
"Maksud Pak Devano bagaimana? Saya tidak tahu."
Ucap Rama yang sama sekali tidak mengerti apa maksud ucapan dari Devano itu sementara dirinya sudah yakin jika Karina memang sudah mengatakan yang sejujurnya tentang kejadian beberapa waktu yang lalu di mana Devano sudah menarik paksa Karina ke dalam hotel.
Rama juga yakin jika antara Karina dengan Devano tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan bahkan Rama percaya jika Karina tidak ada rasa dengan Devano hanya sebuah pernikahan tanpa adanya rasa di dalamnya karena Karina terpaksa menerima semuanya itu demi keluarganya.
"Aku tidak yakin jika Karina mengatakan yang sebenarnya sama kamu?"
Devano memainkan sedotan yang ada di dalam gelas kemudian menatap ke arah Rama yang sepertinya memang laki-laki di depannya itu penasaran dengan apa yang akan diucapkannya.
Devano memang tidak ingin langsung mengatakan yang sejujurnya, ia ingin melihat dulu bagaimana reaksi Rama dan apa saja yang dikatakan oleh Karina kepada Rama hingga nanti Devano bisa menambahi jika memang Karina tidak jujur tentang malam itu.
"Jangan memfitnah Karina yang tidak-tidak, saya yakin jika Karina sudah jujur sama saya tentang kejadian malam itu dan di sini pak Devano lah yang menjadi orang ketiga di dalam hubungan saya dengan Karina, karena Pak Devano sudah menyeret Karina masuk ke dalam kamar hotel hingga kedua orang tua Pak Devano dan kedua orang tua Karina memergoki kalian di sana. Dan terjadilah pernikahan itu, tetapi asal bapak tahu Karina tidak mencintai Pak Devano, dia hanya mencintai saya."
Ujar Rama menjelaskan lagi padahal sebelumnya ia sudah menjelaskan semua nya baik ditelepon maupun di pesan yang Rama kirimkan kepada Devano, tetapi sepertinya berhadapan langsung dengan Devano membuat drama menjadi ingin mengungkapkan semuanya lagi apalagi tentang perasaan karena yang tidak ada sama sekali untuk Devano.
"Oh ya itu saja yang dikatakan oleh istri saya?"
Devano tersenyum kecut memandang ke arah Rama, ia sudah yakin jika Karina hanya mengatakan sebatas itu karena tidak mungkin mengatakan jika dirinya dan juga Karina sudah saling berciuman dengan sangat mesra bahkan malam itu hampir saja Devano memperkosa Karina tetapi keburu Devano sendiri yang malahan pingsan, namun sayang sekali Devano sudah melihat semua lekukan tubuh Karina bahkan sudah menikmati apa yang seharusnya tidak ia lakukan.
"Ya."
__ADS_1
Jawab Rama singkat, ia sendiri berpikir ada apa sebenarnya, mengapa Devano tersenyum ke arahnya dan sepertinya senyumannya itu begitu menakutkan dan membuat Rama jadi berpikir yang tidak-tidak.
Apa memang benar jika Karina membohonginya apa memang berat jika malam itu tidak terjadi sesuatu yang diinginkan hingga membuat kedua orang tua Karina dan kedua orang tua Devano memutuskan untuk menikahkan Karina, sepertinya Rama berpikir lagi dengan pernyataan yang diberikan oleh Karina yang membuat Devano seperti menang dan begitu tenang menghadapinya saat ini.
"Sayang sekali semua yang dikatakan oleh Karina memang benar, tetapi ada sesuatu yang mungkin kamu belum tahu dan aku yakin jika Karina tidak mengatakan ini."
Yah, Devano masih membulat di sana ia bahkan masih tersenyum menikmati kemenangannya, mungkin Devano memang jahat karena tersenyum di atas penderitaan orang lain tetapi inilah salah satu caranya supaya ia dapat mempertahankan pernikahan dengan Karina, karena selain Devano mencintai Karina, Devano juga tidak ingin pernikahan nya yang sah di mata hukum dan agama itu hancur berantakan, bahkan Devano juga tidak ada niatan untuk berpisah dari Karina.
"Jangan basa-basi Pak, ceritakan semuanya.. Saya tidak ada waktu lagi."
Sepertinya Rama tidak ingin menunda-nunda semuanya, laki-laki itu bahkan meminta kepada Devano untuk menjelaskan semuanya karena Rama begitu penasaran dan ada yang menjanggal di sini hingga membuat Devano tersenyum menatap ke arahnya.
