Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Pernyataan Devano


__ADS_3

Karina menggelengkan kepalanya, ia tidak tau dengan maksud semuanya ini, terlebih lagi kenapa Rama ada di sini.


Karina juga menoleh ke arah suaminya sepertinya Devano sudah merencanakan sesuatu, terlihat dari ekspresi wajah Devano yang tetap tenang bahkan seperti merencanakan sesuatu.


Sialan apakah ini memang akal-akalan dari Om Devano saja? awas saja kalau memang benar..


Karina yang penasaran langsung saja membisikkan sesuatu ke telinga Devano di mana memang ia tidak menyangka jika malam ini akan bertemu dengan Rama dan sepertinya pertemuan ini memang sudah diatur oleh Devano, bukan secara sengaja mereka bertiga bertemu di sini.


"Apa maksudnya Om, kenapa ada Rama di sini?"


Tanya Karina dengan berbisik di telinga Devano, ia tidak akan menunggu lama untuk menanyakan sesuatu yang membuatnya penasaran.


"Kamu nanti juga tahu!"


Devano enggan menceritakan ini lebih dulu dengan Karina karena beberapa menit lagi ia juga akan membongkar statusnya dengan Karina dan tentunya memang semua ini adalah rencananya dan pasti sudah dipastikan jika pernikahan nya dengan Karina akan dibongkar di depan Rama.


"Jangan macam-macam atau aku akan membencimu!!"


"Coba saja kamu berani. Kamu adalah istriku dan aku berhak atas kamu."


Mereka saling berbisik dan saling mengancam, rupanya Devano juga tidak ingin selalu dikalahkan oleh Karina yang mana selama ini Devano diam saja manakala ia tidak bisa menasehati Karina tentang hubungannya dengan Rama, tetapi kali ini Devano tidak akan diam, laki-laki itu sudah bertekad kuat untuk mempertahankan pernikahannya yang mana Devano mempunyai prinsip jika ia akan menikah sekali seumur hidup, meskipun jalan yang dilalui ke depannya itu sangatlah sulit tetapi Devano akan berusaha sekeras mungkin untuk meluluhkan hati Karina.


Karina tersenyum kecut, rupanya memang ia sudah tertipu dengan akal bulus Devano yang mengatakan ingin mengajak makan malam romantis tetapi apa ini? jangankan romantis bahkan ia sendiri bingung harus bersikap bagaimana, sementara ada Rama di sini.

__ADS_1


Seperti Karina, Rama juga bingung apa ya terjadi sebenarnya, mengapa ada Karina di sini dan datang ke sini bersama dengan Pak Devano, yang merupakan guru killer di sekolahnya dan tentu saja Rama masih bertanya-tanya untuk apa ia diundang makan malam oleh gurunya itu.


"Sayank, kamu di sini juga.. apa kamu diundang oleh Pak Devano?"


Sejenak Rama menghilangkan rasa penasarannya, ia berdiri lalu menghampiri Karina dan memegang erat tangan Karina dengan lembut, meskipun sebenarnya ia tahu jika Karina masih jengkel padanya namun tidak mungkin jika menunjukkan kemarahan itu di depan orang lain.


Karina menggelengkan kepalanya pelan meskipun yang sedikit demi sedikit paham dengan rencana Devano tetapi sebelum semuanya jelas karina juga tidak akan mengatakannya apalagi tentang pernikahannya dengan Devano.


"Ya sudah kita makan ya, kebetulan aku sudah pesan makanan dan tentu saja makananku adalah makanan kesukaan kamu juga."


Ya beberapa menit yang lalu sebelum Rama sampai ke restoran ini Devano memang sudah mengirimkan pesan jika ia sedikit terlambat datang menemui Rama dan Devano juga mengatakan kepada Rama untuk memesan makanan dan minuman terlebih dahulu jangan menunggunya sampai datang.


