Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Devano membuka pintu kamar mandi, dan kebiasaan Karina memang tidak pernah mengunci pintu kamar mandi, hingga Devano dengan mudah untuk masuk ke dalam nya.


Devano juga membuka pelan pelan pintu itu supaya Karina tidak mendengar nya dan akan menjadi sebuah kejutan untuk istrinya.


Dengan cepat Devano menutup pintu kamar mandi, kemudian ia segera membuka semua pakaiannya.


Tanpa malu-malu laki laki itu menanggalkan pakaian, toh juga ia dan Karina sudah pernah saling melihat sebelum nya dengan posisi yang sudah tidak menggunakan pakaian sehelai pun juga, jadi Devano pikir tidak masalah, terlebih lagi jika sore ini Devano bisa mendapatkan haknya sebagai seorang suami, yang pastinya Devano akan senang dan tidak bisa di ungkapkan kebahagiaan nya.


Devano tersenyum manakala ia melirik sekilas ke arah istrinya di mana saat ini Karina masih berendam di dalam bathub dan tanpa sadar jika suaminya sudah berada di sana dengan tanpa menggunakan selehai pakaian pun, begitu juga dengan Karina.. gadis cantik itu sudah polos tanpa apapun juga, hanya tubuhnya yang tertutupi oleh busa sabun yang saat ini digunakan untuk Karina mandi.


Tidak mendapatkan respon sama sekali dari istrinya, Devano segera menghampiri Karina, ia memang sengaja melakukan ini, memberikan sedikit pemanasan kepada istrinya, siapa tahu dengan begitu Karina akan terbiasa dengannya dan memberikan hak yang selama ini Devano pendam.


"Astaga Om!!"


Jelas saja Karina kaget dan menyilangkan tangannya di dada meskipun bisa sabun itu sudah menutupi tubuhnya tetapi tetap saja yang Karina pikir, Devano sudah melihat semuanya.


"Kenapa? bukannya sah sah saja.. kamu adalah istriku dan aku adalah suamimu, jadi tidak dilarang jika suami istri mandi bersama apalagi dalam satu tempat yang sama, bagaimana sayang?"

__ADS_1


Karina menggelengkan kepalanya, gadis cantik itu juga melototkan matanya sembari tangannya masih menutupi bagian depan tubuh Karina, ia sama sekali tidak menyangka jika Devano akan senekat ini, terlebih lagi Karina juga tidak sengaja matanya melihat ke arah Devano yang sama sekali tidak berpakaian dengan ular pitonnya yang tentu saja sudah berubah bentuk dan ukurannya.


Sial!! Mataku ternoda, kenapa Om Om itu mesum sekali, sudah tahu jika aku mandi malah nyusul ke sini dan itu apa? Kenapa ularnya sudah berubah bentuk, bagaimana kalau dia menerkam Aku di sini ... oh tidak tidak.. aku tidak mau.. aku tidak cinta dengan dia jadi aku tidak mau memberikan apa yang aku punya saat ini...


"Jangan mendekat Om, sebaiknya Om mandi di tempat yang lain saja, biarkan aku menyelesaikan mandiku dulu, atau Om keluar saja .. aku akan segera keluar!"


Karina memalingkan wajahnya tentu saja setelah ia melihat penampakan yang begitu jelas di depannya yang membuat Devano malah tersenyum sembari terus saja menatap ke arahnya, ia tahu jika istrinya itu sudah melihat apapun yang ada dalam dirinya.


"Kenapa memangnya? lagi pula aku akan melakukan sesuatu yang sempat tertunda dulu!!"


Sesuatu yang tertunda dulu, apa maksudnya itu? Oh tidak ... Jangan jangan Om Devano akan melakukan sesuatu yang dulu akan dilakukan di hotel.


"Jangan! aku tidak mau, aku belum siap dan sebaiknya Om pergi Saja!"