Tidak ada jawaban dari Rama, ia masih menunggu pernyataan dari Devano yang mana sudah membuatnya penasaran.
Dan untuk kedepannya, Rama sendiri tidak tahu menunggu Devano untuk bercerita mengenai hal yang mungkin saja Rama tidak tahu yang mungkin saja Karina memang tidak menceritakan kepadanya.
Devano menghela nafasnya panjang, ia mau tidak mau harus menceritakan semuanya ini meskipun ia harus melihat Rama nanti terpukul dan patah hati, semuanya sudah terjadi dan memang seharusnya Rama mundur untuk tidak bersama dengan Karina lagi karena sejatinya pernikahan itu bukan permainan.
"Pasti Karina bercerita tentang malam itu di mana dia dan saya mabuk."
Devano sengaja menjeda ucapannya ia ingin melihat bagaimana ekspresi Rama di awal pernyataannya itu dan seketika Devano melihat ke arah ramai yang nyatanya ramah tidak merespon sama sekali tetapi Devano yakin sampai di sini karena menceritakan semuanya dengan benar jika dirinya dan Karina dulu sama-sama mabuk.
__ADS_1
"Next saya lanjutkan... Memang malam itu saya tidak sengaja untuk menarik Karina masuk ke dalam hotel, kamu tahu sendiri pengaruh alkohol begitu kuat hingga saya juga tidak tahu siapa yang saya tarik masuk ke dalam hotel. Saya bukan hanya menarik Karina untuk masuk ke dalam kamar hotel tetapi di dalam sana, saya bahkan sempat ingin bercinta dengan Karina."
Deg
Sampai di sini Rama mendongakkan wajahnya menatap ke arah Devano dengan tatapan mata yang tajam, sepertinya guru killer di depannya itu benar-benar tidak berbohong tentang cerita yang baru saja diucapkannya bahkan tangan Rama saat ini mengepal kuat, ia tau betul dengan kalimat bercinta yang diutarakan oleh Devano.
"Sayang sekali, sebelum saya melakukan nya saya sudah pingsan duluan."
Ucap Devano lagi yang membuat Rama lega, seketika Rama menunjukkan senyum termanisnya yang mana memang apa yang diucapkan oleh Karina itu tidaklah salah jika tidak terjadi apa-apa diantara Karina dengan Devano malam itu.
Sedangkan Devano, lagi lagi laki-laki itu melihat ke arah Rama, ia tahu jika cerita Karina hanya sampai di sini bahkan Karina tidak menceritakan apa saja yang sudah dia lakukan malam itu yang mana melihat ekspresi Rama yang masih biasa saja bahkan laki-laki itu kini tersenyum ke arahnya.
"Tapi sayang sekali meskipun saya tidak memperkosa Karina malam itu, namun saya dan Karina sudah melakukan hal-hal yang tidak sebatas yang dilakukan. Malam itu saya menarik Karina masuk ke dalam hotel, saya juga mencium lembur bibir Karina dan sayang sekali perempuan yang kamu anggap sebagai pacar kamu itu juga membalas ciuman dari saya, bahkan bukan hanya itu saja, saya sudah berhasil membuka semua pakaian Karina hingga terlihat tubuh mulus Karina bahkan saya juga sudah merasakan bagian inti Karina di mana kamu yang sudah menjadi pacar Karin hampir 2 tahun tidak pernah melakukan semua itu."
Jedarrr....
Kaget, tentu saja. Rama tidak menyangka dengan apa yang diceritakan oleh Devano barusan yang mana selama 2 tahun berpacaran dengan Karina, ia bahkan tidak pernah menyentuh sedikit pun Karina. Rama hanya mencium pipi dan kening Karina, selebihnya ia tidak berani melakukannya bahkan ciuman bibir, Rama pun tidak pernah melakukannya tetapi dengan Devano, laki-laki yang baru saja dikenal oleh Karina bisa membalas ciuman dari Devano.
Sudah bisa dipastikan bagaimana hancurnya hati Rama saat ini, ia yang mengira bahwa Karina dan Devano tidak terjadi apa-apa malam itu, tetapi sayang sekali semuanya berubah, bahkan Devano sudah melakukan pemanasan sebelum bercinta meskipun kegiatan itu tidak berhasil dilakukan, namun semua bagian tubuh Karina sudah terlihat, bahkan Devano juga sudah mencicipi semuanya.
Haruskah Rama mempertahankan hubungannya dengan Karina atau melepaskan Karina meskipun hatinya hancur?
__ADS_1