
Pagi ini Karina berangkat menggunakan mobil sendiri meskipun tadi Devano sudah meminta Karina supaya berangkat bersama dirinya tetapi itu tidak mungkin, Karina tidak mau jika terjadi gosip di sekolahan meskipun statusnya saat ini memang benar adalah istri dari Devano.
Terlebih lagi perasaan Karina yang gamang, entahlah.. perempuan cantik itu bingung dengan perasaan sendiri, di satu sisi ia masih mencintai mantan kekasihnya tapi di sisi lain Devano adalah suaminya dan semalam sudah melakukan hubungan sebagai suami istri yang membuat Karina semakin ragu-ragu lagi untuk meminta cerai dari Devano.
Di saat begini Karina butuh seseorang yang bisa membuat dirinya tidak lemah, meskipun itu Karina tidak tahu kepada siapa ia mengadu, tidak mungkin ia menceritakan semuanya kepada Sintia, sahabatnya meskipun Karina yakin jika Sintia adalah pendengar yang baik dan tidak akan membocorkan rahasianya, namun untuk hal dewasa seperti ini Karina butuh sosok yang benar-benar dewasa yang benar benar memahami dirinya dan yang akan memecahkan masalahnya, apakah ia akan lanjut dalam pernikahan ini atau tidak.
Mobil Devano sudah melesat duluan meninggalkan kediaman Hardiansyah, sementara Karina berada di belakang mobil Devano dengan jarak yang cukup jauh.
Sungguh kebalikannya, biasanya laki-laki yang menggiring perempuan tetapi kali ini Karina memilih berada jauh di belakang Devano, walaupun sebenarnya tadi sempat terjadi perdebatan antara keduanya hingga akhirnya membuat Devano mengalah saja, toh juga sama sama berangkat ke sekolah dan Devano yakin jika istrinya tidak akan berani membolos sekolah lagi mulai hari ini.
Sesampainya di sekolah, Karina buru-buru untuk turun dari mobil sebelum teman-temannya datang, karena memang benar apa yang dirasakan Karina saat ini begitu berat, badan nyeri dan rasanya masih ada sesuatu yang tertinggal di bawah sana, dan pastinya untuk jalan saja susah tetapi Karina berusaha untuk berjalan seperti biasanya supaya teman-temannya tidak curiga.
Greep
Karima melongo ketika sudah berada di lobi sekolah dan tiba tiba di peluk oleh seseorang yang Karina sendiri sangat hafal dengan aroma parfum itu, tentu saja Karina bingung untuk saat ini apakah ia harus membalas pelukan dari orang itu atau tidak.
"Aku khawatir banget sama kamu, Kamu tidak apa-apa kan?"
__ADS_1
Sungguh ... situasi seperti ini tidak Karina harapkan, di mana pagi-pagi sekali Rama sudah menunggunya dan ketika melihatnya langsung memeluk tubuhnya dengan sangat erat, bagaimana nanti jika Devano tahu maka apa akan habislah Karina dengan suaminya itu.
"Aku tidak apa-apa, mengapa kamu khawatir?"
Karina dengan cepat membalas pelukan Rama dan setelah itu ia melepaskan pelukannya supaya tidak terjadi kecemburuan terhadap suaminya nanti, jika Devano melihat nya.
"Bagaimana aku tidak khawatir, semalam kamu hilang."
"Aku?"
Dengan tanpa apa-apa lagi Rama segera menarik tubuh Karina untuk membawa perempuan cantik itu ke belakang sekolah, tentu saja Rama ingin mendengar penjelasan dari Karina mengenai kepergiannya semalam dan juga mengapa Karina nekat pergi malam-malam seperti itu.
"Semalam kamu ke mana? Aku khawatir sekali.. aku sudah mencarimu ke mana-mana tetapi tidak ketemu bahkan aku juga mencari kamu di tempat favorit kita?"
Ketika sampai di taman, Rama langsung saja mencerca pertanyaan kepada Karina tentu saja gurat wajah khawatir menyelimuti Rama saat ini meskipun ia melihat jika Karina baik-baik saja namun sepertinya Karina memendam sesuatu yang membuat Rama bertanya-tanya, apa yang terjadi semalam hingga membuat perempuan yang masih dicintainya itu pergi dari rumah dan tidak ada kabar.
