Terjebak Pesona Istri Kecilku

Terjebak Pesona Istri Kecilku
Tentang Karina


__ADS_3

"Bapak mau apa?"


Tentu saja Karina saat ini ketar ketir dengan apa yang dilakukan oleh Devano pasalnya ia sudah di berada di sofa dan dengan Devano yang saat ini sudah berada di atas tubuhnya lagi pula ini masih berada di sekolahan.


Memang Devano sudah menutup pintu dan mengunci ruangannya itu rapat-rapat bahkan tidak ada yang berani masuk ke dalam ruangan yaitu termasuk kepala sekolah entah apa yang dimiliki oleh gerhana hingga senangnya tunduk padanya bahkan mempunyai ruangan tersendiri tetapi itu semua tidak jaminan karena takut jika dia berbuat lebih padatnya ataupun marah berbuat yang tidak tidak seperti yang semalam Devano lakukan.


Jelas aja ucapan dari Karina membuat Devano tersenyum tentu saja ia memandangi wajah cantik istrinya itu yang ketakutan saat ini dan pastinya kedua tangan karena saat ini sudah Devano pegang dan diletakkan di atas kepala Karina hingga Devano nanti bisa melakukan apapun juga seperti yang diinginkannya tanpa ada gangguan dari tangan karena yang nantinya memukul-mukul dada Devano.


"Apa yang aku lakukan?tentu saja aku ingin mengulang kembali kejadian semalam dan pastinya tubuh kamu membuat aku cantik sayang dan jangan khawatir tidak ada yang berani masuk di sini bahkan untuk memainkan satu ronde saja itu bisa karena setelah ini kelas kamu kosong dan tidak ada gurunya pastinya hanya tugas akan diberikan di kelas kamu."


Sial!! mengapa aku mempunyai suami seperti ini sudah mesum dan tidak tahu tempat lagi bukan karena aku ingin disentuh oleh dia tetapi memang keadaan seperti ini lagi pula tubuhku sudah dijamak oleh Devano dan tidak mungkin juga aku kabur dari laki-laki ini.


Mendengar ucapan dari Devano Karina terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa. Karina juga pasrah jika suaminya nanti berbuat yang tidak-tidak.


Ya, Karina tau jika tubuhnya saat ini sudah menjadi milik Devano, tetapi tidak di sini di sekolahan ini yang mana semua orang tahu tentang dirinya dan Devano hanya sebatas guru dan murid saja bahkan tidak ada yang tahu tentang pernikahannya kecuali kepala sekolah dan juga beberapa guru yang dulunya diundang oleh keluarga Devano untuk menyaksikan.


Cup


"Mphh...."


Satu ciuman lolos saja di bibir Karina dengan Devano terus memperdalam ciuman itu ya yang hanya melihat bibir ranum Karina, dan seakan akan sedikit berhasrat untuk mengangkat sesuatu yang lebih tetapi dibalas sadar ini masih di sekolahan hanya meskipun si ular pitonnya sudah mendesak ingin keluar dari sarangnya tetapi tidak mungkin dilakukannya bahkan jika mungkin Devano akan khilaf dan bukan hanya satu ronde saja mungkin saja berulang kali akan Devano lakukan.


Ya, Devano dengan apik melakukan penyerangan di bibir Karina Devano yang juga memperdalam ciuman nya  di bibir Karina itu, dan  seketika langsung melepaskan apa yang terjadi diantara mereka yang sedari tadi Karina juga membalas yang dilakukan oleh Devano.


Devano yang masih dengan posisinya yang saat ini berada di atas tubuh Karina langsung saja mengusap lambut bibir Karina yang nampak basah, kemudian laki-laki itu mencium kening Karina sebagai tanda sayang dan begitu mencintai istrinya.


"Jangan khawatir sayang ini hanya permulaan saja aku masih mempunyai akal untuk tidak melakukan sesuatu di sini meskipun sebenarnya sesuatu dibawa aku ini sekali masuk dan kamu manja-manjain."


