
"Maaf Kak, sepertinya kita permisi dulu ya..."
Ucap Karina yang tidak enak dengan Alex yang dari tadi memandang wajahnya Karina juga mengingat tentang kejadian semalam yang dirinya masih tidak menyangka jika suaminya benar-benar sudah melakukan kewajibannya sebagai seorang suami.
"Baiklah Bener nih nggak mau diantar?"
"Maaf banget Kak lain kali saja ya.."
Astaga mulut gue apa yang gue bilang lain kali pastinya Kak Alex mengira jika lain kali gue mau diajakin dia ke mana-mana aduh bisa berabe.
"Lain kali? Oke deh kalau begitu lain kali beneran ya mau jalan sama aku, aku tunggu lo Karin."
Karina keceplosan ngomongnya, dan Karina hanya bisa mengganggukan kepalanya, ia juga bingung sendiri kenapa mulutnya menjadi lama seperti itu yang mana bisa-bisanya mengucapkan kalimat lain kali dan itu menandakan jika memang Karina di lain waktu mengiyakan ajakan Alex untuk jalan berdua atau sekedar makan saja.
Melihat Karina yang sudah masuk ke parkiran, Alex juga segera masuk ke mobilnya, laki-laki itu begitu senang meskipun awalnya bukan hanya sekedar ingin menemui Karina tetapi mengajak Karina makan siang namun Alex tidak masalah jika memang Karina sudah acara toh juga iya belum bicara dengan Karina mengenai ini dan Alex juga tidak mau memaksa Karina yang ada mahal nanti Karina akan takut padanya ada rencana Alex akan berantakan.
Sedangkan Karina yang sudah masuk ke dalam mobil Sintia, 2 perempuan itu pastinya ngobrol panjang dan lebar dan tentunya membahas masalah Alex.
Sintia itu penasaran kenapa laki-laki tampan seperti Alex itu mengenal Karina karena Karina sendiri belum menceritakan secara lebih lanjut tentang pertemuannya dengan Alex semalam.
__ADS_1
"Jadi om-om itu yang nolongin lo masuk ke dalam club semalam Karin?"
"Iya kalau nggak ada om om itu gue nggak akan masuk ke dalam sana dan gue nggak tahu apa-apa tentang klub malam."
"Dan pastinya kalau nggak ada om-om itu lo juga nggak bakalan di unboxing sama suami lo hahaha...."
Sahut Karina cepat yang mana membuat raut wajah si Karina langsung berubah seketika. Ya memang tidak salah gara-gara dirinya yang bisa masuk ke dalam klub malam itu membuat Karina ingin melakukan sesuatu hal yang belum pernah ia lakukan yaitu minum-minuman keras hingga akhirnya mabuk dan seandainya ia tidak ditolong semalam pasti kejadian semalam tidak akan pernah ada yang mana Devano yang memang sudah menjadi suaminya itu dengan terang-terangan memperkosanya meskipun itu bukanlah sebuah pemerkosaan karena Devano berhak atas diri karena.
"Ah sialan lo bisa-bisanya lo ngatain gue seperti itu!!"
"Kan memang bener Rin, andai saja Om Alex itu tidak datang dan tidak menolong lo masuk ke dalam pastinya lo juga tidak akan pernah masuk ke dalam klub itu karena gue yakin pasti penjaga klub malam itu akan mengusir lo Karena dia mempunyai peraturan yang ketat ketika ada seseorang yang masuk dan pastinya elo yang masih dibawa umur tidak mempunyai KTP dan juga kartu akses masuk ke dalam klub pastinya akan diusir mentah-mentah... Dan sebenarnya kalau Pak Devano tahu hal ini pastinya Pak Devano akan berterima kasih kepada Om Alex Karena Om Alex yang sudah membuat Pak Devano itu berhasil memerawani lo."
