Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
UNGKAPAN


__ADS_3

Tampilan Rosya malam ini sangat casual, tubuhnya yang tinggi, rambut lurus hitam pekat khas Wanita Indonesia, bulu mata yang tebal dan lentik, alis hitam asli tanpa bantuan pensil alis, mata bening sedikit sipit.


Hidung mancung mungil, bentuk muka oval, kulit putih langsat, bibir mungil, agak sedikit tebal pada bibir bagian bawah menambah kesan seksi. Jangan tanya apakah Rosya cantik, tentu saja iya. Bahkan kategori cantik manis tidak membosankan, hanya saja penampilannya terlalu biasa, santai dan tanpa make up tebal, sangat berbeda jauh dengan Ranya yang sangat perfect tampilannya.


Rosya baru saja turun dari taxi, Zie yang sudah sejak tadi menunggu kehadiran Rosya sedikit berlari menghampiri Rosya, namun sayangnya, Ia kalah cepat dari dua Kakak Kembarnya yang mau menikah.


Rosya yang melihat Zie merasa tak enak hati, karena Kak Noura dan Kak Naira langsung menggandengnya menuju ruang ganti untuk mencoba gaun yang akan di pakai besok.


Rosya hanya bisa memberi kode pada Zie, dengan tangan nya. Setelah Rosya mencoba gaunnya, ternyata gaunnya sangat pas di tubuh Rosya yang tinggi tapi mungil.


Nania dan Mayasi yang melihat kehadiran Rosya langsung memeluk secara bergantian, Nania bertanya apakah Rosya sudah bertemu dengan Zie? Rosya menggelengkan kepalanya.


Lalu dengan cepat Nania meminta Pelayan untuk memanggil Zie, namun Zie tak di temukan di ruang manapun. Akhirnya Rosya menelpon Zie, menanyakan Zie ada dimana saat ini?


Zie lalu meminta Rosya untuk datang ke taman belakang rumah, # Aku menunggu Mu Rosya # ucap Zie dengan suara lembut mendesah, hal ini membuat tubuh Roysa meremang, tak biasanya Zie berbicara dengan nada suara seperti itu.

__ADS_1


Rosya pun pamit ke taman belakang, Nania dan kedua Putri kembarnya berbisik-bisik menebak-nebak apa yang akan di lakukan Zie dan Rosya disana.


" Kalian jangan coba-coba menganggu Zie, " ucap Mayasi


" Ya enggak lah Dadd, Kita malah akan memberi kesempatan Zie untuk lebih dekat dengan Rosya, " jawab Nania sambil menarik tangan Suaminya mengajak nya beristirahat dikamar.


" Kalian dua kembar yang centil segera istirahat, besok kalian harus tampil fresh, "


" Oke oke Daddy tersayang, " ucap Noura dan Naira.


" Maaf zie jika menunggu lama, " ucap Rosya.


Zie yang kaget dengan suara Rosya tiba-tiba langsung berdiri dan memeluk Rosya, Rosya hanya bisa terdiam dengan apa yang di lakukan oleh Zie.


Zie lalu duduk sambil memangku tubuh Rosya, Rosya merasa kurang nyaman namun tangan Zie memeluk erat bagian pinggang Rosya. Tak lama Zie mencium bibir Rosya dengan lembut, berusaha menerobos bagian mulutnya dengan lidah yang agresif, Rosya seperti kehabisan napas hingga Zie melepaskan ciuman lembut namun sangat agresif.

__ADS_1


" Aku merindukan Mu, Mau lah Kau menikah dengan Ku secepatnya? ucap Zie sambil mencium lagi bibir Rosya.


" Zie, Aku Rosya bukan siapa-siapa Kamu? jawab Rosya


" Iya Aku tau itu, Aku mencintai Mu Rosya, maka menikah lah dengan Ku, "


" Kamu tidak sedang bercanda kan? tanya Rosya sambil memandang manik mata Zie yang tajam namun indah.


" Haiiii.... semua yang ada di rumah, tolong dengarkan kata-kata Ku, Aku mencintai Rosya dan ingin segera menikahinya, " Zie berteriak keras, sambil mengulangi kata-katanya. Hingga hampir semua yang ada di rumah melihat Zie dan Rosya. Rosya hanya bisa menutup mukanya dengan kedua tangannya.


Para Pelayanan mengira sakit Zie sedang kambuh, hingga memanggil Mayasi dan Nania. Nania, Mayasi dan kedua Kakak kembarnya berjalan dengan cepat, menuju taman belakang untuk melihat keadaan Zie.


" Sayang ada apa? ini sudah malam kenapa Kamu teriak-teriak, " ucap Nania sambil memeluk Zie.


" Mom, Aku hanya ingin membuktikan bahwa Aku mencintai Rosya dan secepatnya ingin menikahinya, apakah Kalian semua setuju? "

__ADS_1


" Oh tentu saja sayang, Kami semua setuju, tapi sebuah pernikahan butuh persiapan, jadi bersabarlah sebentar saja, " ucap Nania sambil memeluk Zie.


__ADS_2