Karina bisa bernafas dengan harga meskipun ia sudah diserang oleh Devano di bibirnya tetapi Devano tidak melakukan sesuatu yang berlebihan karena masih takut jika reaksinya terbongkar oleh semua orang kalau dirinya dan dipalu adalah sepasang suami istri dan lebih parahnya lagi dengan apa yang dilakukannya ini akan tersebar di seluruh sekolah yang itu nantinya akan mencoreng nama baiknya dan juga nama baik Devano.


"Oh ya nanti siang setelah Mas mengajar mas masuk ke perusahaan ada hal yang penting harus Mas urus tetapi masih tidak malam biar kita bisa melakukan kegiatan yang menyenangkan. Jujur saja sayang Mas kangen banget, Mas candu dengan tubuh kamu dan masih ingin melakukannya Lagi Dan Lagi."


Mendengar ucapan dari Devano Karina memenangkan wajahnya tentunya ia takut ditatap tajam seperti itulah Devano tetap divana itu sangat mengerikan meskipun tidak akan membuat Karina sakit atau bagaimana tetapi itu nanti membuat Karina semakin luluh dengan Devano dan Karina tidak mau itu.


"Terserah terserah apa yang akan bapak lakukan."


Cup


Karina melototkan matanya manakah tiba-tiba dia selalu mencium lagi bibirnya entah apa yang dilakukannya hingga Devano lebih sering mencium bibirnya itu.


"Bilang seperti itu lagi maka aku akan mencium kamu, tidak peduli itu dilakukan di depan teman-teman kamu itu tidak masalah."


Tentunya karena menghilangkan kepalanya bukankah tidak salah jika ia mematuhi Devano dengan sebutan bapak ini masih di sekolahan bukan di rumah yang mana statusnya dengan dibantu hanyalah sebagai guru dan murid bukan sebagai suami dan istri.


"Panggil bapak jika di dalam kelas kamu dan bersama dengan teman-teman kamu dan panggil Mas jika kita hanya berdua seperti ini meskipun di sekolahan dan tentu saja jika kamu melanggarnya maka kamu akan mendapatkan ciuman dari aku."


"Aku tidak janji.."


Sungguh lucu sekali jika kalian memanggil Devano dengan sambutan Mas apalagi dengan memakai ende-ondel sayang atau bagaimana yang jelas ia dari awal memang tidak suka dengan default apalagi Devano yang semalam sudah memperkosanya karena dirinya mabuk Dan itu dianggap sebagai kesalahan dari Devano tidak tahu saja jika Karina yang membuatnya karena yang mabuk dan tidak sadarkan diri sehingga memancing Apa yang sebenarnya Devano ingin melakukan sejak dari dulu.


"Harus bisa karena kamu istriku dan aku adalah suami kamu tugas istri adalah melayani suami dan hormat kepada suami kalau kamu tidak mau melayani suami dan tidak menghormati suami apa jadinya rumah tangga kita dan juga tentunya Kamu tahu kan jika di luar sana banyak kelapa-pelakor yang ingin merebut suami orang yang tampan dan juga kaya raya ini begitu juga dengan aku kalau kamu tidak melayani aku dan tidak menghormati aku jangan salahkan aku jika aku mencari kebebasan dan mencari pelayanan di luar sana."


"Minggir!!"


Karina langsung saja mendurang tubuh Devano tentunya ia tidak suka mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh Devano itu bisa-bisanya Devano itu mengatakan seperti itu padahal dirinya sudah di mangsa habis-habisan oleh Devano tetapi setelah Devano menakut matinya Devano malahan mengatakan seperti itu yang seakan-akan Devano ingin meninggalkan Karina dan mencari perempuan di luar sana yang bisa menghormati dan juga melayani dirinya.


Devano yang didorong oleh Karina langsung saja terjatuh tetapi tidak ada rasa sakit sedikitpun ditunggu develoka radio pada menggunakan tangannya untuk berpegangan.


