Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Pernyataan Cinta yg Ke-2


__ADS_3

Lanjut lagi ya,,, Happy Reading 😘


**__**


Akhirnya Kania memilih untuk tidak pulang dan tetap meneruskan kerja nya hingga jam kerjanya selesai.


Dasar keras kepala.


Kevin yang terus memantaunya dari kejauhan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Tiba waktunya untuk bersiap pulang karena hari sudah sore, untungnya hari ini jadwal kuliah sedang kosong jadi ia bisa segera pulang ke kost nya. Berjalan menuju halte dengan pelan dan tertatih.


"Aduh makin sakit aja nih kaki, di buat gerak terus dari tadi sih." gumamnya


Kayanya kalau aku agak sedikit boros untuk naik taksi gak pa pa kali ya. Kalau aku naik bus, iya kalau aku dapat duduk biasanya di jam kerja gini bus penuh penumpang. Belum lagi setelah turun nanti aku masih harus berjalan kaki ke kostan. Kalau naik taksi kan bisa lagi sampai depan kost an.


Kania berfikir antara sakit kaki nya dan sedih karena harus boros kali ini. Menunggu di pinggir jalan taksi yang melintas. Tak lama sebuah mobil sedan berjalan pelan dan berhenti di depan nya.


Perasaan aku belum manggil deh, ko udah ada mobil yang berhenti? Mobil siapa ya ini?


Si pemilik mobil menurunkan kaca jendela, seorang pria berkacamata duduk sendiri didalam sana.


"Kania,,, kamu sedang mencari taksi ya? Ayo aku antar pulang aja!"


Kak Ivan.

__ADS_1


"Oh kak Iva ya, Nia pikir siapa tadi. Iya kak boleh!" jawabnya lalu berjalan memutar dan masuk kedalam mobil.


Suasana canggung.


Kania mencuri pandang ke arah Ivan yang penampilannya kini semakin mempesona.


Kak Ivan, kenapa terlihat semakin dewasa ya? Dengan penampilan nya yang seperti ini, kak Ivan terlihat semakin tampan. Terakhir kali aku bertemu itu saat dia menyatakan perasaannya.


"Ehmm... kak Ivan apa kabar?"


"Alhamdulillah baik Nia, kalau kamu gimana kabarnya? itu kaki nya kenapa?"


Kak Ivan masih baik dan perhatian.


"Ini tadi agak terkilir aja kak, ini mobil kak Ivan ya?"


"Udah mendingan ko kak, wah kak Ivan hebat ya, naik jabatan sekarang beli mobil, pasti di tempat kerja kak Ivan banyak perempuan yang suka sama kak Ivan deh."


"Ha-ha-ha aku gak pernah mikirin soal perempuan di tempat kerja Nia, kalau pun emang ada dan jika gak ada yang ngasih tau aku, aku juga gak akan tau. Lagian dihatiku masih tersimpan satu nama perempuan yang sampai saat ini aku masih setia menunggu nya."


"Hemmm begitu ya." dengan wajah menunduk malu.


"Oiya Nia, kamu abis darimana?"


"Aku habis pulang kerja kak, aku sekarang kerja di perusahaan PT. Mitra Sembada, belum lama sih tapi lumayan lah gajinya."

__ADS_1


"Syukurlah, kalau kamu sudah menemukan tempat kerja yang cocok"


Mobil berhenti di depan kostan Kania.


"Kak Ivan, terimakasih ya sudah mengantar ku pulang, maaf jadi ngerepotin ya." Kania turun dari mobil diikuti Ivan yang berjalan cepat menahan tangan Kania.


"Kania tunggu, ada yang ingin aku katakan."


"Oh, ada apa kak?"


"Nia, aku benar-benar menyukaimu. Sampai saat ini pun perasaan itu tak berubah. Aku ingin membuat mu bahagia, aku bekerja keras sampai di posisi ini karena tekad dan niat ku yang ingin membahagiakan dirimu. Aku akan menunggumu Kania sampai kamu bersedia menjadi pacar ku."


"Kak Ivan..."


"Kalau kamu memang belum bisa menyukai ku gak pa pa aku akan menunggu mu, aku hanya ingin kamu tau isi hatiku."


"Ya sudah, masuk dan istirahat. Selamat malam Kania."


"Eh.. iya kak selamat malam, kak Ivan hati-hati di jalan."


Ivan masuk kedalam mobil nya dan pergi meninggalkan kost Kania. Kania yang seperti tersadar pun kemudian masuk ke dalam kamar nya.


**__**


to be continued 🤭

__ADS_1


Galau Maksimal ini mah namanya😂 Ivan oh Ivan kalau Kania gak mau, author nya juga mau ko sama kamu 🤭🤭


Jangan lupa like ya. makasih


__ADS_2