
Happy Reading 😘
***__***
Tak lama kemudian sang MC mulai bersuara.
"Selamat malam untuk pak Direktur Kevin Pratama selaku pimpinan dari Apple Group yang sudah meluangkan waktunya untuk hadir di acara amal ini. Juga untuk para tamu undangan selamat datang."
"Sebagai acara pembukaan amal kita malam ini mari kita persembahkan penampilan dari pak Kevin bersama kekasih nya untuk dansa beberapa menit, kita beri tepuk tangan meriah untuk mereka." seru sang MC
Hah dansa,,😱 pake kebaya gini dansa, wah salah kali nih Mc, orang berkebaya itu harusnya di suruh main marawis. Ya ampun mana bisa aku dansa.
Kevin menatap kearah Kania yang masih berdiri disebelah Cynthia lalu mengangguk memanggil agar menghampiri nya.
Aduh gimana ini...
"Ko bengong udah sana" ucap Cynthia.
Kania mencoba menghembuskan nafasnya pelan lalu melangkah perlahan dengan hati-hati, rok dan hells nya sungguh membuat sulit bergerak bebas. Semua mata menatap kearah Kania, seakan berbicara mengejek dan mengolok.
*Kenapa harus ada kaya gini, jarak dengan Kevin sangat dekat tapi kenapa seakan jauh dan gak sampai-sampai ya.
Mana semua mata melihat ke arah ku lagi, apakah aku sanggup terus melangkah dengan mu Vin. Apakah aku sanggup orang biasa ini berdiri disamping mu*.
__ADS_1
Dalam kegugupan nya tanpa sengaja kaki Kania tergelincir dan tangannya reflek mencari pagangan tapi sayangnya malah menarik taplak meja hingga membuat beberapa hidangan yang ada diatas meja itu jatuh dan menimbulkan gaduh dan mengenai dirinya.
"Kania kamu gak pa pa?!" teriak Kevin dari tempatnya berdiri.
Kania semakin drop mental, ketakutan dan kegugupannya semakin bertambah dengan insiden ini. Semua mata semakin menatap dirinya aneh. Beberapa suara mulai terdengar.
"Astaga ko bisa sih bikin malu di acara penting kaya gini?!"
"Pasti insiden ini jadi berita heboh di media!"
"Kasian pak Kevin, dia pasti malu banget deh!"
"Jalan nya gimana sih? gak hati-hati. Belum pernah ada kejadian seperti ini dalam sejarah amal Apple Group!"
Suara semakin memojokkan dirinya, Kania hanya bisa diam menunduk. Cynthia menatap tajam para wanita yang nyinyir dengan pandangan tak suka.
"Gak harus gitu juga kali!" jawab Cynthia
"Oiya Cynthia, bukannya kamu sama Kevin itu temen sekolah kan, kenapa bukan kamu aja sih yang jadian sama Kevin?" kompor satu.
"Iya bener lebih cocok kamu yang bersanding dengan Kevin daripada si Kania itu. Diliat dari segi apapun kamu emang lebih pantas." kompor dua.
"Bener tuh, kamu udah cantik, pinter, desainer, punya butik, berbakat kurang apa lagi coba. Heran deh ko bisa si Kania itu ya yang dipilih Kevin?!" kompor tiga.
__ADS_1
"Aku sama Kevin itu cuma temen." jawab Cyntia dan memilih untuk melangkah meninggalkan ketiga perempuan yang sedang asik berkomentar aneh.
Tapi apa yang di bilang mereka ada bener nya juga sih, aku lebih dulu kenal Kevin, aku lebih dulu menyukainya, tapi kenapa bukan aku yang bersanding dengannya.
Kania kamu harusnya sadar dengan kejadian ini, kalau kamu itu berada jauh di bawah Kevin dan sama sekali gak cocok bersanding dengannya.
Cynthia menghampiri Kania dan membantunya berdiri. "Ayo bangun mau sampai kapan kamu duduk dilantai seperti ini?!" ucap Cynthia.
Kania mendongak menerima uluran tangan Cynthia yang membantu nya berdiri. " Terimakasih"
"Kamu gak pa pa kan, apa yang luka?" Kevin menghampiri Kania.
"Gak pa pa, aku gak terluka. Aman ko." jawab Kania.
Dengan cepat Kevin membopong Kania menuju ruang privat hotel itu, setelah sebelumnya menyuruh Andri untuk melanjutkan acara amal.
Apakah aku sudah kalah??
Aku rasa belum...
Mungkin bisa dibilang permainan baru saja dimulai.
Cynthia menatap punggung Kevin yang membopong Kania menjauhin tempat acara dengan tatapan nanar.
__ADS_1
***__***
to be continued ðŸ¤