. Ya sudah ya Karin, gue ke  kelas dulu, yang penting gue sudah nyerahin titipan Mas Alex sama lo, lo memang memang gila.. cantik banget Karin, putus sama Rama, sekarang malah dapatnya yang lebih wow lagi."

__ADS_1


Karina hanya menggelengkan kepalanya tentu saja ia tidak menanggapi tanggapan dari temannya itu yang mana ia juga bingung sendiri antara menerima atau tidak pemberian dari Alex tetapi jika dibuang sayang sekali bunga mawarnya begitu harum dan juga cantik terlebih lagi coklat batangnya yang begitu menggoda.


"Buang saja sayank, nanti mas berikan yang lebih banyak dari itu, jangankan setangkai bunga mawar dan dua coklat batang, Mas bisa memberikan lebih dari itu bahkan sekebun dan juga satu pabriknya Mas datangkan langsung ke sini."


__ADS_2