*****


Melihat Karina yang marah dan juga cemburu mendengar apa yang diucapkan Devano tersenyum laki-laki ia tidak menyesal karena telah melakukan itu, Devano sendiri tidak mempunyai keinginan untuk mencari perempuan di luar sana terlebih lagi ia sudah sangat mencintai Karina dan begitu candu dengan tubuh Karina dan berjanji tidak akan meninggalkan Karina atau menghianati Karina.


Devano juga yakin jika ia akan meluluhkan hati karena dan membuat Karina jatuh cinta dengannya.


"Kamu cemburu kan sayang? tenang saja mas tidak akan mencari perempuan di luar sana jika kamu mau melayani masjid menghormati Mas, itu saja yang Mas mau."


Melihat Devano yang ingin membuka pintu Devano segera beranjak dari duduknya yang dari tadi ia duduk di bawah karena didorong oleh Karina, laki-laki itu dengan cepat memeluk tubuh karena dari belakang dan tidak akan membiarkan karena pergi secepat ini dengan kondisi Karina yang masih cemburu dan juga marah padanya.


"Jangan berpikir yang tidak tidak sayang, kamu adalah segalanya bagiku dan aku tidak akan meninggalkan kamu percayalah hatiku ini hanya milik kamu seorang."


Devano memeluk tubuh Karina dari belakang, yang membuat perempuan cantik itu memejamkan matanya seraya merasakan kehangatan dan juga kenyamanan dan pelukan dari Devano.

__ADS_1


Ya tidak dipungkiri pelukan dari Devano bisa membuat kenyamanan dan juga kehangatan ditubuh Karina terlebihlah kita di malam Devano yang sudah menjelajari seluruh tubuh Karina membuat Karina menjadi cantik Jujur saja karena menikmati segala sesuatu yang diberikan oleh Devano bahkan Karina juga merasakan sesuatu yang berbeda ketika ia bersama dengan Devano dibandingkan dengan Rama.


Apa memang benar jika Karina sudah jatuh cinta dengan Devano? Tetapi tidak mau mengakuinya? sementara hati Karina masih berada dan masih menyimpan nama Rama di dalam hatinya?


Entahlah untuk jawabannya hanya Karina yang tahu dengan semuanya ini.


"Lepas Pak, aku mau keluar .. sebentar lagi bel!!"


Karina yang tidak mau Devano berbuat yang aneh-aneh meskipun dari tadi sebenarnya jika Devano mau, maka Devano sudah melakukannya, hingga akhirnya Karina melepaskan tangan supaya Devano tidak memeluknya.


Cup


Tetapi apa yang terjadi, Devano malam mencit bibirnya karena karena lupa mengatakan masjid malah menyebut nama Devano dengan bapak.


"Ishhh....."


"Itu karena kamu lupa sudah, ah mendingan lupa saja supaya Mas bisa mencium kamu berkali-kali dan jangan protes."


Karina membrengut kesal, bisa-bisanya ia seakan-akan menjadi boneka kesayangan Devano yang bisa dipanah memainkannya bedanya karena sudah menjadi istri sah Devano meskipun ia masih belum mencintai Devano 100% tetapi mungkin saja nanti di belakang harinya karena tidak tahu apakah dirinya memang benar-benar mencintai Devano dan bisa melupakan Rama.


Melihat kesempatan yang ada di depan mata, Karina dengan cepat membuka pintunya ia tidak mau lama-lama berada di dalam ruangan Devano dan itu sangat mengerikan sekali meskipun dimana tidak melakukan apa-apa tetapi jika ia salah menyebut nama Devano akan habis dimasak oleh Devano saat ini juga.


"Dasar orang gila! bisa-bisanya dia melakukan seperti itu!!"


Gumam Karina sendari menuju kelasnya dengan berlari, meskipun ia tahu bel belum berbunyi tetapi daripada berada di ruang Devano ini yang akan membahayakannya, lebih baik jika Karina bergegas menuju ke kelasnya.


