Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Kembali Lagi


__ADS_3

Kembali lagi, Karina merintih kesakitan karena ini benar-benar sakit, ini adalah pertama kali untuk Karina, namun kali ini Devano juga tidak akan tinggal diam ia harus menyelesaikan semuanya dan membuat Karina terbang melayang-layang.


Dengan gerakan yang apik di bawah, Devano memulai memerankan perannya, bukan hanya bagian bawah saja yang ikut bergoyang tetapi kedua tangan Devano juga melakukan sesuatu tindakan yang akan membuat Karina benar-benar rileks, benar-benar bisa menikmati apa yang dilakukan.


"Ternyata kamu benar-benar enak, tidak salah yang dikatakan oleh mereka, ah sialan...aku menjadi candu kalau begini!!"


Merasa Karina sudah tidak berteriak kesakitan tetapi malah mengeluarkan suara-suara seksinya, Devano pun bertambah semangat.. ia merasakan sesuatu yang berbeda, merasakan sesuatu yang enak yang baru pertama kali dilakukannya dan mungkin setelah ini, Devano juga tidak akan berhenti begitu saja, ia akan mengulang lagi dan lagi karena benar benar membuat Devano candu akan tubuh Karina.


Begitu juga Karina, ia yang awalnya teriak kesakitan tetapi semakin lama ia menikmati apa yang dilakukan oleh Devano, dan bahkan tanpa sadar Karina sudah tidak tahan lagi dengan semua nya, selain rasa skait..Karina juga merasakan sesuatu yang enak, yang membuat ia terbang ke angkasa. 


Merasa sesuatu yang menusuk nusuk di bawah sana, Karina yang tidak tahan, langsung saja mengalungkan tangan nya di leher Devano.


Tetapi sedetik kemudian, perempuan cantik itu mencakar punggung Devano. Mungkin saja apa yang dilakukan oleh Devano membuat Karina tidak tahan, hingga ia refleks mencakar punggung Devano, untuk menghalau rasa sakit yang luar biasa.


Devano tidak masalah lebih baik seperti itu daripada Karina harus menggigit bibirnya, yang pastinya lebih baik Karina yang mencakar punggung, dan dijadikan tumbal oleh Karina. Karena apa yang dilakukan oleh Karina itu tidak sebanding dengan apa yang sudah Devano lakukan, Devano sadar jika milik Karina saat ini sakit karena ulahnya, ulah Joni yang terlalu besar dan panjang.


"Arghhh...."


Hingga akhirnya 1 jam kemudian, Devano sudah berhasil menumpahkan segala sesuatu yang ada di dalam, tentu saja ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, menyentuh Karina dan berharap cairan itu akan menjadi benih benih cinta di antara mereka.

__ADS_1


Devano tersenyum penuh kemenangan, laki-laki itu merasa puas sekali karena sudah menjadikan Karina miliknya seutuhnya, bahkan ia enggan untuk beranjak dari atas tubuh Karina dengan sejori yang masih menancap di inti Karina, tentu saja Devano tidak hanya ingin sekali melakukan itu tetapi ingin berkali kali melakukan penyatuan dengan Karina, karena benar-benar membuat candu.


Tetapi Devano sadar diri, karena ini pertama kali buat Karina dan ia juga melihat jika istrinya meneteskan area matanya yang pastinya sesuatu di bawah sana masih terasa perih terlebih lagi dengan kondisi Joni, milik Devano yang benar-benar besar dan panjang dan tentunya sangat membuat Karina kewalahan.


Devano melepaskan pelan-pelan Joni dari inti Karina kemudian laki-laki itu merangkak untuk mendekat kan wajahnya dengan wajah Karina.


Cup


"I love you Nyonya Devano... Dan mulai malam ini kamu menjadi milikku seutuhnya, istriku selamanya .. jangan  pernah lagi mengucapkan kata berpisah denganku apalagi dengan perjanjian konyol yang kamu berikan, karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu kamu istriku selamanya Karina."


