
Happy Reading 😘
**__**
"Kania, kamu gak perlu menjelaskan apapun karena aku paling tau siapa kamu. Yang berlalu biarlah berlalu, karena ada hal yang lebih penting yaitu masa depan. Aku akan ada disamping mu." ucap Ivan.
"Astaga, Lo itu gak waras ya. Jelas-jelas Kania ini bekas gue, Lo masih mau sama cewek ini, kaya gak bisa cari cewek lain aja." sindir Kevin.
"Maaf sebelumnya pak Kevin, apakah anda sadar dengan apa yang sudah anda katakan. Anda telah menyakiti hati Kania, dengan anda terus mengorek luka hati nya bukankah itu sama saja dengan laki-laki brengsek yang ada di luar sana?" ucap Ivan.
"Sudahlah kak Ivan, percuma bicara dengan dia, Cowok yang gak punya hati mana paham dikasih tau pelan-pelan." ledek Kania.
"Gue emang brengsek, makanya gue kasih tau Lo supaya gak jadi brengsek. Kania itu bekas gue, sisa gue. Heran gue kenapa Lo masih mau?!" Kevin masih terus meyindir.
Plaaaakkkk....!!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Kevin hingga meninggalkan bekas merah disana. Kevin kaget antara merasakan perih nya di pipi dengan keberanian Kania menampar nya.
"Kevin...!!" teriak wanita disebelah Kevin kaget
"Ini peringatan terakhir, jangan ganggu hidup saya lagi."
"Ayo kita pergi." Ivan menggandeng tangan Kania.
Sementara Kevin syok hingga terduduk, tamparan Kania seolah membantunya untuk mengembalikan otak nya yang rusak sesaat tadi.
Astaga kenapa gue malah terus menghinanya. Kenapa gue malah seneng mempermalukan dia seperti tadi. Gue kenapa barusan ya? Kenapa cemburu bikin otak gue hilang kendali gini. Kania marah besar sama gue.
"Vin.. kamu gak pa pa? Ayo kita pulang aja." ajak wanita seksi itu.
__ADS_1
"Kamu pulang sendiri aja sana, soal kalung berlian akan ku kirimkan ke alamat mu." jawab Kevin tanpa menatap wajah wanita disebelahnya.
"Baiklah aku pergi." wanita itu berjalan menuruni tangga.
Ya Tuhan... kenapa aku bisa sejahat ini? Kenapa aku bisa tega melukai hatinya?
Kevin menunduk menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ada rasa menyesal dihatinya.
****
Sementara Kania dan Ivan yang sudah keluar dari cafe berjalan kaki menuju mobil Ivan.
"Ehmmm Kania, apakah ucapan ku yang tadi bisa kamu pertimbangan dan jawab sekarang?"
"Ucapan yang mana kak?"
"Tapi kan kak Ivan tau kalau aku..."
"Aku tidak perduli dirimu yang bagaimana dan kenapa. Aku tau apa yang kamu lakukan semua pasti ada alasannya. Aku bukannya baru kemarin mengenal mu Nia."
"Apa kakak serius?"
"Kalau aku main-main untuk apa aku membela mu, untuk apa aku masih mengharapkan cintamu? Kania aku ingin membantu mu meringankan beban yang selalu kamu pikul sendirian. Aku menerima mu apa adanya. Dulu, sekarang dan nanti."
*Mama,,, ada banyak hal di dunia ini yang tidak selalu sesuai harapan. Ada hal juga yang mama bilang supaya kita jangan sampai terlambat, karena kesempatan itu gak akan datang berkali-kali. Sekali kita terlambat kita akan menyesalinya.
Apakah aku kali ini tidak terlambat mah? Apakah aku benar kali ini mah? kak Ivan yang selalu ada di dekat ku, baik padaku, dan perhatian padaku begitu tulus menerimaku apa adanya. Apakah salah jika aku menginginkan dirinya mah??
Aku gak mau ketinggalan lagi, aku akan menjaganya*.
__ADS_1
"Bagaimana Kania kenapa malah diam?"
"Iya kak, aku mau jadi pacar kakak,"
"Makasih Kania, kamu sudah menerima ku."
"Aku yang berterimakasih sama kakak, mau menerima ku apa adanya."
Tanpa berfikir lagi Ivan menarik Kania kedalam pelukannya dan memeluknya erat.
***__***
to be continued ðŸ¤
Uuuuhhhh makin cinta deh sama kak Ivan, tapi apakah Kania benar ditakdirkan untuk Ivan? semua ada di tangan author nya ðŸ¤.
Author : Kan, kamu sama si Kevin aja lah. Ivan buat aku he-he-he."
Kania : Enak aja, gak ah. males sama Kevin, bikin sakit hati mulu."
Author : Idih kamu tuh cocok nya sama Kevin, bukan sama Ivan. Jangan ngeyel deh, kan aku yang buat cerita nya.
Kania : Biarin, kalau aku sampai pasangan lagi sama si Kevin gila itu. Aku mau mudik aja.
Author : Eeeeee malah ngancem mau mudik, gak bisa dimana-mana lockdown.
Kania : Hadeh gak jadi mudik lah. Wes lah terserah author aja mau di pasangin ama siapa kek🙄🤒
Author : Nah gitu kan cakep ha-ha-ha... Ivan I'm coming 🤣🤣🤣🙈🙈🙈 jangan lupa like ya para deterjen.
__ADS_1