"Karina... pasti dia habis ke ruangan pak Devano dan bertemu dengan laki-laki itu?"


Iya tanpa diduga Dirga melihat Karina keluar dari ruangan Devano dan sudah dipastikan jika Karina telah menemui suaminya itu.


Dirga memang tidak bisa melupakan Karina, bahkan ia masih tidak percaya jika Karina itu sudah menjadi istri Devano saat ini bahkan Karina sudah digadang-gadang akan dinikahinya dan sudah dipersiapkan semua halnya untuk melamar karena tetapi apa yang terjadi mungkin karena memang bukan jodohnya Karina hanya ditakdirkan untuk menjadi temannya saja teman dari kecil dan mungkin sampai nanti.


"Kenapa tidak ada rasa cinta dalam diri kamu untuk aku, Karin? apakah memang aku terlalu terobsesi kepada kamu atau memang kamu yang sebenarnya mencintai aku tetap karena keadaan kamu yang sudah menikah membuatmu tidak mengatakan perasaan kamu kepada aku?"


Yang jujur saja melihat  Karina keluar dari ruangan Devano dan sepertinya wajah Karina berseri-seri meskipun Karina sedikit lari ketika sudah berada di luar itu membuat diri ke hatinya sakit laki-laki itu bahkan memegang dadanya meskipun ia tidak mempunyai penyakit jantung namun dilihat dari ekspresi wajah karena Dirga sudah tahu jika teman kecilnya itu sudah nyaman dengan pernikahannya walaupun itu terjadi secara dadakan dan tidak ada rasa cinta di awal pernikahannya namun dengan perlakuan manis dari Devano sudah bisa membuat karena luluh nanti.


Dan apa-apa Dirga tega untuk memisahkan Karina dengan Devano? Sementaranya ia sangat mencintai Karina, dan dia tidak mau Karina menangis tentunya Dirga tidak mau itu terjadi atau mungkin ini harus mengiklaskan Karina bersanding dengan laki-laki lain. Dan itu berarti Dirga harus mengubur dalam-dalam rasa cintanya yang selama ini dipendam untuk menarilah dan membiarkan karena bersama dengan laki-laki lainnya.


Entahlah, jawabannya hanyalah Dirga yang tahu meski sebenarnya Dirga juga berat untuk mengingat semuanya terjadi tetapi bagian mana mungkin pernikahan Karina dan juga Devano itu sudah saat dimata hukum dan agama sekeras apapun Dirga akan memisahkannya jika memang takdirnya keduanya untuk bersatu maka kita tidak bisa memisahkan hubungan dengan Karina.


Dan benar terjadi, baru saja 10 menit Karina memejamkan matanya tiba-tiba teriakan dari Sintia sudah membuat Karina membuka matanya kembali meskipun kondisinya masih belum benar-benar sadar tetapi Karina sudah terganggu dengan teriakan dari Sintia itu.


"Tumben lo tidur di sekolahan? memangnya semalam tidak tidur atau jangan-jangan lo dan pak Devano semalam lembur untuk membuatkan gue ponakan ponakan yang lucu?"


Karina yang mengucek-ngucekkan matanya dan belum sadar betul. Dan juga Karina mengedarkan pandangan matanya ke segala arah berharap jika suara dari sunting yaitu tidak kemana-mana yang nantinya semua teman-temannya akan tahu jika sudah terjadi apa-apa dengan Devano dan juga dirinya.


"Berisik sekali!! biarkan gue tidur nanti gue ceritain.."


Ya sepertinya mata Karina sangat berat sekali hingga ia hanya membuka matanya sedikit lalu menutup matanya kembali dan meneruskan tidurnya tentunya itu membuat Sintia sebagai penasaran apa saja yang sudah dilakukan oleh sahabatnya semalam dengan suaminya yang mana sepertinya karena itu sangat kelelahan dan tidak bisa bangun dan ini adalah pertama kalinya Karena itu tidur di kelas.


****


"Astaga Karina? Apa ya sudah dilakukan oleh pak Devano semalam?"


