Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO
Kania Dudul


__ADS_3

Happy Reading 😘 Bismillahirrahmanirrahim Semangat Up 🤣


***__***


Kevin memutar mobilnya dan melaju ke kantor Apple Group masih dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


Apple Group.


"Selamat pagi pak direktur." sapa beberapa karyawan nya yang kebetulan berpapasan dengan nya.


Setelah naik ke atas dan masuk ke ruang kerja nya dia duduk dan menyalakan laptop nya, satu kegiatan yang ingin segera dia lakukan adalah memindahkan foto Kania ke laptop nya dan ingin di jadikan wallpaper. Pintu terbuka ketika Kevin bersenandung kecil mencolokkan kabel Usb.


"Selamat pagi pak direktur Kevin." sapa Andri


"Hemmm pagi Ndri"


"Ngapain sih, sibuk bener. Biasanya pagi datang minta kopi, ini kopi belum ada udh sibuk ma laptop."


"Ha-ha-ha gak pa pa pengen liat laporan yang bakal di jadiin metting kita pagi ini aja."


"Tumben, semangat."


"Iya dong semangat, oiya jam berapa klien datang?"


"Kita mulai jam 9 lah, tadi sih gue telpon pak Johan masih di perjalanan otw ke sini."


"Oh oke, semua berkas udah di print kan jadi tiap divisi harus pegang ya biar gak kaya sapi ompong yang cuma nyimak aja kaya minyak."


"Udah beres itu mah. Mereka juga bilang nya udah pahamin ko."


"Baguslah, ya udah sana mending bikinin gue kopi daripada diem didepan gue kaya angkot yang lagi nunggu penumpang aja."


"Sialan gue disamain sama angkot." Andri pun keluar.


"Kopi gue jangan lupa."


"Males, bikin aja sendiri."


"Wah minta di terbangin ke Pluto ni orang"


"Bodo amat."


Jam 9 pagi waktu nya meeting di mulai.


"Vin, ayo pak Johan udah dateng tuh." Andri melongok kedalam ruang kerja Kevin.


"Oke gue kesana sekarang."


Di ruang meeting...


"Selamat datang pak Johan di perusahaan kami, silahkan duduk." ucap Kevin ketika masuk dengan segera bersalaman menyambut klien nya.


"Mari kita mulai meeting nya, bisa langsung di buka sama kepala devisi yang menjelaskan." ucap Kevin.


Andri memberikan arahan setiap devisi untuk menjelaskan sistem kerja, mulai dari devisi perencanaan, devisi logistik, devisi, umum, sampai devisi administrasi. Kemudian beralih ke klien untuk menjelaskan kontra kerjasama dan bagi hasil.

__ADS_1


Andri memperhatikan dengan seksama jalannya metting termasuk memperhatikan Kevin yang sedari tadi senyam senyum sendiri.


Selamat pagi Kevin Pratama... Selamat pagi Kevin Pratama..


Kevin tersenyum saat membayangkan ucapan Kanis pagi tadi ketika dia meminta Kania mencium nya. Ucapan yang terdengar tulus dan lembut yang memanggil namanya dengan lengkap dan benar, bukan lagi si gila mesum seperti yang biasa Kania ucapkan ketika dia kesal.


"Hei..Vin..Kevin.. malah senyam-senyum itu gimana jadi nya?!" colek Andri gemes.


"Eeeehhh iya gimana, tadi gue gak fokus. menurut Lo menguntungkan perusahaan kita gak?" bisik Kevin.


"Lumayan lah benefit nya, meski kecil tapi kontinyu. Perusahaan pak Johan juga kan bukan perusahaan ecek ecek."


"Emang berapa benefit yang tadi dia jelasin?"


"Lo beneran bengong ya daritadi?"


"Ha-ha-ha,,, udah kepo aja Lo. Gimana berapa benefit nya?"


"Sekitar 5 miliar per bulan."


"Oke kita ambil." Kevin kembali ke kursinya.


"Oke terimakasih untuk presentasi kalian, dan pak Johan saya terima kerjasama ini. Semoga kerjasama ini semakin menguntungkan kedua belah pihak dan selamat bergabung."


"Terimakasih pak Kevin, saya senang bisa berkerja sama dengan perusahaan bonafit pak Kevin."


