Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Rileks


__ADS_3

"Kenapa susah sekali?"


Devano yang sudah tidak menggunakan apa apa seperti dengan Karina, langsung saja mengarahkan si Jono itu untuk masuk ke dalam inti Karina tetapi sayang sekali baru percobaan pertama, Devano gagal.


Payah .. mungkin itu yang akan dikatakan oleh kedua sahabat Devano jika mereka tahu kalau Devano begitu kesusahan untuk membobol gawang perlawanan dan tentu saja ini benar benar susah atau memang perlu ditertawakan jika mereka sampai tahu keadaan malam ini.


Percobaan pertama gagal, tetapi Devano tidak menyerah, ia sudah kepengen sampai di ujung-ubung dan mendadak pusing jika tidak dituntaskan. Devano langsung saja mengarahkan kembali senjatanya itu, pertama-tama Devano menggesek-gesekkan senjata yang sudah berdiri tegak dan membesar itu di inti Karina, sama dengan Karina gadis yang sebentar lagi tidak gadis itu juga menahan sesuatu di bawah sana yang pastinya ini bukan karena kurangnya pemanasan tetapi kurangnya pengalaman dari Devano.


Maklum saja ini adalah pertama kali Karina melakukan itu dan juga pertama kalinya Devano menyentuh seorang perempuan selama hidupnya Devano belum pernah dekat dengan seorang perempuan kecuali dengan mamanya yang pastinya Karina adalah perempuan satu-satunya yang Devano cintai saat ini perempuan satu-satunya yang Devano tiduri, bahkan perempuan satu-satunya yang akan membuat Karina mengandung anaknya.


Tentu saja Devano mengarahkan segala tenaga dan upaya untuk bisa membobol gawang lawan tetapi percobaan kedua pun gagal. Devano kesulitan untuk merobek sesuatu yang paling berharga di hidup Karina malam ini.


"Shittt!! Nggak mungkin aku akan menyerah begitu saja, aku sudah kepengen dan momen ini sudah ku tunggu-tunggu sejak lama, mumpung Karina juga pasrah dan tidak memberontak, aku harus berusaha sekuat tenaga tidak mungkin juga aku melepaskan karena malam ini dan tentu saja bagaimana nasib dengan si Joni jika aku harus mundur padahal perang belum dimulai."


Ya sama seperti percobaan pertama kedua pun gagal tetapi Devano tidak akan menyerah begitu saja, laki-laki itu akan tetap terus berjuang supaya bisa menerobos gawang lawan.


Dan tentu saja bukan hanya karena Devano kurang pengalaman, karena memang Karina yang masih perawan sehingga sangat sulit untuk menerobos dindingnya tetapi malam ini Devano sebisa mungkin harus bisa membuat Karina menjadi miliknya seutuhnya, ia tidak boleh menyerah ia tidak boleh putus asa dan harus bisa menyelesaikan semuanya dengan api.

__ADS_1


"Aku harus bisa!!"


Ketiga kalinya Devano mencoba mengarahkan si Joni itu ke inti Karina, kali ini ia tidak akan grusa grusu untuk cepat menerobos masuk tetapi Devano bermain sangat apik, laki-laki itu menggesek-gesek kan Joni di mulut inti Karina dan tentu saja dengan waktu yang sedikit lama dari tadi.


Mungkin gesekan yang dilakukan oleh Devano pertama dan kedua tadi belum cukup hingga membua Devano kesulitan untuk menembus inti Karina tetapi kali ini ia mencoba untuk pelan-pelan mencoba untuk sabar supaya mendapatkan hasil dan memuaskan.


"Hentikan Pak...."


Belum masuk ke dalam, baru Devano menggesek-gesek kan miliknya ke dalam inti Karina tetapi Karina membuka matanya, Karina merasa ada sesuatu yang menempel di sana dan Karina tentu saja berteriak meminta untuk Devano segera pergi dari atas tubuhnya terlebih lagi Karina merasakan sesuatu yang akan menerobos itunya dan gerhana paham betul apa yang akan dilakukan oleh suaminya.