Melihat Karina yang tertidur lagi, Sintia iseng-iseng membenarkan rambut Karina yang memang teroret ia juga bingung mengapa Karina pagi ini rambutnya terurai padahal tidak biasa-biasanya perempuan cantik itu menggeret rambutnya bahkan Karina dengan suka hati selalu menguncir rambutnya seperti ekor kuda atau mengikatnya asal.


Dan sepertinya apa yang menjadi pikiran sehingga terjawab sudah di saat Sintia menyibakkan rambut Karina dan menata rambut Karina, Sintia menemukan tanda cinta yang begitu banyak di leher Karina meskipun beberapa sudah tertutup oleh foundation tetap tetapi karena keringat Karina membuat foundation itu luntur dan terlihat jelas tanda cinta yang diberikan oleh Devano semalam.


"Astaga Karina Jadi semalam kamu dan Devano itu sudah bercinta kalian sudah melakukan sesuatu yang iya-iya?"


Tidak mendapatkan jawaban dari Karina sintianak saja mengucapkan seperti itu meskipun dengan nada suara yang sedikit berbisik karena teman-teman yang sudah banyak yang berdatangan di kelas Sintia sudah paham betul jika pernikahan Karina dengan Devano itu disembunyikan terlebih lagi tidak mungkin jika Cynthia membiarkan tentang masalah ranjang antara Karina dengan Devano.


"Shuttt.... Berisik tahu, gue sudah bilang nanti gue ceritain nggak sekarang lu juga asal-asalan mainan rambut gue."


"Eh Karin lo lupa jika setiap hari gue selalu mainin rambut Lo yang halus dan wangi itu tetapi kenapa hari ini lho marah lo takut ketahuan jika malam memang sudah melakukan sesuatu yang enak dengan Pak Devano oh iya Karin bagaimana rasanya ceritain dan sama gue tapi Pak Devano itu kuat berapa ronde semalam?"


Sepertinya Sintia lebih tertarik membahas tentang urusan rancang antara Karina dengan Devano terlebih lagi jam pelajaran setelah istirahat ini gurunya tidak datang maka dari itu sini mengolah informasi yang lebih detail mengenai hubungan Karina dengan Devano semalam yang pastinya ada sesuatu yang membuat sahabatnya itu seperti ini Dan juga mungkin kepergian karena semalam itu ada kaitannya dengan sesuatu yang sudah dilakukannya.


Karina yang terganggu dengan teriakan dari Sintia , langsung saja membuka matanya ia juga sudah menyumpal bibir Sintia dengan telapak tangannya berharap jika teman-temannya itu tidak mendengar Lagi Dan Lagi ucapan dari Sintia yang tidak berfilter itu.


"Iya gue dan Devano semalam sudah melakukan sesuatu yang enak-enak puas lo?"

__ADS_1


Yang pastinya Sintia melongo ketika Karina mulai menceritakan satu persatu tentang kondisinya semalam bahkan Karina juga menceritakan tentang dirinya yang masuk ke dalam klub malam dan hingga akhirnya Karina mabuk berat dan tentu saja semuanya tidak luput dari ceritanya jadi ceritakan kepada Cynthia.


Karina juga tidak lupa menceritakan tentang sosok laki-laki yang menemani Karina semalam tetapi sayang sekali Karina masih samar-samar mengingat wajah laki-laki itu bahkan namanya saja Karina tidak lupa.


"Astaga Karina mengapa lo malahan masuk ke dalam klub malam lo tahu sendiri kan jika di sana itu sangat berbahaya dan pastinya lu beruntung sekali karena bertemu dengan laki-laki yang baik coba saja jikalau bertemu dengan laki-laki brengsek sudah habis selalu di dalam sana terlebih lagi bisa-bisanya juga belum mampu malam itu beruntung sekali juga Pak Devano yang menegang loh jika saja lo bayangin kalau seandainya ada laki-laki lain yang menemukan lo dan juga berbuat jahat pada lo pastinya sudah habis lho tadi malam."