"Kenapa Rin? Kamu adalah istriku dan sudah seharusnya kamu melayaniku dan aku meminta hakku sebagai suamimu. Dan pastinya kamu tahu kan apa kewajiban seorang istri kepada suaminya, apalagi kita sudah beberapa hari menikah dan pastinya kamu juga tahu tentang agama, bagaimana jika seorang istri itu tidak melayani suaminya maka akan berdosalah dia."


Jlebb 

__ADS_1


Karina mendadak kaget dan was was dengan apa yang dikatakan oleh suaminya, bukan ia tidak paham tentang ilmu agama tetapi memang apa yang dikatakan oleh Devano itu benar, meskipun Karina adalah gadis yang tidak begitu pandai dan suka berbuat onar tetapi ia paham betul dengan syariat agama bahkan mengenai kewajiban istri yang harus dilakukan setelah menikah, Karina pun tau.


Tetapi sayang sekali pemahaman tentang agama itu tidak membuat Karina luluh seketika dan menyerahkan apa yang ada di dalam dirinya untuk Devano, karena Karina berpikir jika semuanya itu dilandasi dengan rasa cinta dan Karina belum mencintai Devano, meskipun ada sedikit rasa untuk laki-laki itu tetapi Karina belum siap dan belum yakin saja.


Berbeda dengan Devano, laki-laki itu sudah mantap untuk mencintai Karina, bahkan ia sudah bertanya kepada sahabat-sahabatnya mengenai hal ini. Devano juga sudah berkunjung ke dokter spesialis jantung di mana ia kemarin mengira kalau dirinya terkena serangan jantung atau sejenisnya namun semuanya nihil, yang ada teman-teman dan juga dokter itu mengatakan jika dirinya sedang jatuh cinta dan terakhir kemarin ketika Devano berada di Bandung, laki-laki itu selalu memikirkan tentang Karina dan tidak bisa berjauhan dengan istri kecilnya itu.


Devano juga cemburu ketika melihat Karina bersama dengan Rama yang statusnya masih menjadi pacar Karina apalagi saat ini ada Dirga yang juga mencintai istrinya itu dan Devano tidak mau kehilangan Karina, oleh karena itu Devano berkeinginan untuk memiliki Karina seutuhnya dan membuat karena hamil anaknya dan dengan begitu Karina tidak akan pernah meninggalkannya.


"Aku adalah istri kamu Om, tapi maaf sekali.. aku belum siap melakukannya, aku tidak mencintai Om dan akan menyerahkan tubuhku itu hanya kepada orang yang aku cintai."


Ucap Karina dengan memalingkan wajahnya ke samping, ia tidak mau melihat ke arah Devano yang saat ini masih menatap tajam ke arahnya. Di samping takut dengan Devano, Karina juga tidak mau matanya kembali ternodai dengan apa yang ada di depannya saat ini.


"Tapi aku sudah mencintai kamu dan aku ingin memiliki kamu seutuhnya."


"Tapi aku tidak Om dan perjanjian setelah aku lulus sekolah pernikahan ini akan berakhir."


"Segitu pemahaman kamu tentang pernikahan .. apakah mau tidak bisa mempertahankan pernikahan ini? aku benar-benar mencintai kamu dan aku juga melihat di mata kamu kalau kamu sudah ada rasa sama aku. Karina cobalah untuk memahami aku dan tidak membohongi perasaan kamu sendiri, aku tahu jika kamu ada rasa sama aku dan tentu saja perasaan itu bukan hanya sekedar aku yang sebagai guru kamu di sekolahan tetapi perasaan yang muncul antara laki-laki dan juga perempuan."

__ADS_1


Karina tidak bisa menjawab, sulit untuk ia pungkiri tentang perasaannya tetapi untuk mencintai Devano seutuhnya Karina memang belum bisa, masih ada nama Rama di dalam hatinya.


Tidak ada jawaban dari Karina, Devano mendekat ke arah Karina, tangannya terulur untuk menarik dagu Karina dengan wajahnya saat ini yang didekatkan ke wajah Karina.


__ADS_2