Devano dengan lembut mencium kening Karina kemudian ia mencium bibir Karina dengan sangat lembut, ia tahu istrinya itu sudah tidak berdaya entahlah apa karena sesuatu di bawahnya masih terasa ngilu atau karena menyesal telah melakukan ini dengan Devano, tetapi yang pasti Devano benar-benar bahagia malam ini ia bisa menjadikan Karina milik nya seutuhnya dan ia tidak peduli apa nanti yang diucapkan oleh Karina ketika istrinya itu sadar.


"Aku menginginkannya lagi sayank."


Tetapi tidak ada jawaban dari Karina, entah wanita itu setengah sadar atau tidak, yang  jelas Karina seakan akan pasrah menerima semua yang dilakukan oleh Devano, yang menolak jug percuma karena memang tubuhnya sudah dimiliki oleh Devano sepenuhnya dan tidak bisa kembali lagi, yang dilakukan Karina saat ini adalah menikmati sentuhan-sentuhan yang dilakukan oleh Devano dengan sekali memejamkan matanya karena tiba-tiba mengantuk 


dan ingin istirahat.


Pukul 04.00 pagi alarm milik ponsel karena berbunyi memang perempuan cantik itu suka membunyikan alarm jam segitu supaya tidak telat ke sekolah tetapi pagi ini jangankan Karina mendengar alarm, bangun pun tidak.. hingga akhirnya Devano yang memang belum tidur malah langsung saja mematikan alarm milik Karina.

__ADS_1


Devano kemiri tersenyum, ketika mengingat malam panjang yang dilalui bersama dengan Karina terlebih lagi ia tidak hanya melakukan satu atau dua ronde saja tetapi entahlah sudah berkali-kali Devano melakukan itu yang pastinya Devano belum puas dengan apa yang dilakukannya, ia ingin mengulang lagi dan lagi tetapi lagi-lagi ia selalu mengingat jika pagi ini ia harus mengajar di sekolah begitu juga dengan Karina yang harus berangkat ke sekolah.


Masih jam 04.00 pagi, Devano tidak akan membangunkan istrinya dulu, ia beranjak dari tempat tidur untuk menuju ke kamar mandi tentu saja ia membersihkan diri dulu sebelum nanti membangun istrinya.


Ya Devano memang guru killer yang sangat kejam dan pastinya ia juga tidak akan membiarkan Karina membolos terlebih lagi nanti pelajarannya akan ada ulangan tentunya Devano sangat kejam jika sudah mengenai pendidikan.


"Euhhh....."


Devano yang berada di kamar mandi, sementara Karina masih di atas ranjang, tetapi perempuan itu tiba-tiba mengerjap ngerjapkan matanya melihat ke sekeliling ruangan yang ternyata memang apa yang ada di pikirannya sama itu memang benar jika ia pulang bersama dengan Devano dan dibawa ke kamar ini kamar yang sudah beberapa hari ditempati oleh Karina.


"Ahhh.... Apa yang terjadi?"


Tentu saja Karina kaget sekali manakala ia ingin turun ke bawah tetapi semua otot-ototnya menjadi kaku dan terasa sakit lebih lagi di bagian bawahnya dan yang membuat Karina berteriak, karena ia baru sadar jika tidak memakai sehelai benang pun, hanya tertutup oleh selimut dengan keadaan dirinya yang sudah polos.


"Astaga berarti aku semalam dengan Pak Devano sudah melakukan itu? bagaimana bisa? aku tidak mencintainya?"


Tentunya Karina bermonolog sendiri, ia mengingat kejadian semalam dimulai dari klub malam dan setelah itu Devano menemukannya lalu membawa Karina pulang ke rumah ini dan juga kejadian malam panas semalam yang benar-benar membuat Karina tidak percaya, meskipun ia mabuk tetapi semalam ia masih ingat betul apa yang dilakukan oleh suaminya, hingga ia menjerit dan juga mendes@h dengan sentuhan-sentuhan lembut yang dilakukan oleh Devano.


Sedangkan Devano yang masih berada di dalam kamar mandi, tentu saja langsung keluar setelah mendengar teriakan dari Karina, ia takut jika terjadi apa-apa dengan istrinya dan tentu saja Devano masih menggunakan handuk yang melingkar di atas pinggangnya saja.

__ADS_1


__ADS_2