Karina yang entah antara sadar  dan tidak sadar mendengar ceramah dari Sintia tetapi ia juga tahu betul bagaimana resikonya semalam jika tidak ditemukan oleh Devano bahkan Karina juga tidak tahu bagaimana nasibnya setelah semalam itu meskipun ia harus kehilangan keperawanan semalam Karena orang yang  mengambil itu semua adalah suaminya sendiri.


"Lalu bagaimana reaksi Pak Devano ketika melihat lo mabuk pastinya dia marah besar hingga menghukum lu di atas ranjang?"


"Gue nggak tahu tiba-tiba gue sudah masuk aja dan bertemu dengan dia lalu dia membawaku ke rumah dan terjadilah sesuatu itu meskipun pada awalnya pun memberontak tetapi telatnya kue kalah besar penurunan tenaga yang dimiliki oleh dia dan akhirnya terjadi sesuatu seperti yang lu pikirkan. Ah sudahlah kenapa juga membahas tentang teman lu tidak tunggu saja untuk berat badan gue pegel-pegel dan sepertinya aku ingin pergi ke salon untuk merilekskan tubuh gue. Sumpah bener-bener hari ini gue sudah perencanaan Pulau saja dan tidak masuk sekolah tetapi sayang sekali guru killer yang lo idola idolain melarang gue untuk bolos, tidak tahu saja badan gue remuk redam rasanya gue tidak sanggup untuk berjalan."


Sintia senyum-senyum mendengar ucapan dari Karina sahabatnya itu sangat lucu sekali mendeskripsikan apa yang terjadi dengan dirinya semalam yang entahlah sepertinya cerita Karina itu membuat sinyal percaya jika karirnya sebenarnya ada rasa dengan Devano tetapi karena tidak mau mengakuinya. Dan Mungkin saja rasa cinta yang dimiliki karena kepada Devano itu tidak lebih besar dari raja cinta yang dimiliki Karina untuk ramah meskipun saat ini karena dalam masa dia putus tetapi mereka sudah berhubungan lama dan pastinya masih ada benih-benih cinta di antara mereka.


"Tetapi sepertinya jalan lo itu biasa-biasa saja yang gue dengar dan juga gue melihat jika seseorang bagus diperawanin itu pasti jalannya seperti bebek tidak lurus atau kok tidak punya saya kenapa lo nggak atau jangan-jangan kalau sudah nggak perawan lagi dan sudah melakukan itu dengan Rama dulunya?"


Plakk


"Aww ... Sakit dodol kenapa lo pukul gue?"


"Kenapa lo pukul gue? lo tanya sama gue? lo sendiri mengatakan itu tadi tanpa apa lo merasakan apa yang gue rasakan lo nggak tahu saja sebenarnya untuk bergerak saja sakitnya minta ampun apalagi untuk berjalan tetapi gue mencoba untuk berjalan biasa-biasa saja lo tahu sendiri gue di sini idola dan pastinya setiap gerak-gerik gue pasti dilihat oleh semuanya dan gue nggak ingin ada gosip gosip di luaran sana tetapi meskipun dia melakukan ini dengan suami gue tetapi mereka kan tidak tahu jika gue sudah menikah."


"Iya juga ya kalau memang benar tapi apa memang sakit banget ya Rin?"


"Pikir sendiri dan jangan ganggu gue gue masih ngantuk dan ingin tidur kebetulan sekali gurunya berhalangan hadir dan nanti jangan lupa tuliskan jawaban di buku gue."


Tanpa menunggu jawaban dari Sintia, Karina langsung saja menemukan wajahnya dan perlahan-lahan memejamkan matanya entahlah rasanya karena masih ingin tidur dan tidak ingin ditunggu oleh siapapun juga meskipun karena tahu tidur di dalam kelas itu sangat tidak dianjurkan meskipun kelas kosong tetapi Karina juga harus mengerjakan tugasnya dan untuk dikumpulkan nantinya.


