
Setelah Zie merasa hubungannya dengan Ranya baik-baik saja, Zie pulang ke kota nya. Zie bahkan sempat menitipkan Ranya pada Yie. Namun Yie menolak karena Ranya itu bukan Anak Kecil lagi.
Yie juga mengatakan ' bahwa Ranya juga bukan Wanita polos yang harus Ia jaga. ' Ranya segera menemui Yie saat Zie sudah pulang.
Ranya menceritakan semua keluh kesah nya pada Yie, Yie mendengarkan semuanya. Tak di sangka Yie memutuskan hubungannya dengan Ranya. Ranya sangat terpukul dengan keputusan Yie.
Yie tidak mau berhubungan lagi dengan Ranya. Yie sangat kecewa karena Ranya Wanita yang tak mau setia dengan tunangan nya, bagi Yie meski baru bertunangan tapi kedua nya sudah mengikat janji setia untuk menikah.
Harusnya Ranya bersyukur memiliki tunangan yang mau menjaga kehormatannya, di zaman milenial sudah sangat jarang Pria mau menahan hasrat nya, apalagi jika Wanitanya mengoda dan agresif seperti Ranya.
__ADS_1
*
Setelah Yie memutuskan Ranya. Yie berniat akan menemui Zie, Minggu depan ada hari libur Nasional jadi Yie bisa punya banyak waktu untuk bicara dengan Zie. Ia tak mau Sahabat nya tahu dari Orang lain mengenai hubungan nya dengan Ranya.
Berbeda hal nya dengan Ranya, Ia malah menelpon Zie, sambil terisak Ranya memutuskan pertunangannya dengan Zie tanpa mau menjelaskan apa-apa. Awalnya Zie berpikir Ranya hanya bercanda sehingga Zie bersikap santai saja.
Namun betapa terkejut nya Zie, saat Ranya mengirimkan foto alat test pack kehamilan bergaris 2 merah. " Aku hamil " kata-kata itu tertulis di pesan yang di kirim oleh Ranya.
Dengan penuh amarah Zie keluar dari ruang apartement, Zie menekan bel, pintu apartement terbuka, belum sempat Yie menyapa, tinjuan dan tendangan bertubi-tubi menghantam muka dan tubuh Yie.
__ADS_1
Tubuh Yie terpental, saat Yie ingin berkata, Zie menyeret tangan Yie membawa nya ke ruang apartement Ranya. Tubuh Yie yang lemah tak mampu melawan apalagi berkata-kata, darah bercucuran di sudut bibir, muka Yie penuh dengan luka memar akibat tinjuan yang sangat keras.
Sebelum Zie pergi meninggalkan keduanya, Zie meminta Yie untuk menikahi Ranya karena Ranya hamil. Yie kaget dengan apa yang dikatakan Zie. Namun saat Yie akan menjelaskan semuanya Zie pergi meninggalkan keduanya.
Ranya menangis terisak, Ia memeluk erat tubuh Yie namun Yie mendorong tubuh Ranya. " Aku akan bertanggung jawab, Tapi Aku minta Kau jelaskan semuanya pada Zie karena Aku tak mau Ia salah paham! Aku bahkan tak pernah tau kalo Kau itu tunangan Zie. "
Ranya hanya mengangguk, Yie dengan berjalan sempoyongan menuju ruang apartement nya, Diana yang baru pulang dari berbelanja segera menghampiri Tuan nya membantu membersihkan dan mengobati luka Tuan nya.
Diana tak berani bertanya, Ia lalu memapah Tuan nya masuk ke dalam kamar, membaringkan tubuh Tuan nya. Tak lama Yie tertidur setelah minum obat pereda nyeri.
__ADS_1
Diana segera merapikan barang-barang yang baru saja dibelinya. Lalu memasak sup jagung, perkedel, omelet dan udang goreng, Diana memasak semua makanan kesukaan Tuannya.
Sementara di dalam kamarnya Ranya tersenyum penuh kemenangan karena sebentar lagi Ia akan menikah dengan Yie.