"Terimakasih, nanti kontrak nya kasih Andri aja, biar saya tanda tangani. Metting kali ini selesai, silahkan beraktivitas kembali. Mari pak Johan bergabung di ruangan saya?!"


"Maaf pak Kevin kebetulan saya masih ada urusan. Kapan-kapan boleh lah kita minum kopi bareng."


Setelah pak Jonan dan anak buahnya pergi, Andri yang kepo mendatangi Kevin.


"Hei,, Lo mikirin apa sih? pasti terjadi hal buruk ya sampe Lo senyam-senyum gak jelas kaya tadi?"


"Hal buruk apaan? Ini tuh hal paling indah tau. Jomblo kaya Lo mana ngerti."


"Hal paling indah, jangan-jangan Lo udah berhasil melahap daging landak ya?"


"Ha-ha-ha udah dong semalem, manis banget tau makanya pagi ini gue happy."


"Wah parah, kasian Kania gadis polos itu harus ternodai sama Lo."


"Apa sih kesannya gue jahat banget gitu ya."


"Eh tapi Vin, kalau gue perhatiin ya Lo itu ada perubahan dikit deh sejak kenal Kania. Lo jadi yang lebih ramah, terus lebih open mau makan di pinggir jalan, sama Lo begitu peduli banget ke Kania? apa Lo sebenarnya ada rasa sama dia?"


"Rasa apaan??? Jangan ngadi-ngadi mana ada, cewek tuh semua sama seperti pakaian yang harus diganti."


"Yakin ya, Lo gak ada perasaan apa-apa sama Kania?"


"Udah jangan bahas itu."


Tiba-tiba ponsel Kevin berdering dengan segera di angkat.


"Iya Pak Ujang ada apa?"

__ADS_1


"Nyonya meminta den Kevin pulang sebentar, nyonya seperti rindu den Kevin sampai sakit."


"Apa mami sakit? Oke pak oke, aku akan langsung pulang, tolong jaga mami dulu. Makasih pak Ujang infonya."


"Kenapa Vin?" tanya Andri setelah Kevin menutup pembicaraan.


"Nyokap gue sakit katanya, dia minta gue balik. Gue titip perusahaan ya!"


"Oh iya oke, salam ya buat mami Lo."


****


Universitas...


"Haaaaa aduh aku males banget ngerjain nya Ayu." ucap Kania berkeluah kesah ada sahabatnya di taman kampus.


"Ya lagian kamu bisa-bisanya tidur saat jam pelajaran pak Rudi dosen yang terkenal killer, mana sampe salah manggil lagi waktu dibangunin."


Ayu kaget ketika Kania yang tertidur di kelas, dibangunkan oleh dosen dan malah memanggil dosen itu dengan sebutan si gila mesum.


*Kania..bangun kamu ke kampus mau belajar apa tidur?? kalau tidur sana pulang.


Waaaa dasar cowok gila mesum kamu*.


Semua isi kelas tertawa dan menyisakan muka marah di wajah dosen.


Kania,,, bilang apa kamu tadi? Kamu saya hukum mengerjakan tumbuh kembang biawak.


"Lagian kamu ada apa sih Nia? gak pernah cerita sama aku?"


"Gak ada apa-apa Yu, cuma masalah ku ini sangat rumit dan sensitif."


"Aku siap ko mendengarkan cerita kamu Nia, aku kan sahabat kamu."


Suara pesan masuk dari ponsel Kania.


Sayang, Aku ada urusan mendadak harus pergi ke Jerman selama dua hari ko, kamu baik-baik ya dirumah jangan makan mie instan. Nanti pulang aku akan hitung jumlah mie nya, kalau berkurang aku akan menghukum mu.


"Haaaiiisss si gila ini pergi aja sana gak usah pulang sekalian." gumam Kania pelan.


Kania ko nakutin sih,,,,, pikir Ayu.


"Yuuu,,, aku pulang ya baru inget aku ada urusan mendadak."


"Eh tapi kamu masih ada jam pelajaran kedua?"


"Bilang aja aku lagi menstruasi ha-ha-ha bye Ayu"


Ayu hanya bisa menggeleng.


**__**


To be continued 🤭


Ada yang senyam-senyum sendiri ya🤣

__ADS_1


__ADS_2