****


Akhirnya yang ditunggu-tunggu Karina dan  yang lainnya tiba juga, bel pelajaran berbunyi dan itu menandakan jika pelajaran untuk hari ini itu sudah selesai.


Ya tentunya Karina bersemangat sekali hari ini bukan karena semata-mata Devano yang tadi sudah pamit akan ke perusahaan yang sedang sekolah-sekolah berada di perusahaannya karena Devano tidak ada jaminan mengajar gitu aja yang terakhir tetapi juga Karina yang merasa bebas dan akan memanjakan dirinya setelah pulang sekolah ini.


Karina memang sudah berencana untuk kesalahan bersama dengan Sintia pulang sekolah ini ia juga tidak perlu meminta izin kepada Devano yang mana memang Devan sibuknya apa yang dilakukan oleh Karina itu juga salah Karina juga tidak pergi dengan laki-laki lain dan juga tidak selingkuh dengan laki-laki lain hanya ia pergi dengan sintingnya saja tetapi tidak izin dengan Devano.


Takut jika nanti suaminya itu akan mengirimkan mata-mata yang banyak untuk mengawasinya dan melaporkan semua gerak karena kepada Devano dan Karina tidak mau itu.


Karina tahu diri meskipun ia benar-benar belum benar-benar mencintai Devano tetapi atau batasannya ia juga tidak mungkin berhubungan dengan lagi laki-laki lain padahal hatinya belum begitu mencintai Devano dan Karina hanya ingin sedikit merilekskan tubuhnya karena benar-benar tubuhnya itu sudah remuk redam.


Sedangkan di tempat yang lain Alex yang sudah mendapatkan informasi tentang Karina, dan hanya sebatas nama Karina dan juga kedua orang tua karena saja berikut dengan di mana Karina bersekolah saat ini karena memang orang suruhan alis itu tidak mendapatkan kabar apapun tentang pernikahan Karina dengan Devano yang mana memang pernikahan itu benar-benar tertutup rapat dan benar-benar dirahasiakan dari kalangan umum.


Ya setelah Alex mendapatkan informasi tentang Karina dan juga di mana Karina bersekolah laki-laki itu yang siang ini tidak ada jadwal apapun juga langsung saja meminta kepada asisten nya itu untuk segera menuju ke sekolah Karina.


"Bos yakin ingin bertemu dengan Nona Karina?"


Sepertinya dari raut wajah asisten pribadi dari Alex itu tidak meyakinkan jika bosnya ini ingin bertemu dengan perempuan yang usianya jauh lebih mudah dibandingkan dengan Alex yang pastinya ini adalah pertama kalinya Alex melakukan seperti itu yang biasanya alat yang selalu dikejar-kejar oleh seorang perempuan tetapi sepertinya kali ini Alex pendapat kamarnya Alex yang kini malahan mengejar ngajar perempuan meskipun asisten pribadi dari Alex itu memang belum tahu persis Apa yang dirasakan dan juga apa yang dipikirkan oleh bosnya apakah memang ada rencana terselubung yang ada di dalam pikiran Alex saat ini atau memang benar Alex sudah jatuh cinta dengan perempuan yang usianya jauh lebih mudah dari dirinya.


"Apa kamu tidak melihat tampangku yang sudah serius seperti ini apakah aku terlihat untuk main-main dan bercanda?"


"Bukan begitu bos, ini adalah hari langkah yang harus lakukan padahal Bos masih ingatkan selama ini Husna yang selalu dikejar-kejar oleh seorang perempuan tetapi kenapa malah sekarang bos yang mengajar seorang perempuan. Memang sih Nona Karina sangat cantik dan kecantikan dari nona karena itu tidak bisa dibandingkan atau dibandingkan dengan perempuan-perempuan yang lainnya. Tetapi tidak salah apa yang saya lihat jika bos memang bersanding dengan Nona Karina nanti yang ada orang-orang malahan mengira jika bos itu adalah Om ataupun malahan dikira ayah dari nona Karina."


