
Happy Reading 😘
****____****
"Ehmmm Kania gimana kalau kita menikah aja?!" ucap Kevin pelan.
Kania bengong.
"Jangan bercanda Vin!"
"Aku gak bercanda, untuk hal semacam ini aku selalu serius. Aku akan mengatur waktu untuk kita pergi ke Jerman bertemu dengan mama dan kakek ku. Bagaimana pun juga mereka harus tau dan mengenal mu!"
"Tapi apa kamu yakin?"
"Kania aku mencintaimu, kenapa aku harus tidak yakin dengan perasaan ku! Maaf aku melamar mu kali ini dengan tangan kosong, tanpa persiapan cincin berlian dan bunga."
"Vin, aku gak butuh materi seperti itu. Sewajarnya saja sudah membuat ku bahagia terlebih lagi ketulusan hati dan perasaan mu untuk ku itu yang aku inginkan lebih dari apapun."
"Kamu memang berbeda Kania." Kevin kembali memeluk dan mencium Kania lembut.
****
Esok harinya Kevin sudah datang pagi-pagi sekali ke kantor dengan hati riang, karena dia sudah berbaikan dengan Kania. Meskipun dia tidak berhasil mengajak Kania pulang bersama nya tapi Kevin tetap happy hubungan nya sudah lebih baik.
__ADS_1
"Aduh ini gak salah liat kan gue?!" celetuk Andri yang heran melihat bos sekaligus sahabatnya sudah duduk di kursi kebangsaannya.
"Dateng pagi salah, dateng siang salah juga, gak dateng tambah salah mau nya tuh gimana Bambang?" balas Kevin sambil senyum.
"Aduhhhh pagi-pagi udah dapet senyuman maut dari babang Kevin bikin meleleh hati, sayang nya gue gak tertarik sama senyum maut Lo Vin"
"Ha-ha-ha... terserah dah Lo mau bilang apa yang jelas gue lagi happy."
"Wah happy kenapa nih?"
"Ada dehhh!"
"Terserah Lo aja dah, yang penting nanti jam 10 jangan kemana-mana ada rapat."
"Okey sayang."
Di dalam ruangan Kevin membuka berkas dan melirik layar laptopnya sambil sesekali bersenandung. Sampai terdengar suara dering ponselnya. Melirik benda yang ia letakkan diatas meja.
Mami...
"Ada apa lagi ya mami video call gak diangkat nelpon terus, diangkat bisa panjang." Kevin melirik jam ditangannya.
"Okey lah baru setengah 10, jadi gak perlu lama-lama bisa ada alasan rapat nanti." gumam ya. Lalu di gesernya tombol hijau keatas.
__ADS_1
"Kak Kevinnnnnnn....!!!" suara nyaring diikuti wajah Liza terlihat di layar hapenya, reflek mundur kaget.
"Astaga Liza kirain mami, ngapain kamu ganggu aja sih!"
"Mamiiii kak Kevin jahat, aku gak boleh call katanya?" ucap Liza merajuk ke mami Kevin dengan cepat wajah sang mami muncul.
"Kevin, kamu gak boleh gitu. Kapan kamu pulang?" tanya mami dengan wajah imutnya.
"Aku belum bisa ke Jerman mam, kerjaan ku banyak sekali disini!"
"Tuh kan mami, kak Kevin gak mau nemenin aku merayakan ulang tahun huaaaaa...!" Liza kembali mengambil alih layar.
"Liza sayang kamu tenang ya, kak Kevin pasti mau pulang kalau mami yang suruh, ya kan Kevin. Kevin kan sayang mami kan?" bujuk mami.
"Aku sayang mami, tapi bukan nya gak mau pulang mam, nanti aku kirimkan kado ya buat Liza. Beneran banyak banget kerjaan mam!"
"Kevin kamu harus menemani Liza merayakan ulang tahun nya. Kasian Liza nanti dia sedih kalau kamu sampai gak datang!" mami kembali melancarkan aksinya.
"Mami aku tau kenapa kak Kevin gak mau datang dan nemenin aku ngerayain ulang tahun pasti karena disana kak Kevin sudah punya seseorang yang spesial mam, makanya kak Kevin gak bisa ninggalin perempuan itu. Iya kan kak...??!" timpal Liza dengan cepat dan cemberut.
***__***
to be continued ðŸ¤
__ADS_1
He-he-he iya Liza tau aja deh kalau disini Kevin punya cem ceman🙈.
Jangan lupa like, komen nya ya. makasih.