"Maaf sayangk, kali ini aku tidak akan menghentikannya aku sudah ingin dan pastinya ingin menjadikan kamu milikku seutuhnya , dan malam ini jadi jangan coba-coba untuk menghentikan apa yang aku lakukan, kita sudah sah sebagai suami istri dan malam ini aku meminta hakku sebagai suami kamu."


Karina menggelengkan kepalanya pelan, memang ia melihat ekspresi wajah Devano yang menginginkan dirinya. Jadi tidak mungkin lagi jika Devano akan mundur malam ini tetapi Karina juga masih tidak ingin menyerahkan tubuhnya untuk Devano karena ia belum benar-benar melihat ketulusan Devano mencintainya Karina juga masih setengah-setengah untuk bisa menerima Devano saat ini meskipun statusnya sebagai suaminya.


Ya antara sadar dan tidak sadar, Karina mulai mengingat kepingan-kepingan pernikahannya dengan Devano yang pastinya sekarang ini ia cukup terkejut dengan posisi Devano yang ada di atasnya dan tentu saja dengan sesuatu yang besar yang panjang yang sudah Karina lihat.


Yang pastinya Karina juga menatap ke arah barang  milik Devano yang saat ini sudah berdiri tegak dan membesar yang pastinya Karina bukan perempuan yang bodoh yang tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Dan sedikit lagi ...percayalah, pasti aku akan menerobos nya dan memberikan kamu kenikmatan, tentu saja aku suami kamu dan aku akan melakukan dengan pelan pelan."


Selain Devano paham jika Karina mulai sadar dan tidak menginginkan keadaan ini tetapi Devano meyakinkan Karina untuk menerima semuanya terlebih lagi kini mereka sebagai suami istri dan pastinya Devano juga mengatakan kepada Karina untuk sabar sebentar. Mungkin saja karena tidak ingin membuat kecewa Karina yang Devano sedari sudah berusaha untuk masuk tetapi tidak bisa.


Tidak mendapatkan respon dari Karina, lagi Devano mangarahkan si Joni dan kali ini harus benar benar bisa masuk ke dalam, kalau tidak.. gagal sudah malam ini karena Karina pastinya tidak akan menunggu lama lagi


"Arghh....."


"Sa....kit....jangan Pak....hentikan..."


Dengan sekali hentakan yang untuk ketiga kalinya, Devano akhirnya berhasil menerobos dinding Karina meskipun belum sampai masuk ke dalam baru ujungnya saja tetapi Karina sudah berteriak merasakan sakit dan meminta untuk dihentikan.


Jelas saja Devano tersenyum penuh kemenangan, ia sudah berhasil menerobos dinding Karina meskipun belum sepenuhnya. Devano lalu menatap ke arah Karina saat ini meneteskan air matanya, Devano tau  jika Karina merasakan sakit karena ini adalah pertama kalinya Karina lakukan dan Devano juga paham bagaimana seorang perawan yang direbek saudaranya pasti tentunya akan terasa sakit.


"Tidak mungkin sayank, aku tidak mungkin menghentikannya, aku akan pelan-pelan .. rilek saja dan aku hanya bisa menjedanya sebentar."


Iya, tidak mungkin jika kali ini Devano akan menghentikannya, terlebih lagi ia begitu senang karena sejenak sudah berhasil masuk, meskipun belum sepenuhnya tetapi sungguh bisa membuat Devano bangga dan lega. Untuk saat ini yang bisa dilakukan adalah menjeda sejenak apa yang dilakukannya, sembari membuat Karina rileks dengan memberikan ciuman-ciuman yang hangat di bibir Karina dan membuat pemanasan lagi supaya sesuatu di bawah sana bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik dan Karina tidak merasakan sakit.

__ADS_1


"Rileks sayank, aku akan memulainya lagi."


Setelah membuat Karina sedikit rileks, Devano langsung saja mendorong si Joni untuk masuk ke dalam dan ternyata ia berhasil dengan diiringi cairan yang keluar dari inti Karina dan Devano tahu itu adalah darah perawan karena yang sudah menetes di atas sprei.


__ADS_2