"Ngawur saja ucapan kamu. Apa kamu tidak melihat tampang aku yang masih ganteng dan juga keren seperti ini ya meskipun aku akui usia kamu memang sudah tua dan mungkin saja tidak pantas jika bersanding dengan Karina tetapi jika dilihat-lihat kondisi fisikku masih bagus aku juga masih sehat wajahku juga tidak ada kerutan sama sekali bahkan jika dibandingkan dengan kamu aku jauh lebih mudah dari kamu meskipun sebenarnya umur aku sudah tua dan tidak bisa dibohongi."


Jelas saja mendengar penuturan dari Alex asisten pribadi Alex itu hanya menganggukkan kepalanya meskipun ia ragu apakah kali ini Alex benar-benar mengejar seorang perempuan yang umurnya jauh di bawah dari Alex dan tentunya jika itu memang benar apakah perempuan itu nantinya akan bertepuk lutut dengan Alex mengingat Alex yang sudah tua sedangkan karirnya yang masih sangat muda.


Dan juga tidak menutup kemungkinan apakah Karina yang secantik itu tidak mempunyai pacar sama sekali bahkan jika dilihat-lihat sepertinya memang karena adalah idola di sekolahnya walaupun asisten pribadi dari Alex itu tidak tahu betul dengan apa yang dilakukan ataupun bagaimana dengan kehidupan karena sehari-harinya di sekolah.


Hingga akhirnya mobil yang ditumpangi oleh alat itu sudah berada di depan pintu gerbang sekolahan Karina dan tepat sekali saat mobil itu sudah di sana bel pelajaran berbunyi dan Alex tahu jika itu berarti pelajaran hari ini sudah selesai.


Dengan cepat Alex merapikan rambut dan juga pakaiannya meskipun ia sudah membuang jasnya dan saat ini hanya menggunakan kemeja yang lengannya sudah digulung ke atas dan juga kancing kemejanya yang Alex buka satu di bagian depannya dan itu menambah macho dan juga membuat Alex tampak lebih mudah dari sebelum-sebelumnya.


"Bagaimana penampilanku? apakah aku sudah terlihat muda seperti abg-abg pada umumnya?"


Bukan karena Alex tidak pede, tetapi mendengarkan saran dan juga apa yang kurang dari dirinya itu membuat Alex makin bersemangat lagi dan banyak ia takut juga penampilannya kali ini malah membuat Karina nanti tidak mengenalinya atau bahkan malahan membuat Karina malu ketika ia mendatangi Karina.


Astaga.. Bos sebenarnya sudah terpesona dengan gadis ABG yang memang sih tampang gua sangat keren bahkan tidak terlihat sudah tua dan tidak kalah jika disandingkan dengan abg-abg pada umumnya...


"Sudah perfect Bos bahkan Anda terlihat macho dan sangat tampan pastinya jika Nona Karina melihat anda saat ini dia akan terpesona dengan bercerita kecantikan anda."


Alex tersenyum kemudian ia langsung saja keluar dari mobilnya yang merasa kalau dirinya saat ini sudah sempurna dan pastinya Karin akan tertanam melihat dirinya saat ini dan berharap jika kalian tidak lupa dengan dirinya yang semalam sudah membuatnya ngobrol meskipun setelah itu harus meninggalkan Karina sendiri.

__ADS_1


5 menit Alex sudah menunggu padahal ia paling tidak suka jika diminta untuk menunggu bahkan jika klien meminta untuk menunggunya Alex lebih baik pergi dan membatalkan semua perjanjiannya tetapi demi Karina demi seorang Karina yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama hingga Alex rela  menunggu sampai berpuluh-puluh menit lamanya.


Hingga akhirnya seseorang yang dinanti-nanti oleh Alex muncul juga ya karena keluar bersama dengan Vina dengan keduanya saat ini yang berjalan sembari ngobrol dan juga tertawa yang semakin menambah kecantikan Karina saja di depan mata saat ini.


__ADS_2