"Sialan lo!! Ya sudah ngadu sana sama guru kesayangan lo supaya lo nanti bisa ditraktir, bisa dikasih hadiah dan bisa minta apapun sama dia dan sekalian bilang juga jika gue tadi ketemu dengan om-om tampan yang sepertinya perhatian dia juga naksir sama gue.."
"Dasar sahabat tidak tahu akhlak sebenarnya lo sahabat gue atau mata-mata Pak Devano sih dibayar berapa lo sama dia?"
"Dibayar berapa ya? yang jelas gue berhak kepada yang mengurungkan jika Pak Devano nguntungin gue gue juga mau lah berbaik sama dia tetapi untuk saat ini gue melihat sama lo deh lo kan yang paling menguntungkan kan gue bisa ke salon gratis yang ini.."
Karina hanya mencebikkan bibirnya kesal memang Sintia itu teman yang tidak ada akhlak bisa-bisanya berbicara seperti itu di depannya tetapi jika dipikir-pikir memang benar juga kalau suaminya tahu tentang semalam Karena bisa masuk ke dalam dengan bantuan seseorang pastinya yang dilakukan pertama kali Devano adalah marah dan merasa cemburu Karina bersama dengan laki-laki lain.
__ADS_1
Tetapi jika ditelisik lebih lanjut pastinya Devano akan berterima kasih kepada Alex itu yang mana sudah membawa Karina masuk hingga Karina mabuk hingga Devano sendiri berhasil untuk melakukan sesuatu yang sudah sejak dulu ditahannya.
Sementara di tempat lain Devano yang sudah bertemu dengan klien pentingnya dan saatnya kini laki-laki itu mendinginkan pikirannya, bukan karena pusing menghadapi Karina tetapi memang karena pekerjaan yang menumpuk.
Tetapi Devano malam ini juga tidak ingin lembur meskipun banyak pekerjaan namun Devano juga ingin pulang cepat ingin memeluk tubuh Karina dan melakukan sesuatu yang membuat ia senang.
Dan memang benar apa yang dikatakan oleh kedua sahabatnya jika sudah pertama kali melakukan adegan yang iya-iya maka seterusnya akan menjadi candu dan memang benar Devano merasakan itu bahkan ketika dirinya jauh dengan Karina, Devano bisa membayangkan dan merasakan bagaimana nikmatnya sebuah permainan itu dan sekali lagi Devano benar-benar candu dan ingin mengulang permainan panas itu Lagi Dan Lagi.
"Kenapa lo malah senyum-senyum sendiri?"
Ya kedua sahabat Devano saat ini berkunjung ke perusahaan Devano dan kedua laki-laki itu langsung saja menuju ke ruang kerja Devano di mana memang sudah tidak ada klien penting di sana.
Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka jika masuk langsung saja masuk karena semua orang sudah tahu kedua laki-laki itu adalah sahabat baik dari Devano.
"Pasti lo membayangkan yang tidak tidak atau sudah melakukan sesuatu itu dengan perempuan lain?"
Ledek salah satu sahabat Devano di mana ia melihat Devano yang sedari tadi senyum-senyum sendiri dan mengira jika divana sudah melakukan sesuatu tetapi bukan dengan Karina melainkan dengan perempuan bayaran yang dibayar oleh Devano untuk menemani malamnya.
"Sialan!! gue nggak sebej@t itu kali, masih ada istri kenapa malah mencari perempuan yang lain? Emang kalian berdua apa yang tidak cukup dengan satu perempuan saja?"
__ADS_1
"Oh kirain lo nggak tahan lalu bayar perempuan untuk menuntaskan hasratnya sudah di ubun-ubun tetapi sepertinya lo senang banget hari ini emang ada apa sih menang tender?"
Ya memang perubahan dari wajah dari Devano begitu terlihat jika orang yang mengenal Devano pastinya tahu jika saat ini terpancar sebuah bahagia meskipun banyak pekerjaan tetapi aura yang terpancar dari Devano itu memang berbeda dari hari-hari biasanya.