Yang pastinya Rahma sudah mencari Karina kemana-mana bahkan ke tempat favorit sewaktu mereka masih pacaran dulu dengan Rama, tetapi sayang sekali tidak ada Karina di sana bahkan Rama sudah menanyakan kepada Pak satpam yang berada di sana tetapi nihil, Karina tidak ada di sana bahkan sudah lama Karina tidak mengunjungi tempat itu.
__ADS_1
"Kamu tahu aku begitu frustasi kehilangan kamu? tetapi lebih menyakitkan lagi tidak mendengar kabar dari kamu semalam. Aku lebih baik memilih mengalah untuk tidak bersama kamu lagi tetapi aku masih bisa melihat kamu tersenyum,.bahagia dan juga sehat selalu tetapi aku paling tidak bisa jika tidak mendengar kabar kamu bahkan jika kamu hilang seperti tadi malam."
Keduanya saat ini sudah berada di belakang gedung sekolah yang pastinya tempat itu bukan angker tetapi malahan indah, tempat yang biasanya digunakan siswa-siswi di sana untuk berpacaran karena memang sepi dan tidak ada orang lain yang akan pergi ke sana selain mereka yang ingin berduaan saja dan pagi ini mumpung masih sepi dan juga masih ada waktu untuk berbincang-bincang dengan Karina, Rama membawa perempuan cantik itu ke sana.
"Kamu pergi ke sana? bukannya jarak rumah kamu dengan tempat itu sangat jauh?"
Karina sendiri belum bisa menjawab pertanyaan Rama tentang kepergian semalam karena apa, yang pastinya ia tidak ingin membuat orang yang masih dicintainya itu khawatir dengannya, terlebih lagi Karina tahu bagaimana sifat Rama itu, Rama adalah laki-laki yang baik, yang sopan... tetapi jika ada sesuatu yang melukai hatinya maka Rama juga tidak akan tinggal diam.
"Jangan mengalihkan pembicaraan aku, karena aku tahu kamu mendengar semua pertanyaan Aku. Dan kamu pasti tahu juga bagaimana jarak yang aku tempuh dari rumah sampai tempat itu, tetapi permasalahan saat ini kenapa kamu pergi malam-malam tanpa kabar? Ada apa sebenarnya? Ap yang terjadi? apa dia menyakiti kamu?"
Sepertinya batas kesabaran Rama sudah habis, ia yang semalam memikirkan tentang Karina, mengapa perempuan cantik itu tidak menjelaskan alasan kepergiannya malahan kini membuat Rama semakin khawatir saja.
"Aku tadi malam hanya pergi menenangkan diri saja, jangan khawatir.. lagi pula aku baik-baik saja, tidak terjadi apapun dengan aku, Aku hanya sedikit menenangkan pikiran."
Yah hanya itu yang bisa diucapkan oleh Karina, tidak mungkin Karina mengatakan jika ia semalam pergi ke kelap karena ia tahu bagaimana nanti reaksi Rama jika tau dirinya mabuk semalam.
"Kenapa? Apa dia menyakiti kamu?"
__ADS_1
Karina menggelengkan kepalanya, meskipun memang benar kepergiannya itu karena ulah dari Devano dan juga Dirga, tetapi Karina tidak mau memperkeruh suasana. Ini adalah masalah rumah tangganya dengan Devano dan orang lain tidak boleh ikut campur meskipun ia sendiri sudah percaya kepada Rama, tetapi menyeret Rama dalam permasalahan rumah tangganya itu juga tidak baik.
"Jangan bohonh Karina!! selama kita bersama, kamu tidak pernah melakukan sesuatu hal seperti itu, bahkan kamu sendiri tidak pernah kabur dari rumah apalagi tanpa kabar, bahkan juga saat kamu susah kamu pasti menemuiku, kita menenangkan diri bersama-sama tetapi semalam .. Apa yang kamu lakukan? pasti dia sudah menyakiti kamu."