
Devano masih saja terus memperhatikan istrinya meskipun sebenarnya ia ingin mendekati Karina dan meminta maaf kepada istrinya itu tetapi ia tahu diri di kelas ini dirinya sebagai guru dan Karina sebagai murid meskipun tidak ada yang tahu tentang hubungan pernikahan antara dirinya dengan karena tetapi tidak mungkin juga jika Devano terlihat mendekati Karina nanti salah-salah mereka mengira jika Devano sedang PDKT dengan Karina dan pastinya itu akan membuat Karina marah-marah padanya.
Devano hanya bisa memandang Karina dari kejauhan dan juga mengirimkan banyak pesan kepada karinya bukan hanya satu pesan saja tetapi sedari tadi sudah 10 kali Devano mengirimkan pesan dengan isi pesan yang sama permintaan maaf dari Devano.
Laki-laki itu juga tidak tinggal diam, ia segera mengirimkan pesan kepada kedua sahabatnya dan berharap jika kedua seakannya itu akan memberikan solusi tentang kegunaan hatinya.
[Siang ini lo ada waktu nganggur nggak kalau ada kita bisa ketemuan, nggak usah jauh-jauh gue tahu lo pasti sangat sibuk, kita ketemuan di cafe dekat sekolah lo aja]
Isi pesan dari salah satu sahabat Devano yang mana pastinya tidak mungkin jika sahabat Devano itu memberikan ajian-ajian supaya istrinya itu tidak marah-marah lagi padanya meskipun dibantu sudah mencari makan secara detail bagaimana kronologi Karina marah-marah padanya, tapi Devano juga tidak mungkin mengatakan semuanya di pesan ini yang pastinya lebih enak jika saling bertemu dan nanti di mana bisa mencerna apakah memang itu benar atau tidak.
[Boleh, satu jam lagi gue kosong tetapi memang gue nggak bisa jauh-jauh karena hari ini tuh full mengajar di sekolah dan pastinya gue juga mau memata matai Karina, tidak mau jika kecolongan oleh mantannya lagi atau dengan laki-laki yang lainnya]
Jawab Devano dipesan itu kemudian laki-laki itu segera memasukkan ponselnya dan masuk kembali ke kelas.
Ya Devano yang membuat peraturan jika tidak boleh bermain ponsel di dalam kelas dan itu artinya bukan hanya mereka hanya saja tetapi Devano sendiri tidak melakukannya.
__ADS_1
Setelah Devano memberikan soal-soal kepada murid-murid nya itu dan setelah sedikit puas memandang wajah cantik Karena yang sepertinya Karina juga enggan untuk menatap ke arah Devano laki-laki itu keluar kelas sebentar bukan untuk ke mana-mana tetapi untuk mengirimkan pesan kepada sahabat-sahabatnya meminta petunjuk bagaimana caranya supaya taruna bisa memaafkannya, dan setelah semuanya selesai Devano kembali masuk ke dalam kelas ,laki-laki itu juga tidak bermain ponsel hanya menatap satu persatu melihat murid-muridnya yang saat ini sepertinya kesusahan untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.
Tidak tahan hingga akhirnya Devano beranjak dari kursinya setelah 5 menit duduk sembelih menatap ke arah Karina laki-laki itu juga menghampiri satu persatu muridnya bukan apa-apa tetapi ini adalah alasannya supaya ia bisa lebih dekat dengan Karina nantinya supaya mereka tidak curiga bahwa yang didekati hanya Karina saja.
"Aku minta maaf ya yank, maafkan suamimu ini yang membuat kamu kecewa, kamu mau apa biar bisa maafin aku."
Bisik Devano pelan di telinga Karina tentu saja tidak ada yang mendengarnya kecuali Karina dan juga Vina yang kebetulan duduk di samping Karina.
Tidak ada jawaban sama sekali dari Karina perempuan cantik itu hanya menolak sekilas ke arah suami dan juga melihat keseluruhan siapa tahu nanti ada teman-temannya yang curiga manakala Devano saat ini berada di sampingnya.
Sepertinya jurus ancaman mulai dikeluarkan oleh Devano yang mana ia melihat istrinya hanya diam saja meskipun karena melirik sebentar ke arah na namun karena tidak mengatakan apapun juga kepadanya dan itu membuat Devano jengkel sekaligus sendiri karena tidak mendapatkan Maaf dari istrinya.
Sialan nih orang mainnya ngancam tetapi bukan hanya ancaman saja karena aku tahu siapa sebenarnya Om tua bangka ini yang pastinya dia tidak main-main dengan ancamannya...
"Berani ngelakuinnya jangan harap aku akan kembali ke rumah mama dan aku akan pulang ke rumah orang tuaku!!"
__ADS_1
Shittt
Devano melongo mendapatkan ancaman balik dari istrinya tentu saja ia tidak mau jika sampaiĀ Karina keluar dari kediaman orang tuanya itu bukan karena Karina ingin pindah dan tertinggal di rumahnya sendiri tanpa campur tangan kedua orang tuanya tetapi ini lebih tepatnya Karina minggat dan buntut-buntutnya nantinya Karina akan meminta berpisah darinya tentu saja di sana tidak mau melakukan itu Devano sudah jatuh cinta sejatinya dengan Karina.
Mau tidak mau Devano mengalah daripada ia harus kehilangan istrinya dan juga pastinya ia tidak bisa tidur tanpa memeluk Karina terlebih lagi dua malam ini mendapatkan sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan sepenuhnya membuat si ular pitonnya itu menjadi candu karena kesenangan bermain-main yang menyenangkan di inti Karina.
"Masih mengancam? nggak kan? lebih baik Pak Devano kembali saja ke depan yang pastinya Aku tidak mau jika semua nanti curiga karena Pak Devano berlama-lama berada di sini."
Tentu saja di samping Karina jengkel dan juga kesal terhadap Devano, perempuan cantik itu juga tersenyum di dalam hatinya ia bisa mengerjai suaminya yang mana saat ini Devano dengan wajah yang ditekuk langsung menuju ke depan, duduk di kursinya dan tentu saja itu hanya ancaman dari Karina, tidak mungkin jika Karina akan benar-benar meninggalkan rumah mertuanya bukan karena Karina tidak berani tetapi nantinya karena akan ditanyai berbagai macam pertanyaan jika sudah sampai di rumahnya dan tentunya Karina tidak bisa menjawabnya apalagi mencari-cari alasan kenapa sampai Karina pulang ke rumahnya apalagi jika sampai kedua orang tuanya tahu dengan alasannya itu yang pasti dirinya yang akan disalahkan dan orang tuanya lebih membela dan juga memihak Devano daripada dirinya.
"Lo memang gila Karin, bisa-bisanya lo ngancam laki lo sendiri.."
Tentu saja semua ucapan dari Karina dan juga Devano, Sintia mendengarnya bahkan Sintia di dalam hati tertawa mendengar ancaman dari Karina.
"Biarin aja, guw masih marah dan jengkel sama dia bisa-bisanya dia membuang makanan kesukaanku, namanya mubazir yang setidaknya jangan dibuang itu lagi tadi berikan sama lo gak juga bisa."
__ADS_1
"Jelas saja Pak Devano cemburu, marah dan juga membuang makanan itu lha wong ini yang ngasih juga seorang laki-laki, meskipun jujur ya Om Alex sama Pak Devano itu mereka berdua sama-sama berbeda meskipun sama-sama gantengnya tetapi gue lebih memihak kepada Pak Devano daripada Om Alex."