Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Dewa Penolong


__ADS_3

Happy Reading 😘


**__**


Dengan cepat Kevin menarik tubuh mungil Kania dan membawa ke pelukannya.


"Sejak aku bertemu dengan mu, di mata ku hanya ada kamu Kania tak ada lagi aku memikirkan perempuan lain apalagi berniat tidak serius padamu."


"Apa kamu serius?"


"Ya aku sangat serius, aku belum pernah seserius ini dalam hubungan percintaan ku bahkan dengan wanita sebelumnya, kamu tau sendiri lah bagaimana aku dulu. Tapi itu kan dulu sebelum aku mengenal mu lebih dalam."


"Tapi..."


"Kenapa harus ada tapi kalau aku saja sudah memilih mu untuk mendampingi ku. Kania apapun yang kamu pikirkan, apapun yang kamu gelisah kan, seperti anggapan mu bahwa aku jauh diatas kamu atau apalah tapi percayalah bahwa aku sungguh mencintaimu Kania dan hanya kamu yang aku inginkan untuk ku jadikan istri."


Terimakasih Vin...


Kania bergumam dalam hati sambil memejamkan matanya.


**


Keesokan harinya


"Kania maaf aku tidak bisa mengantarkan mu ke butik, pagi ini aku harus menghadiri rapat dengan klien lagi. Gak pa pa kan?!"


"Iya gak pa pa, ini bekal nya kalau sempat sebelum rapat di makan dulu biar perutmu gak kosong." jawab Kania sambil menyerahkan kotak bekal yang sudah dia siapkan sejak tadi.


"Oke sayang, makasih ya. Pasti aku makan. Kamu hati-hati berangkat nya."


"Iya, kamu juga bawa mobilnya hati-hati gak usah ngebut dan jangan lupa berdoa."


Setelah mencium kening Kania, Kevin melangkah keluar. Sementara Kania masih menikmati sarapannya.


**

__ADS_1


Sampai di butik Kania melihat suasana sedang heboh.


"Assalamualaikum selamat pagi semua nya?!" sapanya riang.


Hanya segelintir yang menjawab salam nya yang lain sibuk dengan keramaian.


"Ada apa sih, ko kayanya heboh banget?!" tanya Kania setelah berjalan mendekat


"Oh Kania gawat,,, barusan Bu Cynthia telpon kalau gaun yang akan di peragakan model ketinggalan, padahal ini gaun yang baru di rancang."


"Andi kemana?"


"Andi kebetulan sedang tidak masuk dia sakit, kamu bisa tolong antarkan ke tempat acara gak Nia?"


"Emang dimana? Jam berapa acaranya mulai?"


"Mall Pasific Place acaranya mulai setengah jam lagi."


"Astaga,,, waktunya mepet banget. Tapi sini biar aku coba antarkan, kalau hanya menunggu sama aja gak ada solusi." Kania mengambil box gaun dari tangan Lia.


"Hati-hati Kania, semoga tidak telat.!" teriak Lia


Kania memberhentikan taksi yang kebetulan melintas dan masuk kedalam.


"Pak Mall Pasific Place ya, tolong cepat ya pak." ucap Kania.


"Baik mbak."


Taksi melaju meninggalkan butik, baru berjalan sebentar jalan depan mulai macet dan itu macet yang lumayan parah karena mobil berjalan pelan dan lambat.


"Aduhhhh pak gak bisa cari jalan lain ya? saya buru-buru."


"Kita terjebak mbak, kita gak bisa maju apa lagi mundur, mbak bisa lihat kan macet parah. jawab si pak supir.


"Ya udah deh pak, saya turun disini aja. Ini ongkosnya." balas Kania sambil menyerahkan selembar uang setelah dia melirik kearah argo taksi.

__ADS_1


"Kembalian nya mbak?"


"Buat bapak aja." teriaknya sambil berlari.


*Aduh gimana bisa sampai tepat waktu nih, mana tinggal lima belas menit lagi, masih lumayan jauh pula.


Kenapa harus macet sih di saat seperti ini? Siapa dewa penolong ku di saat begini*?


Setelah Kania berlari mengejar waktu di pinggir trotoar, dari pinggir jalan sebuah motor besar alias moge balap melintas dan berhenti mulus di sebelah Kania hingga membuat nya kaget dan berhenti.


"Astaghfirullah,, siapa sih bikin kaget aja?!" seru Kania di sela nafasnya yang ngos-ngosan.


Pria ber helm itu membuka helm nya.


"Astaga kak Brian, kebetulan kak tolong anterin saya kak darurat!" ucap Kania senang.


"Oh iya oke, ayo naik." jawab Brian sambil memakai helm nya lagi.


Dewa Penolong datang, makasih ya Allah.


"Jangan lupa pegang pinggang ku supaya kamu gak jatuh!" kata Brian.


"Ya jangan ngebut-ngebut juga kali, satu tangan ku pegang kotak, satu lagi pegang jaket kak Brian, jadi agak ribet."


"Okey aku gak ngebut, aku pasti kan kamu gak akan telat. Mau kemana kita?"


"Mall Pasific Place."


Motor segera meluncur.


"Waaaaaa....kak Brian pelan-pelannnnn....!!!!"


**__**


to be continued 🤭

__ADS_1


__ADS_2