Karina lagi lagi menganggukkan kepalanya, ia juga bingung dengan apa yang akan dilakukannya nanti, sementara ia melihat cinta yang begitu tulus di mata Rama, namun bagaimana dengan Devano yang saat ini status Devano adalah suaminya dan baru saja beberapa menit yang lalu Devano juga mengatakan cinta padanya bahkan dirinya dan juga Devano saling berciuman dengan sangat mesra.


Ujar Devano dengan tatapan mata yang tajam, ia benar-benar tidak suka jika ada laki-laki lain yang menyentuh istrinya namun untuk kali ini Devano bisa memendam semuanya tetapi tidak nanti setelah ia mengatakan kepada Rama jika Karina adalah istri sahnya.


"Maaf Pak, saya sudah pesan dulu makanannya bapak pesan saja dulu atau mau saya pesankan?"


"Saya juga sudah memesannya di bawah tadi, kalian makanlah dulu."


Dan mungkin saja ini adalah makan malam kalian berdua untuk terakhir kalinya di mana besok aku tidak akan membiarkan kalian berdua mesra-mesraan di depanku bahkan malam ini aku meminta kepada Rama untuk segera memutuskan hubungan dengan kamu, Karin .. karena aku tidak mau jika apa yang sudah menjadi milikku juga dimiliki oleh laki-laki lain..


Dengan segenap hati dan jiwa raganya Devano memendam rasa cemburu dan emosinya di dalam hati ketika melihat Rama yang menyuapi istrinya, ia bahkan memalingkan wajahnya ketika melihat ekspresi wajah Rama yang begitu senang dan tersenyum memandang wajah cantik Karina.

__ADS_1


Salah sendiri kenapa malam ini memilihkan pakaian yang begitu pas dan juga membuat Karina cantik hingga ramay terpesona dengan kecantikan Karina malam ini yang sungguh benar-benar cantik tidak seperti biasanya.


Makan malam tanpa ada suara apapun juga hingga akhirnya beberapa menit kemudian makanan yang ada di di atas meja habis tak tersisa dan Devano meminta untuk pelayan restoran itu membawa semua piring-piring kotor dan menggantikannya dengan minuman yang baru dan juga sedikit camilan untuk membuat obrolan mereka semakin hangat dan juga menyenangkan.


Ya menyenangkan untuk Devano tetapi tidak untuk Karina dan Rama karena Devano akan mengatakan sesuatu yang mungkin akan menyakitkan buat Rama.


"Rama, kamu pasti bertanya-tanya kenapa saya meminta kamu datang ke sini? Tentu saja selain mengajak kamu makan malam saya juga ingin mengatakan sesuatu dan mungkin itu akan menyakiti hati kamu."


Jlebb


Karina menoleh seketika ke arah Devano di mana suaminya itu sudah mulai menampakkan sifat aslinya yang mana Devano akan memberitahukan kepada Rama tentang status hubungan pernikahannya.


Astaga apa yang dilakukan oleh om Devano apakah memang benar ini adalah akhir dari segalanya dan aku harus melepaskan Rama?


"Tentu saja saya penasaran Pak, apalagi ada Karina di sini. Apa bapak ingin mentraktir kami berdua?"


Devano tersenyum, ia tahu ini adalah hal yang mendebarkan bagi Karina di mana Devano juga melihat ekspresi wajah Karina yang begitu tegang seperti mendapatkan hukuman tentang kesalahannya.


Namun Devano tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini di mana ia memang sudah merancang semuanya yang akan mempertemukan Karina dengan Rama dan juga dirinya dan disaat seperti ini Devano akan mengatakan yang sejujurnya tentang pernikahannya dengan Karina supaya Rama mundur dengan sendirinya dan tidak akan merusak pernikahannya apalagi berniat untuk menghancurkan pernikahan yang memang sudah sah di mata hukum dan agama.


Perlahan tapi pasti Devano memegang tangan Karina ia genggam tangan halus dan putih itu dengan sangat erat yang membuat Rama melototkan matanya melihat apa yang baru saja dilakukan oleh gurunya itu.


"Saya dan Karina sudah menikah beberapa hari yang lalu."

__ADS_1


Deg


__ADS_2